Thailand pertimbangkan pengabaian karantina bagi WNA yang sudah vaksin
Elshinta
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:55 WIB |
Thailand pertimbangkan pengabaian karantina bagi WNA yang sudah vaksin
Seorang relawan dengan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel swab dari seorang pekerja seks untuk tes antigen cepat di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19) di Chinatown Bangkok, Thailand, 13 Januari 2022. (REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)

Elshinta.com - Thailand sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan pengabaian karantina bagi warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke negaranya, dengan syarat harus sudah melakukan vaksinasi.

Dikutip dari Reuters, Selasa, hal tersebut diumumkan oleh Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul, sebagai bagian dari usulan pelonggaran beberapa tindakan COVID-19 akhir pekan ini.

Thailand dibuka kembali untuk pengunjung asing yang sudah divaksinasi pada November untuk membantu industri pariwisata vital yang runtuh selama hampir 18 bulan kebijakan masuk yang ketat.

Kebijakan ini berdampak dengan sekitar 200.000 kedatangan di tahun lalu, dibandingkan dengan hampir 40 juta pada 2019.

Kebijakan "Test and Go", yang memungkinkan pengunjung untuk melewati karantina wajib jika mereka dites negatif pada saat kedatangan, ditangguhkan pada akhir Desember karena kekhawatiran tentang penyebaran varian virus corona Omicron.

"Kami akan mengusulkan langkah-langkah yang dapat dilakukan dengan aman dan sehat secara medis," kata Menteri Charnvirakul kepada Reuters.

"Jika disetujui, bisa dimulai pada 1 Februari," katanya tentang pengabaian karantina.

Thailand mencatat 6.929 infeksi COVID-19 baru dan 13 kematian pada Senin. Lebih dari 2,3 juta orang telah terinfeksi secara keseluruhan, dengan 22 ribu kematian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Uni Eropa izinkan vaksin Vaxzevria sebagai `booster` COVID-19
Senin, 23 Mei 2022 - 21:07 WIB
Produsen obat AstraZeneca pada Senin mengatakan bahwa vaksin COVID-19 buatannya, Vaxzevria, diizinka...
Produsen obat usulkan tanggapan cepat pandemi bagi negara miskin
Senin, 23 Mei 2022 - 14:30 WIB
Para produsen obat global melobi negara-negara kaya untuk mendanai mekanisme pasokan yang akan secar...
Anthony Albanese dilantik menjadi PM Australia
Senin, 23 Mei 2022 - 13:35 WIB
Pemimpin Partai Buruh, Anthony Albanese, pada Senin dilantik sebagai perdana menteri ke-31 Australia...
Tinjau dapur katering di Madinah, Menag: Ada juru masak dan bahan baku Indonesia
Senin, 23 Mei 2022 - 12:01 WIB
Hari kelima kunjungan kerja ke Arab Saudi, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiap...
Rusia gempur wilayah Donbas dan Mykolaiv di Ukraina
Minggu, 22 Mei 2022 - 20:10 WIB
Pasukan Rusia menggempur tentara Ukraina dengan serangan udara dan artileri di wilayah timur dan sel...
Huawei bedah peluang ekonomi di kawasan Asia Pasifik
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:01 WIB
Hari kedua gelaran Huawei Asia Pacific Digital Innovation Congress 2022 ditandai dengan sesi diskusi...
KJRI promosi tempe di New York
Minggu, 22 Mei 2022 - 08:15 WIB
Konsulat Jenderal RI di New York telah mempromosikan tempe di kota itu sebagai bagian kolaborasi den...
Rumah Indonesia resmi dibuka di Paris
Sabtu, 21 Mei 2022 - 21:29 WIB
Rumah Indonesia atau La Maison De L’Indonesie (LMDI) resmi dibuka pada Rabu (18/5) di Paris, Pranc...
Militer Rusia klaim hancurkan pasokan senjata Barat di Ukraina
Sabtu, 21 Mei 2022 - 21:17 WIB
Militer Rusia pada Sabtu mengeklaim telah menghancurkan pasokan utama senjata Barat di wilayah Zhyto...
 Dubes Heri resmikan Masyarakat Ilmuwan dan Diaspora Rimbawan Indonesia di Jepang
Sabtu, 21 Mei 2022 - 20:24 WIB
Duta Besar Republik Indonesia ((Dubes RI) untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi meresmik...
InfodariAnda (IdA)