waisak kiri waisak kanan
Jubir: Vaksinasi penguat diperlukan untuk tingkatkan proteksi
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 06:15 WIB |
Jubir: Vaksinasi penguat diperlukan untuk tingkatkan proteksi
Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/1/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/am.

Elshinta.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pemberian vaksinasi dosis lanjutan atau penguat dibutuhkan guna meningkatkan proteksi individu dan memperbaiki efektivitas vaksin.

Reisa Broto Asmoro melalui keterangan pers dari Istana Kepresidenan yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu mengatakan warga yang sudah enam bulan mendapatkan dosis kedua, dianjurkan segera memeriksa jadwal dan tiket vaksinasi penguat.

"Berdasarkan hasil studi, terjadi penurunan antibodi enam bulan setelah dosis primer atau lengkap dua dosis penyuntikan, dan satu dosis jika vaksin Janssen, sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan untuk meningkatkan proteksi individu, terutama pada kelompok masyarakat rentan," ujarnya.

Menurut Reisa, komite penasihat ahli imunisasi nasional atau ITAGI, berdasarkan kajian melalui nomor surat ITAGI/SR/2/2022 perihal Kajian Vaksin COVID-19 Dosis Lanjutan, menganjurkan pemberian dosis tiga ini untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun.

Sehubungan dengan kajian tersebut, Badan POM pada 12 Januari 2022 juga telah mengeluarkan enam merk vaksin yang disetujui untuk dosis lanjutan, yakni Sinovac-Coronavac, Pfizer, Astrazeneca, Moderna, Zifivax dan Janssen.

“Lalu pada Tanggal 11 Januari 2022 Presiden Joko Widodo juga telah menyetujui bahwa vaksin lanjutan ini gratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Syaratnya adalah bagi 18 tahun ke atas, diutamakan bagi lansia dan yang memiliki penyakit immuno-compromized serta wilayahnya sudah melampaui 70 persen dari target sasaran vaksinasi,” ujarnya.

Reisa menjelaskan, pada 12 Januari 2022, Badan POM kemudian mengeluarkan panduan padanan vaksin yang bisa digunakan, dapat berupa vaksin homolog atau vaksin yang sama dengan vaksin primer atau pun heterolog yang merupakan vaksin yang berbeda dengan vaksin primer.

Berdasarkan keputusan tersebut, lanjut Reisa, pada 12 dan 18 Januari Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan panduan bahwa selama Januari, dengan menyesuaikan dengan jumlah dan stok vaksin yang tersedia di Indonesia, maka penerima vaksin primer Sinovac dapat menggunakan setengah dosis Pfizer atau setengah dosis Astrazeneca sebagai penguat, sedangkan penerima vaksin primer Astrazeneca dapat menggunakan setengah dosis Moderna atau setengah dosis Pfizer.

"Maka bagi yang sudah enam bulan mendapatkan vaksin dosis kedua, segera cek jadwal dan tiket vaksinasi pada website atau aplikasi PeduliLindungi pada menu riwayat dan tiket vaksin," kata Reisa, seraya menambahkan bahwa jenis vaksin yang akan diterima sesuai dengan riwayat dan padanan vaksin penguat tersebut juga bisa berubah sewaktu-waktu, sesuai ketersediaan vaksin di layanan vaksinasi.

Secara terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memberikan apresiasi bagi semua pihak yang telah bekerja keras dalam mendukung terlaksananya vaksinasi, terutama bagi masyarakat sebagai penerima vaksinasi.

Dia berharap upaya ini terus digenjot supaya kekebalan komunal segera didapatkan secara merata.

“Mari terus kita dukung bersama, agar target vaksinasi di setiap daerah segera tercapai. Segera periksa dan pastikan tiket vaksinasi booster bagi yang jadwalnya sudah sesuai. Ayo kita dorong juga pelaksanaan vaksinasi anak 6-11 tahun. Ingat, apapun virusnya, proteksi tetap sama, tetap prokes dan vaksinasi,” kata Menkominfo Johnny G. Plate.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korban tewas akibat ledakan Kilang Balikpapan diterbangkan ke Medan
Senin, 16 Mei 2022 - 18:13 WIB
Jenazah korban tewas akibat ledakan dan kebakaran di Kilang Balikpapan pada Minggu (15/5), J (22), S...
Antisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut, kantin SD di Sukoharjo dicek polisi
Senin, 16 Mei 2022 - 17:13 WIB
Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menurunkan anggota melakukan pengecekan lingkungan sekolah dalam pelak...
Wapres Zimbabwe kunjungi Indonesia selama sepekan
Senin, 16 Mei 2022 - 13:27 WIB
Wakil Presiden Zimbabwe Constantino Chiwenga, yang merangkap sebagai menteri kesehatan dan perlindun...
Fasilitas isolasi pasien COVID-19 di Bangka Belitung sudah kosong
Senin, 16 Mei 2022 - 12:19 WIB
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan bahwa 80 fasilitas is...
Cuaca kebanyakan kota besar diprakirakan berawan atau cerah berawan
Senin, 16 Mei 2022 - 11:01 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca kebanyakan kota besar di In...
Ribuan penganut Buddha ikut arak-arakan dari Candi Mendut ke Borobudur
Senin, 16 Mei 2022 - 10:45 WIB
Ribuan penganut Buddha mengikuti arak-arakan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur di Kabupaten Magel...
Sanksi Barat blokir ekspor Belarusia senilai 16-18 miliar ke UE, AS
Senin, 16 Mei 2022 - 09:31 WIB
Sanksi yang telah dijatuhkan terhadap Belarus telah memblokir ekspor tahunan senilai 16-18 miliar do...
Masyarakat Sukadana keluhkan minimnya penerangan jalan umum
Senin, 16 Mei 2022 - 07:15 WIB
Masyarakat Dusun Payak Itam, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat mengeluhka...
KAI Palembang tolak 52 pemudik karena belum vaksin COVID-19
Senin, 16 Mei 2022 - 07:01 WIB
PT KAI Divisi Regional III Palembang, Sumatera Selatan melaporkan ada 52 orang pemudik yang melakuka...
Entomolog Kesehatan ingatkan obat dan vaksin DBD belum ada
Senin, 16 Mei 2022 - 00:11 WIB
Entomolog Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Jawa Barat, Fairuz Hayati mengingatkan oba...
InfodariAnda (IdA)