LPEI bantu perajin ekspor peti ramah lingkungan
Elshinta
Sabtu, 15 Januari 2022 - 10:11 WIB |
LPEI bantu perajin ekspor peti ramah lingkungan
LPEI dan APIKRI berkolaborasi membantu pengrajin peti ramah lingkungan untuk bisa melakukan ekspor produknya. (ANTARA/HO-LPEI)

Elshinta.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Asosiasi Pengembangan Industri Kerajinan Rakyat Indonesia (APIKRI) berkolaborasi membantu perajin peti ramah lingkungan untuk bisa melakukan ekspor produknya.

Corporate Secretary LPEI Chesna F Anwar mengatakan pihaknya berkomitmen membukakan pasar yang lebih luas bagi perajin, termasuk menyediakan permodalan untuk pengembangan usaha.

"LPEI memiliki mandat dari pemerintah untuk mendorong ekspor. Jadi, kami sangat serius membantu para perajin melalui asosiasi. Kami optimis produk yang unik ini punya pasar yang sangat besar di luar negeri," ujar Chesna dalam keterangan di Jakarta, Sabtu,

Sejak 2017 pihaknya telah mendampingi para pengrajin melalui APIKRI dan mulai 2019 para perajin sudah bisa mengekspor. Ekspor perdana ke Belanda pada 2019 nilainya sekitar Rp150 juta, kemudian ekspor ke Amerika Serikat. Jika dihitung rata-rata per bulan dilakukan ekspor tiga kontainer senilai Rp450 Juta, maka dalam setahun ekspornya mencapai lebih dari Rp5 miliar.

"Ini bisnis yang prospeknya menjanjikan. Apalagi pasar luar negeri mencari produk ramah lingkungan, termasuk memikirkan persiapan ketika kelak menutup usia, maka mereka membutuhkan peti," ujar Chesna.

Salah satu perajin peti adalah Purwanto, 42 tahun mengatakan peti yang dibuatnya berasal dari bahan ramah lingkungan, mulai dari rotan, eceng gondok, mendong, rami, pelepah pisang, dan aneka bahan alam lain yang ramah lingkungan, yang disebutnya green coffin.

Produk seperti itu diminati pasar Eropa hingga Amerika Serikat, negara-negara yang kesadaran terhadap lingkungannya relatif sudah tinggi. Kayu-kayu sebagai rangka penguat peti menggunakan kayu yang sudah memiliki sertifikat SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), sebagai syarat untuk bisa masuk ke pasar Eropa.

Dari bisnis tersebut, Purwanto bisa mempekerjakan kurang lebih 100 orang di pabriknya yang berlokasi di Desa Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Usahanya yang bernama Eco Green, punya pasar tetap di Eropa dan Amerika Serikat.

"Saya memulai bisnis ini pada tahun 2002. Permintaannya terus naik dari tahun ke tahun. Apalagi setelah kami mendapat pendampingan dan pembinaan, juga dibantu mencari pasar dan permodalan" ujar Purwanto.

Melalui APIKRI, asosiasi di mana Purwanto bergabung, tiap bulan setidaknya tiga kontainer berisi peti mati dikirim ke luar negeri. Tiap kontainer bisa memuat 80 peti, sehingga tiap bulan setidaknya terjual 240 buah peti.

APIKRI tidak cuma menampung produksi peti buatan Purwanto. Sebagai asosiasi pengrajin, asosiasi tersebut juga menjadi penampung produk sejenis buatan produsen seperti Purwanto. Dari bisnis itu, setidaknya sudah ada tiga klaster usaha di Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, dan Kulon Progo.

Ketua APIKRI Kemiskidi mengatakan yang ikut menikmati manisnya bisnis peti tersebut memang sangat banyak, mulai dari pengumpul eceng gondok, pelepah pisang, sampai dengan tukang pembuatnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Reisa: Aturan pembatasan untuk 14 negara tak efektif lagi dijalankan
Selasa, 18 Januari 2022 - 00:23 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan...
Sejumlah kawasan di Palembang kembali terendam banjir
Senin, 17 Januari 2022 - 23:47 WIB
Sejumlah kawasan pemukiman penduduk dan beberapa ruas jalan protokol di Kota Palembang, Sumatera Sel...
Lima juta vaksin Sinovac tiba di Indonesia
Senin, 17 Januari 2022 - 23:35 WIB
Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional. Dalam tahap ...
Wawali minta warga Surabaya laporkan jalan berlubang ke `Wargaku`
Senin, 17 Januari 2022 - 23:23 WIB
Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Armuji meminta warga Kota Pahlawan, Jawa Timur, melaporkan adanya ...
Pemerintah kaji lokasi PLTN di Bangka Belitung dan Kalimantan
Senin, 17 Januari 2022 - 22:59 WIB
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai kajian dan studi terkait rencana pembangunan Pembangki...
Anggota DPR mengamuk lihat tanah galian berceceran di jalan Subang
Senin, 17 Januari 2022 - 21:59 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengamuk melihat jalan provinsi di Kabupaten Subang, Jawa...
Polres Malang selidiki penyebab kebakaran Pasar Bululawang
Senin, 17 Januari 2022 - 21:47 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Malang tengah melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran yang mela...
Pemkot Mataram akan pugar 85 unit rumah tidak layak huni
Senin, 17 Januari 2022 - 21:35 WIB
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan memugar rumah tidak layak huni (RTLH) de...
Kunjungan Mendikbud di Unpad diwarnai aksi korban kekerasan seksual
Senin, 17 Januari 2022 - 21:23 WIB
Kunjungan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Menristekdikti) Nadiem Makarim ke Un...
PLN bangun SPKLU 50 kW pendukung ekosistem kendaraan listrik
Senin, 17 Januari 2022 - 21:11 WIB
PT PLN (Persero) membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berkapasitas 50 kilo Wat...
InfodariAnda (IdA)