Pemkot Tangerang kaji PTM terkait ditemukannya kasus Omicron
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 10:16 WIB |
Pemkot Tangerang kaji PTM terkait ditemukannya kasus Omicron
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah

Elshinta.com - Pemerintah Kota Tangerang, Banten melakukan kajian dan pembahasan terkait kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan kegiatan masyarakat di fasilitas publik seiring peningkatan kasus dan adanya empat orang yang terpapar COVID-19 varian Omicron.

"Kita masih lakukan evaluasi dalam antisipasi kasus COVID-19 ini. PTM mungkin mau dikurangi jumlah siswa di kelas yang saat ini berjalan 100 persen. Sekarang menunggu Dinas Pendidikan dan Dinkes yang masih melakukan pembahasan," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang, Kamis.

Ia mengatakan hasil surveilans aktif kepada warga sekolah yang telah dilaksanakan Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan memang tak menemukan kasus positif COVID-19.

Namun, kasus COVID-19 di tingkat kota mengalami peningkatan, begitu juga di Provinsi Banten serta nasional. Sehingga, perlu adanya antisipasi yang dilakukan agar tak semakin menyebar. "Jenis COVID-19 apapun itu, antisipasi kita harus terus dilakukan agar tak semakin meluas," ujarnya.

Ia mengatakan pemkot juga sedang membahas kemungkinan adanya pembatasan di ruang terbuka, seperti alun- alun dan taman yang akan ditutup. "Hasil kajian akan disampaikan segera," ujarnya.

Sebelumnya Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyampaikan jika ada empat warganya yang positif COVID-19 jenis Omicron hasil pelacakan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Saat ini keempat orang tersebut sedang menjalani isolasi di rumah sakit dan pemantauan petugas kesehatan. "Intinya sedang dirawat di rumah sakit sekarang dan nggak bisa dijelaskan di wilayah mana," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sekolah di Salatiga tetap bermasker
Sabtu, 28 Mei 2022 - 17:24 WIB
Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Jawa Tengah tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes)  dengan pe...
367 guru di Kudus diangkat jadi PPPK
Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:25 WIB
Bupati Kudus Jawa Tengah H.M. Hartopo memberikan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PP...
Diwisuda, Putra Panglima TNI raih gelar ganda dari UGM dan University of Melbourne 
Jumat, 27 Mei 2022 - 14:45 WIB
Panglima TNI Jendral Andika Perkasa bangga atas keberhasilan putranya yang berhasil menyelesaikan pe...
 Mahasiswa yang ditangkap Densus 88 ternyata mahasiswa Universitas Brawijaya
Jumat, 27 Mei 2022 - 14:25 WIB
Universitas Brawijaya Malang membenarkan IA yang ditangkap Densus 88 di Kota Malang pada Senin (23/5...
Kemendikbudristek terbitkan 27 SK pembukaan prodi D-2 Jalur Cepat
Rabu, 25 Mei 2022 - 19:15 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerbitkan sebanyak 27 ...
Toleransi di UB masuk kategori sedang 
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:16 WIB
Semua pengambil kebijakan di Universitas Brawija Malang harus segera mengambil langkah cepat untuk ...
Satgas Yonif 126/KC bangun karakter anak-anak di perbatasan Papua
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:34 WIB
Satgas Yonif 126/KC Pos Tatakra mengajarakan pendidikan karakter kepada anak-anak SD Inpres Fafinimb...
Polsek Muara Satu amankan UTBK di Kampus Unimal
Senin, 23 Mei 2022 - 11:15 WIB
Polsek Muara satu melakukan kawal ujian Terbuka Berbasis Komputer (UTBK) di Kampus Unimal Bukit Inda...
ITN Malang siap jadi universitas
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:06 WIB
Universitas di Kota Malang, Jawa Timur bakal bertambah, salah satunya yang tengah dilakukan Institut...
Prof Widodo terpilih jadi Rektor UB Periode 2022-2027
Sabtu, 21 Mei 2022 - 19:35 WIB
Untuk kali pertama dalam sejarah pemilihan rektor UB berhasil memilih rektor melalui musyawarah untu...
InfodariAnda (IdA)