KPPU melihat sinyal kartel dari kenaikan harga minyak goreng
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 23:07 WIB |
KPPU melihat sinyal kartel dari kenaikan harga minyak goreng
Ilustrasi: Karyawan menyusun minyak goreng kemasan yang dijual di salah satu minimarket di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (19/1/2022). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp)

Elshinta.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat ada sinyal kartel dari kenaikan harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini lantaran perusahaan-perusahaan besar di industri minyak goreng kompak untuk menaikkan harga secara bersamaan.

"Kompak naiknya ini harga minyak goreng. Ini yang saya katakan ada sinyal terjadinya kesepakatan harga. Tapi ini secara hukum harus dibuktikan," kata Komisioner KPPU Ukay Karyadi dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis.

Dalam paparan hasil penelitian yang dilakukan KPPU selama tiga bulan terakhir, lembaga itu mendapati bahwa kenaikan minyak goreng disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku utamanya yaitu minyak kelapa sawit (CPO) di level internasional akibat permintaannya yang meningkat.

Berdasarkan data Consentration Ratio (CR) yang dihimpun KPPU pada 2019 terlihat pula bahwa sekitar 40 persen pangsa pasar minyak goreng dikuasai oleh empat perusahaan besar yang juga memiliki usaha perkebunan, pengolahan CPO, hingga beberapa produk turunan CPO seperti biodiesel, margarin, dan minyak goreng.

Dengan struktur pasar yang seperti itu, maka industri minyak goreng di Indonesia masuk dalam kategori monopolistik yang mengarah ke oligopoli.

"Ini perusahaan minyak goreng relatif menaikkan harga secara bersama-sama walaupun mereka masing-masing memiliki kebun sawit sendiri. Perilaku semacam ini bisa dimaknai sebagai sinyal bahwa apakah terjadi kartel," katanya.

Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Renamanggala menjelaskan pelaku usaha terbesar minyak goreng di Indonesia adalah pelaku usaha yang terintegrasi dari perkebunan sawit dan pengolahan CPO.

Sebagai komoditas global, kenaikan harga CPO akan menyebabkan produksi minyak goreng harus bisa bersaing dengan produk CPO yang diekspor.

Hal itu menyebabkan ketika harga CPO global sedang tinggi, maka produksi minyak goreng kesulitan mendapatkan bahan baku lantaran produsen akan lebih mengutamakan ekspor ketimbang memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Ini kami lihat agak sedikit aneh, karena sebenarnya produsen minyak goreng ini perusahaan di kelompok yang ekspor CPO atau yang punya kebun. Sepertinya pelaku usaha yang lakukan ekspor ini, meski punya usaha minyak goreng, namun mereka tetap mengutamakan pasar ekspor karena itu dapat meningkatkan keuntungan mereka," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dua gajah sumatera dipindahkan ke Jambi
Selasa, 24 Mei 2022 - 23:29 WIB
Pelaksana tugas Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana mengatakan dua gajah sumatera (Elephas m...
Bina hubungan pusat dan daerah, BSKDN Kemendagri tekankan kolaborasi dan komunikasi intensif
Selasa, 24 Mei 2022 - 22:35 WIB
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Eko Prasetyanto mengatakan kolaborasi dan komu...
Pemerintah berencana tambah 10 `rest area` di jalur darat mudik
Selasa, 24 Mei 2022 - 22:29 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan menambah 10 tempat peristirahatan a...
BMKG prakirakan potensi banjir pesisir utara Jateng hingga 25 Mei
Selasa, 24 Mei 2022 - 21:53 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan potensi banjir di wilayah pesisir Jawa Te...
Tanggul laut yang jebol di Tanjung Emas Semarang capai 20 meter
Selasa, 24 Mei 2022 - 21:17 WIB
Sekretaris BPBD Kota Semarang Winarsono menyebut luasan tanggul laut yang jebol di kawasan industri ...
Banjir rob kawasan Pelabuhan Semarang, distribusi BBM dan LPG tetap berjalan
Selasa, 24 Mei 2022 - 19:11 WIB
Pertamina memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap berjalan menyusul banjir rob ...
Pelindo siapkan 3.600 karung pasir perbaiki tanggul jebol di Semarang
Selasa, 24 Mei 2022 - 17:46 WIB
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Tanjung Emas, Semarang, Jateng, menyiapkan 3.600 karung ...
Lion grup buka rute baru Ambon- Langgur
Selasa, 24 Mei 2022 - 17:08 WIB
Lion grup akan membuka rute penerbangan baru dari Kota Ambon, Maluku, ke Langgur di Kabupaten Maluku...
BPBD Gresik siapkan tim monitoring banjir rob di pesisir Jatim
Selasa, 24 Mei 2022 - 16:46 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyiapkan tim monitoring ...
Penanganan banjir rob Pantura Jateng diminta jadi prioritas
Selasa, 24 Mei 2022 - 16:35 WIB
Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso meminta penanganan banjir rob di wilayah...
InfodariAnda (IdA)