Azis Syamsuddin hanya akui pinjami Rp210 juta kepada eks penyidik KPK
Elshinta
Senin, 17 Januari 2022 - 19:35 WIB |
Azis Syamsuddin hanya akui pinjami Rp210 juta kepada eks penyidik KPK
Terdakwa mantan anggota DPR Azis Syamsuddin (kiri) mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/1/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Elshinta.com - Mantan Wakil Ketua DPR dari fraksi partai Golkar Muhammad Azis Syamsuddin mengaku hanya memberikan pinjaman Rp210 juta kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, dan bukan melakukan perbuatan suap.

"Saya pernah pinjami uang sekitar Juni atau Juli atau Mei 2020 sebesar Rp10 juta, kemudian Rp50 juta, Rp50 juta, Rp50 juta dan Rp50 juta jadi semuanya Rp210 juta," kata Azis di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Azis menyampaikan hal tersebut saat sidang pemeriksaan terdakwa. Dalam perkara ini Azis Syamsuddin didakwa memberi suap senilai Rp3,099 miliar dan 36 ribu dolar AS sehingga totalnya sekitar Rp3,619 miliar kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain terkait pengurusan penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

"Dia (Robin) minta tolong karena pertama, anak dan keluarga sakit dia datang ke rumah saya, kedua dia pinjam mau utang sampai menginap saya tolak karena ada urusan keluarga dan sebagainya dan kemudian karena rasa kemanusiaan, dia bawa ransel dan baju dan karena masalah keluarga dengan berat hati saya ucapkan bismillah saya ikhlasin saya bantu," jelas Azis.

"Kesepakatan seperti apa?" tanya ketua majelis hakim Muhammad Damis.

"Bahasa saya dengan Robin pinjam," jawab Azis.

"Ada kesepakatan waktu pengembalian?" tanya hakim Damis.

"Tidak ada, kepada yang lain juga saya tidak pernah ada kesepakatan waktu," jawab Azis.

"Apa ada perjanjian uang piutang?" tanya hakim Damis.

"Tidak ada," jawab Azis.

"Sudah dikembalikan?" tanya hakim Damis.

"Sampai saat ini belum," jawab Azis.

"Peminjam yang lain?" tanya hakim Damis.

"Banyak, Insya Allah saya berikan sepanjang saya mampu," jawab Azis.

Dalam dakwaan disebutkan pertemuan Azis dan Stepanus Robin di rumah dinas Azis terjadi pada Agustus 2020, yaitu saat Azis meminta agar Robin mengurus kasus penyelidikan KPK di Lampung tengah dengan imbalan masing-masing Rp2 miliar dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado dengan uang muka Rp300 juta.

Masih dalam dakwaan disampaikan bahwa Azis Syamsuddin lalu mengirimkan uang Rp200 juta ke rekening BCA milik Maskur Husain yaitu pada 2, 3, 4 dan 5 Agustus 2020 masing-masing Rp50 juta.

Namun dalam persidangan Azis menyebut uang Rp200 juta yang dikirim ke rekening Maskur itu adalah uang pinjaman kepada Stepanus Robin. Selain itu Azis juga sempat memberikan pinjaman Rp10 juta ke Robin dengan alasan kemanusiaan.

"Saya transfer Rp10 juta rekening Robin, dan Rp50 juta selanjutnya ke rekening yang menurut Robin itu saudaranya, Maskur yang urus keluarganya," ungkap Azis.

"Apa tidak menanyakan kenapa tidak kirim ke rekening Robin saja?" tanya hakim Damis.

"Saya tanya, tapi saya tidak mau kirim ke rekening kamu (Robin) karena kamu penyidik KPK dan itu melanggar aturan," jawab Azis.

"Kan saudara tidak kenal Maskur, kenapa mau kirim uang ke rekening Maskur?" tanya hakim Damis.

"Karena Robin mengatakan itu saudaranya yang mengurus keluarganya," jawab Azis.

Terkait perkara ini, mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sudah dijatuhi vonis 11 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan serta kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp2.322.577.000.

Sedangkan Maskur Husain selaku advokat yang juga rekan Stepanus Robin divonis 9 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp8.702.500.000 dan 36 ribu dolar AS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Malut tangkap tujuh ABK pencari ikan gunakan bom
Jumat, 27 Mei 2022 - 19:37 WIB
Kepolisian Daerah Maluku Utara (Malut) melalui Dit Polairud mengamankan satu buah kapal dan menangka...
Polda Metro imbau warga agar tidak bekerja di perusahaan pinjol ilegal
Jumat, 27 Mei 2022 - 19:24 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengimbau kepada warga untuk tid...
Pengamat BUMN: Masih rancu soal kekayaan negara di perusahaan milik negara
Jumat, 27 Mei 2022 - 18:07 WIB
Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menyebut unsur...
KPK panggil dua saksi kasus suap Wali Kota Ambon
Jumat, 27 Mei 2022 - 12:59 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap dan...
KPK panggil dua ajudan Ade Yasin
Jumat, 27 Mei 2022 - 12:48 WIB
KPK, Jumat, memanggil dua ajudan Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin (AY), sebagai saksi dalam penyidi...
Hubinter Mabes Polri bantu cari anak Ridwan Kamil
Jumat, 27 Mei 2022 - 11:52 WIB
Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri turut membantu upaya pencarian hilangnya anak pertama...
Empat truk terlibat kecelakaan beruntun di Alas Roban Batang
Kamis, 26 Mei 2022 - 23:11 WIB
Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat truk terjadi di Jalan Lingkar Alas Roban, Kabupaten Batang...
Penyebar hoaks foto korban pemanahan di Mataram terancam 6 tahun bui
Kamis, 26 Mei 2022 - 22:23 WIB
Penyebar berita bohong atau hoaks yang menampilkan foto korban pemanahan dengan menyebut kejadian ...
Polrestabes Bandung mulai beri lampu hijau untuk konser musik
Kamis, 26 Mei 2022 - 20:23 WIB
Polrestabes Bandung mulai memberikan sinyal lampu hijau untuk gelaran konser musik setelah adanya re...
Polisi buru pemasok satwa langka kepada perajin di Jember
Kamis, 26 Mei 2022 - 17:59 WIB
Kepolisian Resor Jember memburu pemasok bahan baku satwa langka yang dilindungi kepada salah seorang...
InfodariAnda (IdA)