waisak kiri waisak kanan
Brazil pertimbangkan tutup Telegram jelang pemilu
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 10:52 WIB |
Brazil pertimbangkan tutup Telegram jelang pemilu
Ilustrasi: Aplikasi dari pesan Telegram yang terhubung ke parl de ses 500 juta pengguna dans le monde. Paris, Prancis (23/12/2020). (REUTERS/Hans Lucas)

Elshinta.com - Otoritas elektoral TSE Brazil sedang mempertimbangkan untuk melarang aplikasi perpesanan Telegram menjelang pemilu pada Oktober mendatang karena belum menanggapi permintaan untuk membantu memerangi informasi palsu.

Kepala pengadilan pemilihan TSE Luis Roberto Barroso telah berusaha untuk bertemu dengan direktur eksekutif dan pendiri Telegram Pavel Durov sejak pertengahan Desember lalu untuk membahas cara mengatasi penyebaran informasi palsu.

"Tidak ada aktor yang relevan dalam proses pemilihan 2022 yang dapat beroperasi di Brasil tanpa perwakilan hukum yang memadai, bertanggung jawab untuk mematuhi undang-undang nasional dan keputusan pengadilan," kata Barroso dikutip dari Reuters pada Jumat.

Barroso mencatat bahwa TSE telah menjalin kemitraan dengan hampir semua platform media sosial untuk memberantas berita palsu dan penyebaran teori konspirasi tentang legitimasi sistem pemilu Brazil.

Namun, Telegram tidak memberikan tanggapan. Padahal, Telegram telah menjadi aplikasi paling populer kedua di Brazil. Menurut TSE, sebanyak 53 persen pengguna smartphone di Brazil menggunakan aplikasi Telegram.

TSE memperingatkan bahwa mereka akan membahas tindakan selanjutnya yang akan diambil pada awal Februari dan menegaskan tidak boleh ada pengecualian terkait dengan platform yang beroperasi di Brazil.

Sebelum Brazil, Jerman telah lebih dulu mempertimbangkan untuk melarang Telegram.

Pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengatakan Telegram terancam dilarang jika layanan tersebut terbukti terus melanggar hukum di negara tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saham Asia mencoba bangkit, saat data China diperkirakan memburuk
Senin, 16 Mei 2022 - 09:45 WIB
Pasar saham Asia mencoba reli pada perdagangan Senin pagi, setelah Wall Street berhasil bangkit dari...
Jokowi singgah di Abu Dhabi sampaikan dukacita wafatnya Sheikh Khalifa
Senin, 16 Mei 2022 - 08:31 WIB
Presiden RI Joko Widodo singgah di Abu Dhabi dalam perjalanannya kembali ke Tanah Air dari Amerika S...
Rudal hantam infrastruktur militer di wilayah Lviv Ukraina
Minggu, 15 Mei 2022 - 20:13 WIB
Serangan rudal menghantam beberapa infrastruktur militer di wilayah barat Ukraina, Lviv, pada Minggu...
Yunani nyatakan siap terima Finlandia, Swedia di NATO
Minggu, 15 Mei 2022 - 13:49 WIB
Yunani mendukung penuh rencana Swedia dan Finlandia untuk bergabung menjadi anggota Pakta Pertahanan...
Elon Musk jawab undangan Presiden Jokowi datang ke RI pada November
Minggu, 15 Mei 2022 - 09:31 WIB
Pendiri Space X dan juga CEO Tesla, Elon Musk, menjawab undangan Presiden Joko Widodo untuk datang k...
Pelek HSR Forged dilirik desainer otomotif Amerika Serikat
Minggu, 15 Mei 2022 - 07:31 WIB
Produsen pelek HSR Wheel menyampaikan bahwa salah satu tipe pelek yakni HSR Forged telah dilirik ole...
Cafe Batavia hadir di Brussels, sajikan kuliner khas Indonesia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 21:45 WIB
Caffe Batavia, restoran yang menyajikan kopi, teh, serta makanan khas asal Indonesia, resmi dibuka d...
Menlu RI dan G7 bahas isu ketahanan pangan akibat perang Ukraina
Sabtu, 14 Mei 2022 - 20:21 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi membahas isu ketahanan pangan akibat perang di Ukraina dalam pe...
Konsulat RI Tawau gelar promosi budaya dan pariwisata
Sabtu, 14 Mei 2022 - 19:45 WIB
Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia menyelenggarakan kegiatan promosi budaya, pariwisata...
Ratusan ribu pengungsi Ukraina terdaftar di Jerman
Sabtu, 14 Mei 2022 - 19:09 WIB
Sebanyak 700 ribu lebih pengungsi asal Ukraina tercatat di Jerman hingga kini, menurut laporan surat...
InfodariAnda (IdA)