Legislator minta Pemko Medan serius atasi masalah sampah
Elshinta
Senin, 17 Januari 2022 - 11:34 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Legislator minta Pemko Medan serius atasi masalah sampah
Sumber foto: Amsal/elshinta.com

Elshinta.com - Anggota DPRD Medan, Wong Chun Sen Tarigan meminta Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara memberikan sarana dan prasarana penanganan sampah. Dimana sampah tidak hanya berdampak banjir akan tetapi juga virus penyakit seperti malaria dan DBD l. Maka untuk itulah penanganan maksimal terhadap sampah di Kota Medan yang merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Utara.

"Terutama di kawasan Kecamatan Medan Tembung ini harus menjadi perhatian serius dalam penanganan sampah tidak hanya tanggungjawab kelurahan dan kecamatan saja akan tetapi juga Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan. Terlebih lagi penyebab banjir di kawasan Medan Tembung disebabkan saluran drainase yang tersumbat sampah," kata anggota DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan saat melaksanakan Sosperda No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Halaman Kantor Camat Medan Tembung, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal, Senin (17/1). 

Kegiatan sosperda yang dihadiri Camat Medan Tembung, Vianti Dewi Nasution, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Maskudin dan Lurah Bandar Selamat, Wong pun menyebutkan minimnya bak sampah atau tempat pembuangan sementara akan mengakibatkan terjadi penumpukan sampah yang diletakan pada pinggir jalan menumpuk akhir masuk ke dalam saluran parit.

"Nah inilah yang menjadi perhatian dengan moda pengangkutan becak sampah yang mengambil sampah ke rumah warga ini akan mengurangi sampah sembarangan. Selain kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ini juga penting sehingga tidak menyebabkan banjir," ujarnya. 

Sementara itu, Camat Medan Tembung, Vianti menyebutkan bahwa dalam penanganan sampah pihaknya telah memindahkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dari Jalan Letda Sujono ke Jalan Mustika I dan Rumbay I. Pemindahan itu dilakukan karena lokasi sebelumnya menjadi tempat pembuangan liar, artinya yang membuang bukan hanya warga Medan Tembung akan tetapi warga diluar tembung sehingga dipindahkan.

Untuk pengawasan sampah, pihaknya mengerahkan P3SU dan Pasukan Melati serta mengimbau warga agar membuang sampah dari jam 6 hingga jam 8 di TPS, serta menggiatkan becak sampah yang mengambil sampah dari rumah-rumah warga.

Ia pun menegaskan petugas melakukan pengawasan agar tidak terjadi pembuangan sampah sembarangan tempat serta melakukan pembersihan saluran drainase oleh petugas P3SU dan parit besar dengan pihak Dinas PU Medan agar tidak banjir.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Maskudin menyebutkan bahwa perharinya sampah di Kota Medan mencapai 2 ribu ton termasuk di dalamnya dari Kecamatan Medan Tembung.

"Untuk itulah hasil kordinasi yang melibatkan Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Binjai, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, lanjut Maskudin maka tempat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional berada di kawasan STM Hilir, Deli Serdang," kata Maskudin.

Maskudin menambahkan, pelaksanaannya, pada awal 2022 ini, "Sehingga kita harapkan mampu mengatasi permasalahan sampah termasuk upaya memanfaat sampah sebagai sumber energi maupun pupuk," 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:19 WIB
Warga Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah segera menut...
Pohon terbesar di dunia itu tumbuh di Agam
Senin, 16 Mei 2022 - 18:36 WIB
Sebatang pohon kayu medang (Litsea Sp) tumbuh terjaga di kawasan hutan rakyat di Jorong Ambacang, Na...
DLH Tanjungpinang catat pemudik produksi 315,27 ton sampah
Jumat, 13 Mei 2022 - 18:43 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mencatat para pemudik selam...
Danau Cirata dipenuhi sampah usai libur Lebaran
Senin, 09 Mei 2022 - 17:39 WIB
Objek wisata Waduk Cirata yang membentang di wilayah Cianjur, Purwakarta dan Bandung Barat dipenuhi ...
Tumpahan minyak bio solar cemari pinggir Pantai Hagu Lhokseumawe
Rabu, 27 April 2022 - 15:34 WIB
Masyarakat Desa Hagu Selatan mengeluh akibat adanya tumpahan minyak bio solar di pangkalan bongkar m...
Krisis iklim sebabkan jutaan anak Indonesia tanggung beban berat
Minggu, 24 April 2022 - 13:55 WIB
Laporan global organisasi `Save the Children` berjudul `Born into the Climate Crisis` menyebut krisi...
Warga pulau di Touna budi daya terumbu karang dari tempurung kelapa
Minggu, 17 April 2022 - 07:25 WIB
Warga Pulau Kabalutan di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Su...
DLH DKI kumpulkan 4,59 ton sampah dari Monas dan Senayan
Selasa, 12 April 2022 - 15:24 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan 13 meter kubik atau sekitar 4,59 ton sampah ...
Pertamina tanggulangi tumpahan minyak di perairan Ternate
Jumat, 08 April 2022 - 10:50 WIB
Area Manager Communication, Relations & CSR Papua, Maluku, Maluku Utara (Malut)  Edi Mangun  menya...
Walhi desak Pemkab Bandung buat perda penyelamatan kawasan konservasi
Minggu, 03 April 2022 - 15:24 WIB
Ketua Dewan Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan mengatakan, desakan terhadap kawasan dan lahan di Kabup...
InfodariAnda (IdA)