Bupati Langkat yang ditetapkan tersangka miliki kekayaan Rp85 miliar
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB |
Bupati Langkat yang ditetapkan tersangka miliki kekayaan Rp85 miliar
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/1/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Elshinta.com - Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (TRP) yang baru ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap memiliki total kekayaan Rp85.151.419.588.

KPK telah menetapkan Terbit bersama lima orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020 sampai dengan 2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari laman https://elhkpn.kpk.go.id diakses Kamis, Terbit terakhir melaporkan kekayaannya pada 25 Februari 2021 untuk laporan periodik tahun 2020 dengan jabatan sebagai Bupati Langkat.

Perinciannya, Terbit memiliki sembilan tanah yang berlokasi di Langkat serta satu tanah dan bangunan di Medan dengan total nilai Rp3.790.000.000,00.

Ia juga tercatat memiliki alat transportasi berupa delapan mobil senilai Rp1.170.000.000,00.

Selanjutnya, dia memiliki surat berharga senilai Rp700.000.000,00, kas dan setara kas senilai Rp1.191.419.588,00 serta harta lainnya senilai Rp78.300.000.000,00.

Dengan demikian, total keseluruhan harta kekayaan Terbit senilai Rp85.151.419.588,00.

Selain Terbit, lima tersangka lainnya, yaitu Iskandar P.A. (ISK) selaku Kepala Desa Balai Kasih yang juga saudara kandung Terbit dan empat pihak swasta/kontraktor masing-masing Marcos Surya Abdi (MSA), Shuhanda Citra (SC), Isfi Syahfitra (IS), dan Muara Perangin-angin (MR).

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan sekitar tahun 2020 hingga saat ini, Terbit bersama dengan Iskandar diduga melakukan pengaturan dalam pelaksanaan paket proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Langkat.

Dalam melakukan pengaturan itu, Terbit memerintahkan Sujarno selaku Plt. Kadis PUPR Kabupaten Langkat dan Suhardi selaku Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa untuk berkoordinasi aktif dengan Iskandar sebagai representasi Terbit terkait dengan pemilihan pihak rekanan mana saja yang akan ditunjuk sebagai pemenang paket pekerjaan proyek di Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan.

Agar bisa menjadi pemenang paket proyek pekerjaan, diduga ada permintaan persentase fee oleh Terbit melalui Iskandar dengan nilai persentase 15 persen dari nilai proyek untuk paket pekerjaan melalui tahapan lelang dan nilai persentase 16,5 persen dari nilai proyek untuk paket penunjukan langsung.

Selanjutnya, salah satu rekanan yang dipilih dan dimenangkan untuk mengerjakan proyek pada dua dinas tersebut adalah tersangka Muara dengan menggunakan beberapa bendera perusahaan dan total nilai paket proyek yang dikerjakan sebesar Rp4,3 miliar.

Selain dikerjakan oleh pihak rekanan, ada juga beberapa proyek yang dikerjakan oleh Terbit melalui perusahaan milik Iskandar.

Pemberian fee oleh Muara diduga dilakukan secara tunai dengan jumlah sekitar Rp786 juta yang diterima melalui perantaraan Marcos, Shuhanda, dan Isfi untuk kemudian diberikan kepada Iskandar dan diteruskan lagi kepada Terbit.

KPK menduga dalam penerimaan sampai dengan pengelolaan uang-uang fee dari berbagai proyek di Kabupaten Langkat, Terbit menggunakan orang-orang kepercayaannya, yaitu Iskandar, Marcos, Shuhanda, dan Isfi.

KPK juga menduga ada banyak penerimaan lain oleh Terbit melalui Iskandar dari berbagai rekanan dan hal itu akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kejari Siak eksekusi Ketua Komnas PA Riau terkait kasus pencemaran nama baik 
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:57 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak melaksanakan eksekusi Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Riau, Dewi ...
22 Mei 2019 : Jakarta membara
Minggu, 22 Mei 2022 - 06:00 WIB
Hari ini 3 tahun yang lalu terjadi kerusuhan di sekitar Sarinah, Jakarta Pusat implikasi dari kalang...
Polres Bener Meriah tangkap delapan terduga pemerkosa dua remaja
Sabtu, 21 Mei 2022 - 23:05 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Bener Meriah, Polda Aceh menangkap delapan terduga pemerkosaan dua remaja ...
Kajatisu: Jadikan momentum Harkitnas untuk menjaga kebersamaan dan keberagaman
Sabtu, 21 Mei 2022 - 18:56 WIB
Kajatisu Idianto, SH, MH jadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang 114 di hal...
Kejatisu kembali hentikan 3 perkara penganiayaan dengan restorative justice
Sabtu, 21 Mei 2022 - 18:13 WIB
Kejatisu kembali mengusulkan 3 perkara tindak pidana umum untuk dihentikan penuntutannya dengan mene...
Kabulkan Prapid Anthony, Hakim: Penetapan tersangka tidak sah 
Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:45 WIB
Hakim tunggal Philip Mark Soentpiet mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan Antho...
Korupsi Dana Bos, mantan Kepala SMAN8 Medan dituntut 7,6 tahun penjara
Sabtu, 21 Mei 2022 - 13:48 WIB
Mantan Kepala SMAN8 Medan Jonggor Rantau Panjaitan dituntut selama 7 tahun dan 6 bulan penjara yang ...
Kapolri perintahkan jajaran jaga stabilitas minyak goreng
Sabtu, 21 Mei 2022 - 08:45 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan kepada jajarannya untuk menyiapkan langkah-...
Kejari Singkawang tahan tersangkan korupsi Bantuan Pangan Nontunai
Jumat, 20 Mei 2022 - 21:23 WIB
Kejaksaan Negeri Singkawang, Kalimantan Barat, menahan pria berinisial EP yang disangka sebagai pel...
Eksekutor dijanjikan Rp200 juta eksekusi petugas Dishub Makassar
Jumat, 20 Mei 2022 - 20:49 WIB
Rekonstruksi kasus penembakan Najamuddin Sewang, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, t...
InfodariAnda (IdA)