waisak kiri waisak kanan
Studi Israel sebut dosis ke-4 vaksin COVID kurang ampuh lawan Omicron
Elshinta
Selasa, 18 Januari 2022 - 10:16 WIB |
Studi Israel sebut dosis ke-4 vaksin COVID kurang ampuh lawan Omicron
Arsip - Seorang perempuan menerima vaksin COVID-19 saat Israel melanjutkan vaksinasi nasional di Ashdod, Israel, Desember 2020. (Reuters/Amir Cohen)

Elshinta.com - Studi awal di Israel menunjukkan bahwa suntikan dosis ke-4 vaksin COVID-19 meningkatkan kadar antibodi yang lebih tinggi dari dosis ke-3, namun tidak cukup manjur untuk mencegah infeksi Omicron.

Pusat Medis Sheba Israel telah menyuntikkan dosis penguat (booster) ke-2 pada uji coba di kalangan staf mereka dan meneliti efek booster Pfizer pada 154 orang setelah dua pekan. Booster Moderna juga diteliti pada 120 orang setelah sepekan, kata direktur Unit Penyakit Menular Gili Regev-Yochay.

Kelompok eksperimen itu dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan dosis ke-4. Partisipan kelompok Moderna adalah penerima dosis ke-3 vaksin Pfizer, kata pihak rumah sakit.

Dosis ke-4 meningkatkan kadar antibodi "bahkan sedikit lebih tinggi dibanding dengan apa yang kami peroleh dari dosis ketiga," kata Regev-Yochay.

"Tetapi, ini mungkin belum cukup (melawan) Omicron," katanya kepada awak media. "Kini kami tahu bahwa kadar antibodi diperlukan untuk melindungi,  dan mencegah infeksi Omicron mungkin terlalu tinggi bagi vaksin, sekalipun itu vaksin yang bagus."

Sejumlah temuan yang diungkapkan oleh rumah sakit merupakan temuan pertama di dunia dan masih awal serta belum diterbitkan.

Israel menjadi yang tercepat dalam meluncurkan vaksinasi COVID-19 pertama tahun lalu dan pada Desember otoritasnya mulai memberikan dosis ke-4 alias penguat ke-2 bagi kelompok-kelompok paling rentan dan berisiko tinggi.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saham Asia mencoba bangkit, saat data China diperkirakan memburuk
Senin, 16 Mei 2022 - 09:45 WIB
Pasar saham Asia mencoba reli pada perdagangan Senin pagi, setelah Wall Street berhasil bangkit dari...
Jokowi singgah di Abu Dhabi sampaikan dukacita wafatnya Sheikh Khalifa
Senin, 16 Mei 2022 - 08:31 WIB
Presiden RI Joko Widodo singgah di Abu Dhabi dalam perjalanannya kembali ke Tanah Air dari Amerika S...
Rudal hantam infrastruktur militer di wilayah Lviv Ukraina
Minggu, 15 Mei 2022 - 20:13 WIB
Serangan rudal menghantam beberapa infrastruktur militer di wilayah barat Ukraina, Lviv, pada Minggu...
Yunani nyatakan siap terima Finlandia, Swedia di NATO
Minggu, 15 Mei 2022 - 13:49 WIB
Yunani mendukung penuh rencana Swedia dan Finlandia untuk bergabung menjadi anggota Pakta Pertahanan...
Elon Musk jawab undangan Presiden Jokowi datang ke RI pada November
Minggu, 15 Mei 2022 - 09:31 WIB
Pendiri Space X dan juga CEO Tesla, Elon Musk, menjawab undangan Presiden Joko Widodo untuk datang k...
Pelek HSR Forged dilirik desainer otomotif Amerika Serikat
Minggu, 15 Mei 2022 - 07:31 WIB
Produsen pelek HSR Wheel menyampaikan bahwa salah satu tipe pelek yakni HSR Forged telah dilirik ole...
Cafe Batavia hadir di Brussels, sajikan kuliner khas Indonesia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 21:45 WIB
Caffe Batavia, restoran yang menyajikan kopi, teh, serta makanan khas asal Indonesia, resmi dibuka d...
Menlu RI dan G7 bahas isu ketahanan pangan akibat perang Ukraina
Sabtu, 14 Mei 2022 - 20:21 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi membahas isu ketahanan pangan akibat perang di Ukraina dalam pe...
Konsulat RI Tawau gelar promosi budaya dan pariwisata
Sabtu, 14 Mei 2022 - 19:45 WIB
Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia menyelenggarakan kegiatan promosi budaya, pariwisata...
Ratusan ribu pengungsi Ukraina terdaftar di Jerman
Sabtu, 14 Mei 2022 - 19:09 WIB
Sebanyak 700 ribu lebih pengungsi asal Ukraina tercatat di Jerman hingga kini, menurut laporan surat...
InfodariAnda (IdA)