Maskapai AS peringatkan 5G bisa membawa petaka penerbangan
Elshinta
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:58 WIB |
Maskapai AS peringatkan 5G bisa membawa petaka penerbangan
Ilustrasi

Elshinta.com - Sejumlah maskapai penerbangan besar Amerika Serikat pada Senin memperingatkan bahwa "bencana" penerbangan bakal terjadi kurang dari 36 jam setelah AT&T dan Verizon mulai menerapkan layanan baru 5G.

Mereka mengingatkan bahwa layanan C-Band 5G yang dimulai pada Rabu itu bisa menyebabkan banyak pesawat berbadan lebar tak bisa digunakan, "berpotensi menelantarkan puluhan ribu orang Amerika di luar negeri" dan menyebabkan "kekacauan" bagi penerbangan AS.

"Kecuali hub-hub utama kami diizinkan beroperasi, sebagian besar penumpang dan pengiriman akan tidak bisa diterbangkan," tulis kepala eksekutif American Airlines , Delta Air Lines, United Airlines, Southwest Airlines dan maskapai lainnya dalam sebuah surat.

Badan Penerbangan Federal AS (FAA) telah memperingatkan potensi gangguan yang dapat mempengaruhi instrumen sensitif pesawat seperti altimeter dan secara signifikan menghambat pengoperasian dengan visibilitas rendah.

"Artinya, pada hari seperti kemarin, lebih dari 1.1000 penerbangan dan 100,000 penumpang akan mengalami pembatalan, pengalihan atau penundaan," tulis surat itu.

Maskapai-maskapai pada Senin mempertimbangkan apakah akan mulai membatalkan sejumlah penerbangan internasional yang dijadwalkan tiba di AS pada Rabu.

"Dengan pembatasan di bandara-bandara tertentu, industri transportasi bersiap menghadapi sejumlah gangguan pelayanan. Kami yakin bisa bekerja sama dengan industri dan pemerintah untuk menemukan solusi yang secara aman memitigasi sebanyak mungkin dampak terhadap jadwal," kata produsen pesawat Boeing pada Senin.

Tindakan mendesak diperlukan, kata para maskapai dalam surat itu, yang juga diteken oleh UPS Airlines, Alaska Air, Atlas Air, JetBlue Airways dan FedEx Express.

"Terus terang, perdagangan negara ini akan terhenti," kata mereka.

Surat itu ditujukan kepada direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Brian Deese, Menteri Transportasi Pete Buttigieg, Kepala FAA Steve Dickson dan Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC) Jessica Rosenworcel.

Airlines for America, kelompok yang membuat surat tersebut, menolak berkomentar. Badan-badan pemerintah juga belum memberikan tanggapan.

'Intervensi diperlukan'

AT&T dan Verizon memenangi hampir semua spektrum C-Band dalam lelang senilai 80 miliar dolar AS (Rp1,1 kuadriliun) tahun lalu.

Pada 3 Januari mereka menyepakati zona-zona netral di sekitar 50 bandara untuk mengurangi risiko gangguan dan mengambil langkah lain untuk menekan potensi gangguan selama enam bulan.

Mereka juga sepakat untuk menunda layanan 5G selama dua pekan hingga Rabu, yang mencegah ancaman keselamatan penerbangan untuk sementara, setelah layanan itu sebelumnya ditangguhkan selama 30 hari.

Verizon dan AT&T menolak berkomentar pada Senin.

Para pemimpin maskapai besar dan kepala eksekutif Boeing Dave Calhoun melakukan pembicaraan yang cukup lama dengan Buttigieg dan Dickson pada Minggu untuk mengingatkan ancaman krisis, kata sejumlah pejabat kepada Reuters.

Maskapai meminta "bahwa 5G bisa diterapkan di mana saja di negara itu kecuali dalam radius sekitar 3,2 km dari landasan pacu" di sejumlah bandara.

"Intervensi mendesak diperlukan untuk mencegah gangguan operasional yang signifikan pada penumpang pesawat, pengirim barang, rantai pasokan dan kiriman pasokan medis yang diperlukan," kata mereka.

Maskapai menambahkan pembatasan dalam penerbangan tidak terbatas pada pengoperasian saat cuaca buruk.

"Berbagai sistem keselamatan modern pada pesawat tak akan bisa digunakan, menyebabkan masalah yang lebih besar dari yang kita ketahui… Pembuat pesawat telah memberi tahu kami bahwa akan ada banyak armada yang harus dikandangkan," kata mereka.

Satu hal yang menjadi perhatian adalah apakah pesawat Boeing 777 tak bisa mendarat di sejumlah bandara besar AS setelah layanan 5G dimulai, seperti halnya beberapa pesawat kargo Boeing, kata maskapai kepada Reuters.

Maskapai mendesak adanya tindakan untuk memastikan "5G diterapkan kecuali jika menaranya terlalu dekat ke landasan pacu sampai FAA bisa menentukan cara penerapan (5G) dengan aman tanpa menimbulkan gangguan membahayakan."

FAA mengatakan pada Minggu mereka telah mengizinkan sekitar 45 persen armada pesawat komersial AS untuk melakukan pendaratan dengan visibilitas rendah di banyak bandara, di mana layanan 5G akan dipasang dan mereka akan memberi lebih banyak izin sebelum Rabu.

Maskapai pada Senin mengatakan banyak bandara besar belum diberikan izin oleh FAA.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kronologi suram penembakan massal di Amerika Serikat
Rabu, 25 Mei 2022 - 14:26 WIB
Seorang pria bersenjata melancarkan tembakan di sebuah sekolah dasar di South Texas pada Selasa (24/...
Salah sebut invasi Irak, George Bush: Maksud saya Ukraina
Kamis, 19 Mei 2022 - 15:07 WIB
Mantan Presiden AS George W. Bush keliru menyebut invasi Irak `brutal` dan `tak dapat dibenarkan`, k...
Angkatan Udara AS mengaku berhasil uji coba senjata hipersonik
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:08 WIB
Angkatan Udara Amerika Serikat pada Senin (16/5) mengatakan mereka telah berhasil melakukan uji coba...
Presiden Jokowi bertemu Elon Musk di Space X
Minggu, 15 Mei 2022 - 06:01 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdiskusi dengan pendiri Space X, Elon Musk, sekaligus meninjau pabri...
Anak jerapah di San Diego dipasangi penyangga kaki buatan
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:41 WIB
Seekor jerapah berusia tiga bulan di Kebun Binatang San Diego, Amerika Serikat dipasangi penyangga k...
Fokus China, Biden buat komitmen 150 juta dolar untuk pemimpin ASEAN
Jumat, 13 Mei 2022 - 13:49 WIB
Presiden AS Joe Biden membuka pertemuan para pemimpin Asia Tenggara dengan janji untuk menghabiskan ...
AS, Indonesia dorong kesiagaan pandemi global
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:30 WIB
Amerika Serikat sebagai ketua konferensi tingkat tinggi (KTT) COVID-19 pertama dan Indonesia sebagai...
Depkeh AS perketat keamanan MA jelang putusan aborsi
Kamis, 12 Mei 2022 - 20:09 WIB
Departemen Kehakiman AS mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya memperketat pengamanan anggota Mahkamah ...
AS kritik Rusia, China yang menentang sanksi PBB atas Korut
Kamis, 12 Mei 2022 - 09:47 WIB
Amerika Serikat mengkritik China dan Rusia pada Rabu karena kedua negara itu menentang tindakan lebi...
Biden akan sambut pemimpin ASEAN jelang KTT Khusus di Washington
Rabu, 11 Mei 2022 - 17:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menyambut para pemimpin negara anggota Perhimpunan Bangsa-Ba...
InfodariAnda (IdA)