KPK sita Rp36 miliar dari tersangka proyek jalan di Bengkalis
Elshinta
Senin, 17 Januari 2022 - 20:47 WIB |
KPK sita Rp36 miliar dari tersangka proyek jalan di Bengkalis
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp36 miliar dari tersangka Wakil Ketua Dewan Direksi PT WIKA-Sumindo JO Petrus Edy Susanto (PES).

Petrus Edy merupakan tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) di Kabupaten Bengkalis, Riau, Tahun Anggaran 2013-2015.

"Dalam perkara ini, tim penyidik telah pula melakukan penyitaan uang sejumlah Rp36 miliar dan saat ini dititipkan sementara pada rekening penampungan KPK sambil menunggu proses persidangan hingga ada putusan yang berkekuatan hukum tetap terkait status uang tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

KPK mengharapkan uang Rp36 miliar tersebut dapat dirampas untuk negara sebagai "asset recovery" dalam kasus tersebut.

KPK pada Senin ini telah menyerahkan barang bukti dan tersangka Petrus Edy ke penuntutan agar dapat segera disidangkan.

"Hari ini, telah selesai dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) tersangka PES oleh tim penyidik kepada tim jaksa karena seluruh berkas penyidikan perkara dimaksud dinyatakan lengkap," ucap Ali.

Penahanan terhadap Petrus Edy masih berlanjut selama 20 hari ke depan sebagaimana kewenangan tim jaksa, terhitung 17 Januari sampai dengan 5 Februari 2022 di Rutan KPK pada Kavling C1 (Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK).

"Tim jaksa segera menyusun dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru," katanya.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan tersangka Petrus Edy selaku Wakil Ketua Dewan Direksi PT WIKA-Sumindo JO meminjam bendera PT Sumindo (SM) untuk bermitra dengan PT Wijaya Karya dengan membentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nama PT WIKA-Sumindo untuk mengikuti pelelangan dan akhirnya ditetapkan sebagai pemenang lelang atas pekerjaan peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015.

Tindakan tersangka Petrus Edy meminjam bendera PT Sumindo tersebut dikarenakan salah satu perusahaan yang diusulkannya di-"black list" Pemkab Bengkalis. Agar bisa mengikuti proses lelang, tersangka PES diduga memanipulasi berbagai dokumen persyaratan lelang sedemikian rupa.

Setelah proyek pekerjaan dimenangkan, tersangka Petrus Edy dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak mengevaluasi pelaksanaan proyek baik dari sisi mutu pekerjaan maupun volume item pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak pekerjaan.

Adanya persetujuan pengeluaran uang proyek yang dilakukan tersangka Petrus Edy yang selanjutnya diberikan di antaranya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Bagian Keuangan Dinas PU Kabupaten Bengkalis untuk pengurusan termin pembayaran maupun untuk keperluan lainnya.

KPK menduga perbuatan tersangka Petrus Edy telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp126 miliar dari harga dasar proyek sebesar Rp359 miliar.

Atas perbuatannya, Petrus Edy disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dewas KPK minta keterangan Lili Pintauli pekan ini
Rabu, 25 Mei 2022 - 16:01 WIB
Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) bakal meminta keterangan Wakil Ketua KPK Lil...
Polresta Mataram tangkap dua penganiaya polisi
Rabu, 25 Mei 2022 - 14:49 WIB
Petugas Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menangkap dua pria berinisial SR dan RO karena ...
25 Mei 1946: Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TRI yang pertama
Rabu, 25 Mei 2022 - 06:00 WIB
Menjadi anggota PETA adalah awal kisah Jenderal Soedirman dalam keterlibatannya dalam perjuangan mil...
Polda Sulut serahkan tiga tersangka korupsi dana COVID-19 ke Kejati
Rabu, 25 Mei 2022 - 00:07 WIB
Polda Sulawesi Utara menyerahkan tiga tersangka beserta barang bukti kasus dugaan korupsi dana penan...
Polri ungkap penyalahgunaan puluhan ton solar bersubsidi di Pati
Selasa, 24 Mei 2022 - 23:41 WIB
Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Dir Tipidter Bareskrim) Polri mengungkap p...
Polres Palu ungkap jual beli sepeda motor tarikan juru tagih
Selasa, 24 Mei 2022 - 23:17 WIB
Kepolisian Resort Palu mengungkap praktik jual-beli kendaraan bermotor hasil dari penarikan juru ta...
Basmi KKN dorong Kejagung periksa BPDPKS tuntaskan kasus ekspor CPO
Selasa, 24 Mei 2022 - 23:05 WIB
Barisan Masyarakat Anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Basmi KKN) mendorong Kejaksaan Agung (Kejagu...
Polisi: Artis GI dan empat rekannya positif pakai narkoba
Selasa, 24 Mei 2022 - 21:41 WIB
Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat Kombes Polisi Johannes R. Manalu mengungkapkan bahwa art...
KPK ingatkan KLHK pastikan tak ada suap pemberian izin lingkungan
Selasa, 24 Mei 2022 - 21:29 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan jajaran Kementerian Lingkungan Hi...
Korlantas ingatkan masyarakat tak beli pelat nomor putih `online`
Selasa, 24 Mei 2022 - 20:53 WIB
Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Pol. Yusri Yunus mengingatkan masyarakat untuk tidak buru-...
InfodariAnda (IdA)