Jaksa KPK cecar Azis soal komunikasi melalui aplikasi `Signal`
Elshinta
Senin, 17 Januari 2022 - 20:11 WIB |
Jaksa KPK cecar Azis soal komunikasi melalui aplikasi `Signal`
Terdakwa mantan anggota DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri) berbincang dengan tim kuasa hukumnya sebelum dimulainya sidang lanjutan kasus dugaan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/1/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mencecar mantan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin mengenai komunikasinya dengan eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju menggunakan aplikasi "Signal".

"Apakah setelah pertemuan dengan Robin, terdakwa melakukan komunikasi dengan Robin?" tanya JPU Heradian Salipi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

"Dia mencoba tapi saya jarang menjawab, biasa mengucapkan selamat ulang tahun, apa kabar," jawab Azis.

"Komunikasi lewat apa?" tanya Jaksa Heradian.

"Lewat 'handphone'," jawab Azis.

"Dari mana Robin dapat nomor terdakwa?" tanya jaksa.

"Dari kartu nama. Saya secara fisik tidak memberikan kartu nama, mungkin dia dapat dari ajudan atau Agus Supriyadi," jawab Azis.

"Tadi komunikasi lewat aplikasi apa?" tanya jaksa.

"Saya tidak ingat," jawab Azis.

"Ada terdakwa komunikasi lewat Signal dengan Robin?" tanya jaksa.

"Kalau dengan Robin tidak," jawab Azis.

"Karena Robin kemarin ada menerangkan menggunakan aplikasi Signal untuk komunikasi dengan saudara. Jawaban terdakwa apa?" tanya jaksa.

"Makanya saya tidak jawab komunikasi dia," jawab Azis.

"Berarti ada pesan masuk?" tanya jaksa.

"Masuk," jawab Azis.

"Kapan terdakwa menggunakan aplikasi Signal itu? Sejak komunikasi dengan Robin atau sebelumnya sudah ada?" tanya jaksa.

"Sudah ada jauh sebelumnya," jawab Azis.

"Aplikasi Signal itu apa terdakwa tahu perbedaannya dengan WhatsApp?" tanya jaksa.

"Ada di buku IT Pak," jawab Azis.

"Sepengetahuan bapak yang saya tanya?" tanya jaksa Heradian.

"Ya bapak baca di buku IT," jawab Azis lagi.

"Iya terdakwa apakah tahu Signal ada semacam menghapus otomatis chat? Apa terdakwa tahu itu?" tanya jaksa.

"Semua aplikasi bisa dihapus Pak. Bapak pelajari aplikasi itu bisa dihapus secara otomatis juga," jawab Azis.

"Apakah nomor HP terdakwa pernah berubah?" tanya jaksa.

"Dari sejak saya punya HP 1994 tidak pernah berubah, pokoknya HP pertama masuk di Indonesia saya punya itu," jawab Azis.

"Kapan komunikasi terakhir dengan Robin?" tanya jaksa.

"Saya tidak ingat. Saya tidak berkomunikasi dengan Robin," jawab Azis.

"Komunikasi itu tidak harus dengan suara, bisa juga via 'chat'," kata Jaksa Heradian.

"Komunikasi itu berarti ada respons dari saya," jawab Azis.

"Robin terakhir chat kapan?" tanya jaksa.

"Kalau 'chat' saya tidak ingat persis karena saya tidak pernah jawab yang tidak berkepentingan pada tugas dan kewenangan saya," jawab Azis.

Terkait perkara ini, mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sudah dijatuhi vonis 11 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan serta kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp2.322.577.000.

Sedangkan Maskur Husain selaku advokat yang juga rekan Stepanus Robin divonis 9 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp8.702.500.000 dan 36 ribu dolar AS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK temukan oknum pegawai musnahkan barang bukti kasus Wali Kota Ambon
Rabu, 18 Mei 2022 - 21:43 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan oknum pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permuk...
Terdakwa korupsi dana BOS SDN 19 Cakranegara divonis 5,5 tahun penjara
Rabu, 18 Mei 2022 - 21:31 WIB
Terdakwa korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) periode 2015-2017 di SDN 19 Cakranegara, Kot...
Polresta Kendari tangkap gerombolan katapel panah yang resahkan warga
Rabu, 18 Mei 2022 - 21:07 WIB
Petugas di Polresta Kendari di Sulawesi Tenggara menangkap kelompok diduga yang memanah memakai kata...
Dishub Kota Bandung imbau warga tetap perlu bermasker di ojek daring
Rabu, 18 Mei 2022 - 20:55 WIB
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Jawa Barat, mengimbau masyarakat tetap perlu menggunakan ma...
KPK geledah kantor Dinas PUPR dan Dinas PTMSP Ambon
Rabu, 18 Mei 2022 - 20:19 WIB
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Pen...
Kapolda Sulteng pastikan teroris DPO MIT Poso tersisa satu orang
Rabu, 18 Mei 2022 - 20:07 WIB
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi memastikan tersangka kasu...
BNNP Kepri musnahkan sebanyak 10 kg sabu dari luar negeri
Rabu, 18 Mei 2022 - 16:35 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau musnahkan narkotika jenis sabu sebanyak 10.12...
KPK konfirmasi Boyamin soal kedudukannya sebagai Direktur Bumi Rejo
Rabu, 18 Mei 2022 - 15:32 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI)...
Dugaan korupsi KMK BTN, Kejari Medan segera limpahkan berkas oknum ke pengadilan
Rabu, 18 Mei 2022 - 14:36 WIB
Pasca penyerahan barang bukti dan tersangka (tahap II) inisial E seorang oknum notaris/PPAT PT BTN K...
Polisi serahkan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan eks kombatan GAM ke Kejari Aceh Utara 
Rabu, 18 Mei 2022 - 12:35 WIB
Kepolisian Aceh Utara melimpahkan tersangka dan barang bukti tindak pidana pembunuhan mantan GAM ke ...
InfodariAnda (IdA)