Kejaksaan eksekusi mantan Dirut PDAM ke Lapas Tulungagung
Elshinta
Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:31 WIB |
Kejaksaan eksekusi mantan Dirut PDAM ke Lapas Tulungagung
Terpidana korupsi Djoko Hariyanto saat dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Tulungagung (ANTARA/HO - Kejari Tulungagung)

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Tulungagung, Jawa Timur, mengeksekusi Djoko Hariyanto, mantan Direktur Utama PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung yang telah ditetapkan sebagai terpidana korupsi dana perawatan PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung ke Lapas Kelas II B Tulungagung.

"Eksekusi kami lakukan pada Kamis (20/1) sore kemarin," kata Kasi Intelkam Kejaksaan Negeri Tulungagung Agung Tri Radityo di Tulungagung, Jumat.

Dijelaskan, proses eksekusi berjalan mulus. Tim jaksa menjemput Djoko di Rumah Tahanan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur lalu membawanya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tulungagung.

Dengan eksekusi tersebut, status Djoko berubah dari sebelumnya sebagai tahanan titipan di rumah tahanan menjadi warga binaan di LP Tulungagung.

Mantan pejabat PDAM itu divonis empat tahun penjara, uang pengganti Rp135 juta serta denda Rp200 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya.

Djoko sempat menempuh upaya perlawanan hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Namun vonis di PT justru menguatkan putusan majelis hakim sebelumnya.

Djoko masih berkeras melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Hal yang sama dilakukan pihak JPU. Namun pada Desember 2021, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.

"Putusan PT itu menguatkan putusan Pidkor (Pengadilan Korupsi), dan MA menolak kasasi jaksa, sehingga kembali pada putusan PN," kata Agung.

Hukuman yang diterima oleh Djoko Hariyanto sebenarnya lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yaitu Rp7,5 tahun penjara, dan mengganti kerugian negara sebesar Rp1,35 miliar.

Barang bukti yang disita diantaranya mobil, sepeda motor dan sertifikat tanah. Putusan MA tidak menyebut barang bukti itu disita negara atau dikembalikan ke Djoko Hariyanto.

"Barang bukti kita tunggu salinan lengkap putusan MA," ujarnya.

Djoko Hariyanto menjadi terpidana korupsi dana perawatan PDAM Tirta Cahya Agung Kabupaten Tulungagung tahun 2016-2018.

Dalam modusnya, Djoko memanipulasi pengerjaan perbaikan perpipaan dan kendaraan operasional PDAM.

Hasil hitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ada kerugian negara sekurangnya Rp1,3 miliar.

Dari pekerjaan perbaikan perpipaan, sekurangnya ditemukan kerugian Rp900 juta lebih. Sedangkan dari perbaikan kendaraan, terdapat temuan kerugian Rp300 juta lebih. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jampidsus ungkap Dirjen Daglu berperan bawa LCW ke Kemendag
Jumat, 20 Mei 2022 - 00:23 WIB
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menyebutkan Lin Che Wei ...
Polisi ungkap pembunuhan bermotif cinta segitiga di Bekasi
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:59 WIB
Penyidik Polsek Cengkareng akhirnya berhasil membongkar kasus viral pembunuhan berencana bermotif ci...
Bupati Langkat nonaktif dan kawan-kawan segera disidangkan
Kamis, 19 Mei 2022 - 22:23 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang bukti dan lima tersangka dalam kasus dugaan su...
Hakim Itong Isnaeni segera disidangkan terkait kasus suap
Kamis, 19 Mei 2022 - 17:25 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang bukti dan tiga tersangka dalam kasus dugaan pe...
Polisi tangkap pembunuh perempuan di tengah ladang di Kebumen
Kamis, 19 Mei 2022 - 16:15 WIB
Polisi menangkap pelaku pembunuhan seorang perempuan berinisial FAW (14) yang jasadnya ditemukan di ...
KPK geledah rumah dari pihak terkait kasus Wali Kota Ambon
Kamis, 19 Mei 2022 - 14:45 WIB
Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penggeledahan di beberapa lokasi...
KPK temukan catatan penentuan `fee` proyek kasus suap Wali Kota Ambon
Kamis, 19 Mei 2022 - 12:59 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dan menemukan catatan dugaan penentuan nilai `fee` pr...
Kasad Dudung resmikan Yon Arhanud dan Yon Armed di Kupang
Kamis, 19 Mei 2022 - 12:00 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meresmikan Batalyon Arteleri Pert...
Kapolda Papua minta kelompok pendukung demo tolak DOB hentikan aksi
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:35 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri meminta kelompok yang selama ini mendukung anak-anak untuk m...
Kejari Bogor resmikan `Rumah Restorative Justice` di Citeureup
Kamis, 19 Mei 2022 - 08:11 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor m...
InfodariAnda (IdA)