Pemerintah minta masyarakat bijak bermobilitas tekan kasus Omicron
Elshinta
Rabu, 12 Januari 2022 - 21:39 WIB |
Pemerintah minta masyarakat bijak bermobilitas tekan kasus Omicron
Foto dokumen: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat Forum Ekonomi Digital II \"Financial Technology dan Pinjaman Online\" yang dilaksanakan secara hibrida dari Jakarta, Rabu (29/9/2021). ANTARA/HO-Kemkominfo/am.

Elshinta.com - Pemerinah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat bijak bermobilitas, termasuk tidak bepergian ke luar negeri, demi menekan penyebaran virus corona varian Omicron.

"Oleh karenanya, kami kembali sampaikan pesan ini kepada masyarakat, untuk bijak bermobilitas, tidak bepergian dulu ke luar negeri dalam beberapa minggu mendatang guna menekan potensi bertambahnya kasus Omicron yang masuk ke negara kita," kata Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dalam keterangan pers, Rabu.

Data Kementerian Kominfo menunjukkan sebagian besar kasus COVID-19 yang terkonfirmasi sebagai varian Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Contoh kasus untuk wilayah Jakarta, dari 537 kasus, ada 435 kasus yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

"Data menunjukkan bahwa kasus konfirmasi Omicron di Indonesia sebagian besar adalah pada pelaku perjalanan luar negeri," kata Johnny.

Kasus konfirmasi Omicron di Indonesia terus bertambah. Per 11 Januari 2022, Omicron secara nasional telah menjangkiti 802 orang.

Menurut Johnny, dibandingkan sebelumnya, Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron, salah satunya karena vaksinasi.

"Tingkat vaksinasi sudah lebih baik, kapasitas testing dan tracing kita juga lebih tinggi. Sistem kesehatan sudah lebih siap, baik dalam hal obat-obatan, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, tenaga kesehatan, oksigen, dan fasilitas isolasi terpusat," kata Johnny.

Johnny juga menegaskan pemerintah terus memantau dan mengevaluasi secara ketat perkembangan kasus COVID-19 dan mengambil langkah antisipasi yang diperlukan. Salah satu indikator utama adalah situasi perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti angka keterisian tempat tidur di rumah sakit.

"Pemerintah terus berusaha untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Namun, mesti diingat, ini tidak bisa kita lakukan tanpa dukungan penuh dari masyarakat," kata Johnny.

Cara mengendalikan penyebaran virus corona varian Omicros adalah dengan mengurangi bepergian ke luar negeri. Selain itu, yang juga syarat utama, semua pihak harus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Terutama disiplin prokes dan segera vaksinasi. Untuk kelompok yang sudah mendapatkan jadwal vaksinasi booster, jangan sampai terlewatkan. Vaksinasi sangat membantu dalam mengurangi resiko kita sakit berat jika terinfeksi COVID-19," kata Johnny.

Kemungkinan kasus COVID-19 tetap ada, untuk itu Johnny meminta masyarakat tidak panik, tetap waspada dan terus bekerja sama.

Mutasi baru virus corona ini teridentifikasi berada di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di sejumlah tempat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hepatitis akut sebabkan kerusakan hati yang parah
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:31 WIB
Siaran PersSaat Indonesia mulai bernapas lega dengan menurunnya tren kasus Covid-19, penyakit bar...
Psikolog: Tetap prokes atasi cemas di tengah pelonggaran masker
Selasa, 24 Mei 2022 - 08:27 WIB
Psikolog Mega Tala Harimukthi menyarankan orang-orang yang masih khawatir dengan dirinya sendiri di ...
Pria dengan masalah kesuburan berisiko terkena kanker payudara
Senin, 23 Mei 2022 - 19:21 WIB
Penelitian terbaru menemukan bahwa pria yang tidak subur kemungkinan dua kali lebih beresiko terkena...
Ini fase-fase penyakit hepatitis akut berat
Senin, 23 Mei 2022 - 17:34 WIB
Guru Besar yang juga merupakan Dokter Spesialis Anak Sub Spesialis Gastro-Hepatologi FKUI–RSCM, Pr...
Dokter ini bantu pahami sisi gelap diri dalam `Merawat Luka Batin`
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:55 WIB
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Jiemi dr. Jiemi Ardian Sp.KJ memberikan kiat bagi orang-orang t...
Masih perlukah tes COVID-19 untuk kurangi penularan kasus saat ini?
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:07 WIB
Bagi sebagian orang, menjalani tes usap di hidung atau tenggorokan (swab test) untuk menguji COVID-1...
Seberapa efektifkah `powder sunscreen`?
Sabtu, 21 Mei 2022 - 11:35 WIB
Sebagian besar orang lebih mengenal sunscreen atau tabir surya dalam bentuk losyen atau spray.
Dokter: Obesitas dapat memicu gangguan siklus haid
Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:51 WIB
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Siloam Mampang dr. Joan Meutia Sari Sp.OG m...
Berapa banyak urine yang dapat ditampung kandung kemih yang sehat?
Sabtu, 21 Mei 2022 - 08:01 WIB
Kandung kemih manusia dapat menampung cukup banyak cairan yakni sekitar 2,3 cangkir atau 500 ml untu...
Pentingnya ukur tekanan darah secara rutin sebelum muncul keluhan
Sabtu, 21 Mei 2022 - 00:11 WIB
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Hipertensi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular I...
InfodariAnda (IdA)