Puluhan pipa air bersih PDAM Ende terbawa arus banjir
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:54 WIB |
Puluhan pipa air bersih PDAM Ende terbawa arus banjir
Banjir di Kabupaten Ende. ANTARA/Ho

Elshinta.com - Sebanyak 37 batang pipa jaringan air bersih milik PDAM Ende, Nusa Tenggara Timur hanyut terbawa banjir akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi melanda daerah itu.

Direktur PDAM PT Tirta Kelimutu, Yustinus Sani dihubungi dari Kupang, Kamis, mengatakan bahwa akibat puluhan pipa jaringan air bersih itu terbawa banjir, kota Ende terancam mengalami krisis air bersih.

"Puluhan pipa kita terbawa banjir. Sehingga, ada sekitar empat ribuan pelanggan PDAM terancam krisis air bersih," katanya.

Ia mengatakan bahwa sejumlah pipa yang hanyut terbawa banjir itu adalah pipa bantuan dari pemerintah Hungaria atas kepedulian mereka terkait air bersih di daerah itu.

Kerugian akibat puluhan pipa tersebut terbawa arus banjir diperkirakan mencapai Rp500 juta dan nilai tersebut cukup besar.

Yustinus menambahkan, selain pipa yang hanyut terbawa arus banjir, ada sarana pendukung lainnya ikut terbawa arus banjir.

Dengan adanya kerusakan tersebut, untuk pelayanan air bersih akan dilayani oleh mobil tangki, khususnya di wilayah Roworeke.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan adanya kekurangan pipa tersebut, mengganggu distribusi air bersih di wilayah perkotaan Ende.

"Biasanya jadwal buka air itu dua hari sekali. Tetapi, karena ada kekurangan pipa tersebut, jadwal air jalan akan dilakukan 5-6 hari sekali," tambah dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk bersabar, karena pihaknya akan berusaha memperbaiki secepatnya. Untuk jangka waktunya, ujar dia, masih menunggu cuaca di daerah itu stabil.

"Apalagi, kerusakannya cukup parah, sehingga butuh waktu untuk perbaikan," tambah dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung Semeru masih alami beberapa kali letusan dan guguran
Sabtu, 28 Mei 2022 - 13:23 WIB
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut di Kabupaten Lumajang, Jawa T...
1.312 rumah warga terdampak banjir di Majene
Sabtu, 28 Mei 2022 - 06:45 WIB
Sebanyak 1.312 rumah milik warga di sembilan desa dan satu kelurahan di tiga kecamatan di Kabupaten ...
Guguran lava pijar meluncur tujuh kali dari Gunung Merapi
Jumat, 27 Mei 2022 - 11:29 WIB
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi ...
27 Mei 2006: Gempa M 5,9 guncang pagi hari di Yogyakarta
Jumat, 27 Mei 2022 - 06:00 WIB
27 Mei 2006, gempa kuat mengguncang Yogyakarta dan dirasakan sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa T...
Sahabat Ganjar gelar baksos korban terdampak rob Semarang
Kamis, 26 Mei 2022 - 19:05 WIB
Musibah banjir rob terjadi di beberapa kawasan pantai utara Semarang pada Senin (23/5) yang lalu. Ba...
BMKG prediksi banjir rob di sebagian Jawa berlangsung hingga 25 Mei
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:47 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pasang surut, kondisi banjir pesisi...
Mengapa Kaltara kian rawan banjir?
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:25 WIB
Banjir di Kalimantan Utara hakikatnya bukan perkara baru. Pasalnya kawasan pemukiman sejak ratusan ...
Banjir rob 2 meter lebih landa pesisir Kota Semarang
Selasa, 24 Mei 2022 - 00:07 WIB
Peristiwa banjir rob atau air pasang yang melimpas ke daratan dengan ketinggian 2 meter lebih meland...
BPBD: Banjir rob berdampak ke semua kecamatan di Banjarmasin
Senin, 23 Mei 2022 - 15:25 WIB
Banjir rob berdampak ke semua wilayah kecamatan di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, me...
BPBD Agam belum terima laporan soal kerusakan bangunan akibat gempa
Senin, 23 Mei 2022 - 13:24 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam di Provinsi Sumatera Barat sampai saat ini...
InfodariAnda (IdA)