Luhut minta masukan pakar siapkan skenario hadapi lonjakan Omicron
Elshinta
Sabtu, 15 Januari 2022 - 09:41 WIB |
Luhut minta masukan pakar siapkan skenario hadapi lonjakan Omicron
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA/HO-maritim.go.id/pri. (ANTARA/HO-maritim.go.id) (ANTARA/HO-maritim.go.id) (ANTARA/HO-maritim.go.id)

Elshinta.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta masukan dari para pakar lintas disiplin guna menyiapkan skenario menghadapi lonjakan kasus Omicron.

Bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, dan Koordinator Tim Pakar Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Menko Luhut menggelar dialog virtual dengan para epidemiolog, pakar kesehatan, dokter, dan pakar sosial dari berbagai lembaga pendidikan dan penelitian di Indonesia, Jumat (14/1).

"Dari berbagai penelitian yang diberikan kepada saya oleh para teman-teman epidemiolog dan dokter, kita tahu bahwa varian Omicron ini menular sangat cepat, tetapi less severe atau tidak parah. Walaupun terdapat angka kematian di beberapa negara namun jumlahnya cukup rendah dari varian ini. Walau begitu, kita mau agar lonjakan kasus konfirmasi ini bisa kita turunkan dan bagaimana upaya kita pasca-lonjakan Omicron ini," kata Menko Luhut Pandajaitan melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Hingga saat ini, varian Omicron sudah terdeteksi lebih dari 500 kasus konfirmasi di Indonesia. Transmisi lokal pun telah terjadi di wilayah DKI Jakarta.

Dalam diskusi itu, salah satu pakar dari Eijkman Institute Amin Soebandrio mengatakan Indonesia sedang memasuki masa transisi penanganan COVID-19 dari varian Delta menuju Omicron. Oleh karena itu, pengawasan pada tingkat molekular perlu dipertajam, mengingat banyak hal yang belum diketahui mengenai varian ini.

"Sampai sekarang Omicron ini masih terus diteliti, kecepatan penularannya cepat. Walaupun ini merupakan varian yang berbeda dari Delta dengan tingkat kematian yang masih belum ada, tetapi kita perlu terus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi," ujarnya.

Epidemiolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Hari Kusnanto dan Epidemiolog dari FK Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo juga menyampaikan seharusnya pemerintah dapat menjaga kenaikan kasus tidak terlalu cepat dan juga tinggi (flattening the curve) sehingga puncak kasus akan terjadi di bulan Maret namun dengan jumlah kasus yang lebih rendah.

Hanya saja, menurut Hari, pengendalian penularan varian Omicron dapat dilakukan jika protokol kesehatan, pembatasan mobilitas, pelaksanaan vaksinasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan sudah terakomodir dengan baik.

Pakar lainnya yaitu Erlina Burhan dan Siti Setiati dari FK Universitas Indonesia (UI) mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan adanya narasi varian Omicron ini tidak seganas varian sebelumnya.

Keduanya memberikan saran kepada Menko Luhut dan jajaran menteri serta Satgas agar melakukan upaya-upaya tegas dalam menegakkan protokol kesehatan dan juga melakukan vaksin booster.

"Varian ini masih terus diteliti, dia less severe daripada Delta, tapi masih terus diteliti. Ini bisa meningkat, jika kita tidak tegas dalam mengurangi transmisi atau transmisinya tinggi," tegas Dokter Siti.

Sementara itu Sosiolog UI Imam B Prasodjo menjelaskan strategi yang selama ini sudah digunakan dalam aspek sosial sudah tepat. Menurutnya, ada empat poin utama yang perlu terus dilakukan oleh pemerintah, yakni memperkuat koordinasi antarjajaran pemerintah serta aparat keamanan.

Strategi kedua, tambah Imam, adalah mendorong masyarakat melakukan public-pressure kepada sesamanya yang melanggar aturan protokol kesehatan; melakukan kampanye untuk meningkatkan ketahanan tubuh atau imunitas tubuh di dalam keluarga; dan juga mencoba melakukan pemberdayaan masyarakat di daerah melalui pendidikan agar tidak terjadi generation lost.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Reisa: Aturan pembatasan untuk 14 negara tak efektif lagi dijalankan
Selasa, 18 Januari 2022 - 00:23 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan...
Sejumlah kawasan di Palembang kembali terendam banjir
Senin, 17 Januari 2022 - 23:47 WIB
Sejumlah kawasan pemukiman penduduk dan beberapa ruas jalan protokol di Kota Palembang, Sumatera Sel...
Lima juta vaksin Sinovac tiba di Indonesia
Senin, 17 Januari 2022 - 23:35 WIB
Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional. Dalam tahap ...
Wawali minta warga Surabaya laporkan jalan berlubang ke `Wargaku`
Senin, 17 Januari 2022 - 23:23 WIB
Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Armuji meminta warga Kota Pahlawan, Jawa Timur, melaporkan adanya ...
Pemerintah kaji lokasi PLTN di Bangka Belitung dan Kalimantan
Senin, 17 Januari 2022 - 22:59 WIB
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai kajian dan studi terkait rencana pembangunan Pembangki...
Anggota DPR mengamuk lihat tanah galian berceceran di jalan Subang
Senin, 17 Januari 2022 - 21:59 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengamuk melihat jalan provinsi di Kabupaten Subang, Jawa...
Polres Malang selidiki penyebab kebakaran Pasar Bululawang
Senin, 17 Januari 2022 - 21:47 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Malang tengah melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran yang mela...
Pemkot Mataram akan pugar 85 unit rumah tidak layak huni
Senin, 17 Januari 2022 - 21:35 WIB
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan memugar rumah tidak layak huni (RTLH) de...
Kunjungan Mendikbud di Unpad diwarnai aksi korban kekerasan seksual
Senin, 17 Januari 2022 - 21:23 WIB
Kunjungan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Menristekdikti) Nadiem Makarim ke Un...
PLN bangun SPKLU 50 kW pendukung ekosistem kendaraan listrik
Senin, 17 Januari 2022 - 21:11 WIB
PT PLN (Persero) membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berkapasitas 50 kilo Wat...
InfodariAnda (IdA)