waisak kiri waisak kanan
Pemerintah Jepang bahas status kuasi-darurat COVID untuk Tokyo
Elshinta
Senin, 17 Januari 2022 - 12:29 WIB |
Pemerintah Jepang bahas status kuasi-darurat COVID untuk Tokyo
Para pejalan kaki memakai masker pelindung terefleksi di jendela di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19) di Tokyo, Jepang, Sabtu (15/1/2022). (REUTERS/ISSEI KATO)

Elshinta.com - Pemerintah Jepang mulai mendiskusikan rencana pemberlakuan status kuasi-darurat bagi Tokyo dan daerah sekitarnya dalam pekan ini, demikian media penyiaran FNN melaporkan pada Senin, ketika kasus COVID-19 meningkat di ibu kota itu.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pada Kamis bahwa Tokyo akan meminta status itu jika tingkat keterisian ranjang rumah sakit bagi pasien COVID-19 meningkat jadi 20 persen.

Tingkat keterisian ranjang perawatan pasien COVID-19 mencapai 19,3 persen pada Minggu.

Varian Omicron yang sangat menular telah mendorong kemunculan kasus COVID-19 di Jepang dan kasus baru secara nasional telah melampaui 25.000 dalam dua hari terakhir, mendekati rekor sebelumnya.

Pemerintah pada 9 Januari mengumumkan tindakan-tindakan kuasi-darurat di tiga wilayah yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat, setelah wabah Omicron diperkirakan meluas ke komunitas sekitarnya.

Tindakan-tindakan itu mencakup pengurangan jam buka restoran dan bar.

Kuasi-darurat itu menjadi kali pertama yang diterapkan sejak September, ketika Jepang mencabut pengendalian darurat yang telah diberlakukan hampir sepanjang tahun lalu.

Koike mengatakan pekan lalu status darurat di Tokyo akan dinyatakan jika keterisian ranjang rumah sakit meningkat jadi 50 persen.

Tokyo telah mengalokasikan sekitar 6.900 ranjang perawatan COVID-19 dari sekitar 128.000 ranjang RS di wilayah ibu kota itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saham Asia mencoba bangkit, saat data China diperkirakan memburuk
Senin, 16 Mei 2022 - 09:45 WIB
Pasar saham Asia mencoba reli pada perdagangan Senin pagi, setelah Wall Street berhasil bangkit dari...
Jokowi singgah di Abu Dhabi sampaikan dukacita wafatnya Sheikh Khalifa
Senin, 16 Mei 2022 - 08:31 WIB
Presiden RI Joko Widodo singgah di Abu Dhabi dalam perjalanannya kembali ke Tanah Air dari Amerika S...
Rudal hantam infrastruktur militer di wilayah Lviv Ukraina
Minggu, 15 Mei 2022 - 20:13 WIB
Serangan rudal menghantam beberapa infrastruktur militer di wilayah barat Ukraina, Lviv, pada Minggu...
Yunani nyatakan siap terima Finlandia, Swedia di NATO
Minggu, 15 Mei 2022 - 13:49 WIB
Yunani mendukung penuh rencana Swedia dan Finlandia untuk bergabung menjadi anggota Pakta Pertahanan...
Elon Musk jawab undangan Presiden Jokowi datang ke RI pada November
Minggu, 15 Mei 2022 - 09:31 WIB
Pendiri Space X dan juga CEO Tesla, Elon Musk, menjawab undangan Presiden Joko Widodo untuk datang k...
Pelek HSR Forged dilirik desainer otomotif Amerika Serikat
Minggu, 15 Mei 2022 - 07:31 WIB
Produsen pelek HSR Wheel menyampaikan bahwa salah satu tipe pelek yakni HSR Forged telah dilirik ole...
Cafe Batavia hadir di Brussels, sajikan kuliner khas Indonesia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 21:45 WIB
Caffe Batavia, restoran yang menyajikan kopi, teh, serta makanan khas asal Indonesia, resmi dibuka d...
Menlu RI dan G7 bahas isu ketahanan pangan akibat perang Ukraina
Sabtu, 14 Mei 2022 - 20:21 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi membahas isu ketahanan pangan akibat perang di Ukraina dalam pe...
Konsulat RI Tawau gelar promosi budaya dan pariwisata
Sabtu, 14 Mei 2022 - 19:45 WIB
Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia menyelenggarakan kegiatan promosi budaya, pariwisata...
Ratusan ribu pengungsi Ukraina terdaftar di Jerman
Sabtu, 14 Mei 2022 - 19:09 WIB
Sebanyak 700 ribu lebih pengungsi asal Ukraina tercatat di Jerman hingga kini, menurut laporan surat...
InfodariAnda (IdA)