waisak kiri waisak kanan
Kenali risiko pada tubuh bila minum soda setiap hari
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 20:07 WIB |
Kenali risiko pada tubuh bila minum soda setiap hari
Ilustrasi minuman soda (Pixabay)

Elshinta.com - Perpaduan rasa manis, karbonasi dan kafein membuat soda menjadi minuman favorit sebagian orang. Namun di sisi lain, soda bisa menjadi sumber kalori, gula atau pemanis buatan yang bila asupannya berlebihan bisa berdampak buruk untuk tubuh.

Bagaimanapun, menjadikan soda sebagai minuman sehari-hari, apakah Anda minum secara teratur atau menjadi bagian diet, bisa menjadi berita buruk bagi kesehatan Anda.

Apa saja masalah yang bisa muncul? Berikut ulasan singkatnya seperti dikutip dari Livestrong, Kamis:

1. Risiko penyakit jantung dan stroke meningkat
Sebuah meta-analisis Mei 2014 dalam Aterosclerosis menemukan, satu porsi harian soda atau minuman manis lainnya dikaitkan dengan peningkatan 16 persen penyakit jantung. Soda biasa dan soda diet juga dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke, menurut sebuah studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada Mei 2012.

2. Mungkin membahayakan usus Anda
Efek konsumsi harian soda pada kesehatan usus sebenarnya dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

“Soda baik yang biasa maupun yang untuk diet berdampak negatif pada usus,” kata praktisi pengobatan yang berbasis di New York City, Anya Rosen, RD, CPT.

Gula tambahan mendorong pertumbuhan berlebih dari bakteri dan jamur berbahaya, seperti candida. Sementara itu, beberapa pemanis buatan seperti sucralose telah terbukti mengubah mikrobioma usus. Konsumsi minuman berkarbonasi juga dapat menyebabkan gas dan kembung, dan memperburuk gejala masalah pencernaan lainnya seperti refluks asam, kata Rosen.

3. Risiko diabetes meningkat
Soda, seperti minuman manis lainnya, dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah Anda meminumnya. Ketika gula darah melonjak, insulin dilepaskan ke dalam aliran darah untuk membawa gula itu ke dalam sel untuk energi atau penyimpanan.

Minum soda setiap hari berarti lonjakan gula darah dan insulin sering terjadi sepanjang hari yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Sebuah studi pada Mei 2018 di Current Developments in Nutrition menyimpulkan, soda dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.

Kemudian, satu di European Journal of Nutrition pada April 2013 lalu memperlihatkan, minum soda diet sering dikaitkan secara signifikan dengan peningkatan risiko diabetes pada pria Jepang selama periode 7 tahun.

4 Kesehatan hati bisa terganggu
Organ hati terlibat langsung dengan metabolisme gula dari soda. Pemanis utama dalam soda yakni sirup jagung fruktosa tinggi meningkatkan produksi lemak di hati.

Hal ini berarti minum soda setiap hari dapat meningkatkan jumlah lemak yang diproduksi di hati, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kondisi penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) atau disebut perlemakan hati.

NAFLD dapat meningkatkan peradangan di hati dan dianggap sebagai gangguan hati yang paling umum di masyarakat Barat. Menurut meta-analisis pada Juli 2016 di QJM: An International Journal of Medicine, ada hubungan yang signifikan antara minum soda biasa dan NAFLD.

5. Berat badan bisa bertambah
Soda termasuk sumber kalori dan gula ekstra dalam makanan. Saat Anda minum soda setiap hari, kalori ekstra ini bisa meningkatkan berat badan. Menurut USDA, sekaleng cola 16 ons menyediakan 207 kalori, 1,2 gram lemak, 51 gram karbohidrat dan 49 gram gula.

Menurunkan atau mempertahankan berat badan bisa lebih mudah jika Anda tidak minum soda setiap hari.

Sebuah studi November pada 2017 di American Journal of Public Health melacak lebih dari 115.000 wanita Meksiko selama periode 2 tahun dan mengamati minum lebih sedikit soda dikaitkan dengan penurunan berat badan.

6 Tulang dan gigi bisa melemah
Minum soda setiap hari terutama bila menjadikannya sebagai pengganti air, dapat merusak email gigi. Kombinasi asam dan gula dari minuman soda dapat menyebabkan enamel gigi melemah, yang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

Selain gigi, soda juga dapat membahayakan kesehatan tulang.

"Soda, terutama cola, dapat meningkatkan risiko osteoporosis," kata Michelle Rauch, RDN.

Banyak dari minuman bersoda ini mengandung fosfor (sering terdaftar sebagai 'asam fosfat' atau 'fosfat'), yang meningkatkan ekskresi kalsium dalam urin Anda. Selain itu, kafein dalam soda dapat mengganggu penyerapan kalsium dan menyebabkan pengeroposan tulang jika sering diminum.

"Jadi, penting untuk memastikan diet Anda mencakup cukup kalsium dan vitamin D untuk mengurangi risiko," tutur Rauch.

Minum soda setiap hari berarti Anda mungkin tidak minum banyak air atau susu berkalsium tinggi.

"Jika asupan kalsium seseorang rendah, dan ada asupan tinggi minuman yang mengandung fosfor, maka itu menempatkan seseorang pada risiko tinggi memiliki kepadatan tulang yang rendah dan peningkatan risiko patah tulang dan osteoporosis," kata Rauch.

7. Berisiko tinggi pada semua penyebab kematian
Mungkin yang paling mengejutkan dari apa yang bisa terjadi ketika Anda minum soda setiap hari adalah peningkatan risiko semua penyebab kematian.

Dalam sebuah studi pada September 2019 yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine, para peneliti melihat data dari lebih dari 451.000 orang di 10 negara Eropa. Mereka menemukan, asupan total minuman ringan dengan gula dan pemanis buatan secara positif terkait dengan semua penyebab kematian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter sarankan cukup istirahat cegah masalah kesehatan usai liburan
Senin, 16 Mei 2022 - 13:07 WIB
Dokter Umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Tanjung Priok dr. Siti Rosidah memberikan sejuml...
Diet sehat bantu lawan depresi pada pria muda
Senin, 16 Mei 2022 - 11:55 WIB
Pria muda yang semula menerapkan pola makan yang buruk dan memiliki gejala depresi, saat mereka bera...
Orang dengan kecemasan dan depresi berisiko terkena penyakit kronis
Minggu, 15 Mei 2022 - 14:01 WIB
Sebuah studi retrospektif berjudul `Asosiasi Depresi dan Kecemasan Dengan Akumulasi Kondisi Kronis`,...
Spektrum - Menggerus hepatitis misterius
Sabtu, 14 Mei 2022 - 12:55 WIB
Masyarakat baru saja merasakan pelonggaran pembatasan aktivitas menyusul kian terkendalinya kasus C...
Lima mitos seputar penggunaan tabir surya
Sabtu, 14 Mei 2022 - 12:25 WIB
Sunscreen atau tabir surya merupakan salah satu tahapan perawatan kulit yang sangat penting untuk me...
Tips kembalikan pola makan sehat usai Lebaran
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:52 WIB
Momen setelah Lebaran menjadi kesempatan untuk mengatur kembali pola makan yang lebih baik untuk men...
Pakar: Pola makan dan nutrisi seimbang bantu sehatkan sel tubuh
Kamis, 12 Mei 2022 - 22:57 WIB
Pakar nutrisi dari Worldwide Nutrition Education and Training Herbalife Nutrition, Susan Bowerman ...
Peminum kopi perlu pastikan kebutuhan kalsium terpenuhi dulu
Kamis, 12 Mei 2022 - 19:09 WIB
Orang-orang yang suka meminum kopi sebaiknya memastikan asupan kalsiumnya tercukupi dulu, demikian s...
Dokter: gorengan bukan tidak boleh sama sekali tapi diminimalisir
Kamis, 12 Mei 2022 - 18:38 WIB
Dokter Spesialis Gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Elfina Rac...
 Pemprov Sulsel lakukan upaya deteksi dini hepatitis akut
Kamis, 12 Mei 2022 - 13:35 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Bachtiar Baso mengatakan jika Pemprov Sulawesi Selatan t...
InfodariAnda (IdA)