KPK geledah sejumlah rumah terkait kasus Bupati Penajam Paser Utara
Elshinta
Selasa, 18 Januari 2022 - 20:01 WIB |
KPK geledah sejumlah rumah terkait kasus Bupati Penajam Paser Utara
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kiri) dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/1/2022) terkait penetapan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas\'ud beserta lima orang lainnya sebagai tersangka. ANTARA/HO-Humas KPK

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa menggeledah sejumlah rumah dalam penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (AGM) dan kawan-kawan.

"Hari ini, tim penyidik masih melanjutkan penggeledahan di beberapa tempat yang ada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Balikpapan, Kaltim. Lokasi yang dituju adalah rumah kediaman dari para pihak yang diduga terkait dengan perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan kegiatan penggeledahan saat ini masih berlangsung. Perkembangan mengenai hasil penggeledahan akan diinformasikan kembali.

"Informasi berikutnya akan kembali kami sampaikan," ujarnya.

KPK total menetapkan enam tersangka sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kegiatan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Sebagai penerima, yaitu Abdul Gafur Mas'ud, Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyadi (MI), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro (EH), Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman (JM), dan Nur Afifah Balqis (NAB) dari pihak swasta/Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Sementara sebagai pemberi, yakni Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ) dari pihak swasta.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan pada 2021, Kabupaten Penajam Paser Utara mengagendakan beberapa proyek pekerjaan yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara.

Adapun nilai kontraknya sekitar Rp112 miliar antara lain untuk proyek "multiyears" peningkatan Jalan Sotek-Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp58 miliar dan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar.

Atas adanya beberapa proyek tersebut, tersangka Abdul Gafur diduga memerintahkan Mulyadi, Edi, dan Jusman untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para rekanan yang sudah mengerjakan beberapa proyek fisik di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selain itu, Abdul Gafur diduga juga menerima sejumlah uang atas penerbitan beberapa perizinan antara lain perizinan untuk Hak Guna Usaha (HGU) lahan sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara dan perizinan "bleach plant" (pemecah batu) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara.

KPK menduga Mulyadi, Edi, dan Jusman adalah orang pilihan dan kepercayaan dari tersangka Abdul Gafur untuk dijadikan sebagai representasi dalam menerima maupun mengelola sejumlah uang dari berbagai proyek untuk selanjutnya digunakan bagi keperluan tersangka Abdul Gafur.

Abdul Gafur diduga bersama tersangka Nur Afifah, menerima dan menyimpan serta mengelola uang-uang yang diterimanya dari para rekanan di dalam rekening bank milik tersangka Nur Afifah yang berikutnya dipergunakan untuk keperluan tersangka Abdul Gafur.

Selain itu, KPK juga menduga Abdul Gafur telah menerima uang tunai sejumlah Rp1 miliar dari tersangka Achmad Zuhdi yang mengerjakan proyek jalan dengan nilai kontrak Rp64 miliar di Kabupaten Penajam Paser Utara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkes: Kebijakan lepas masker sudah melalui kajian dan pengamatan
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:47 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa pelonggaran terhadap kebijakan melepas masker di...
Mengenal Purunea, sedotan dari rumput liar asal Belitung yang mendunia
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:35 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengangkat produk sedotan ramah lingku...
Menkeu: Arus kas operasional Pertamina defisit 2,44 miliar dolar AS
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:11 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan arus kas operasional PT Pertamina mengalami defisi...
Ikuti anjuran Pemerintah, masyarakat Kabupaten Langkat sudah lepas masker
Kamis, 19 Mei 2022 - 22:12 WIB
Masyarakat Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyambut baik pelonggaran penggunaan masker di luar r...
Subsidi biaya rawat pasien COVID-19 akan dihentikan secara bertahap
Kamis, 19 Mei 2022 - 22:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pem...
Kemendagri tekankan tiga indeks pengukuran untuk tingkatkan kinerja pemda 
Kamis, 19 Mei 2022 - 21:24 WIB
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah, Indeks Kepemimp...
Aktifitas warga di Aun- Alun Salatiga tetap pakai masker
Kamis, 19 Mei 2022 - 21:06 WIB
Pemakaian masker masih dilakukan oleh sebagian besar warga yang beraktifitas di kawasan Alun-alun Sa...
Polres Malang beri vaksin booster untuk Aremania jelang laga uji coba
Kamis, 19 Mei 2022 - 20:23 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Malang menggelar pemberian vaksin booster atau penguat kepada ribuan pendu...
Sri Mulyani sebut akan ada kenaikan tarif listrik 3.000 VA
Kamis, 19 Mei 2022 - 20:11 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan akan ada kenaikan tarif listrik di atas 3.000 volt...
Badan Anggaran DPR setujui APBN 2022 jadi Rp3.106 triliun
Kamis, 19 Mei 2022 - 19:35 WIB
Badan Anggaran DPR menyetujui usulan pemerintah terkait revisi belanja negara pada APBN 2022 menjadi...
InfodariAnda (IdA)