DPRD Medan: Image jumpa pohon `ngelak` bagi pejalan kaki harus diubah
Elshinta
Selasa, 11 Januari 2022 - 16:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 DPRD Medan: Image jumpa pohon `ngelak` bagi pejalan kaki harus diubah
Sumber foto: Amsal/elshinta.com

Elshinta.com - Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatra Utara harus berbenah dalam penataan kota seperti Magelang maupun Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, Selasa (11/1).

Dedy mencontohkan jika di Medan untuk pejalan kaki harus mengalah atau mengelak kalau jumpa pohon, artinya harus turun ke jalan untuk mengelakan pohon baru naik lagi ke trotoar namun di Magelang maupun Yogyakarta tidak ditemukan hal seperti itu.

"Jadi jangan ada istilah 'Jumpa Pohon Ngelak', nah image itu yang harus diubah oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Kebersihan Pertamanan Kota Medan," ucap Dedy sembari menunjuk ditemukan adanya trotoar bagi pejalan kaki yang digunakan untuk usaha.

Begitu juga dari sisi bangunan banyak yang harus dibenahi, sebab harus tersedia lokasi parkir sehingga tidak menganggu badan jalan.

"Karena kita melihat satu saja mobil yang parkir di Kota Medan sudah macat sehingga ini harus ditata ulang kembali sebelum pemberian izin dikeluarkan," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal.

Dedy juga menyebutkan dalam kunjungan kerjanya di Magelang dan Yogyakarta untuk penataan pasar tradisional juga tertata rapi dan tidak menganggu jalan. "Nah sejauh ini Medan harus ditata lebih baik lagi, dalam mengwujudkan Kota Metropolitan," katanya.

Selain itu juga, kondisi pasar tradisionalnya pun bersih dan nyaman, untuk itulah kita berharap bagi Dinas Perkim berkolaborasi dengan PUD Pasar Medan untuk menatanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:19 WIB
Warga Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah segera menut...
Pohon terbesar di dunia itu tumbuh di Agam
Senin, 16 Mei 2022 - 18:36 WIB
Sebatang pohon kayu medang (Litsea Sp) tumbuh terjaga di kawasan hutan rakyat di Jorong Ambacang, Na...
DLH Tanjungpinang catat pemudik produksi 315,27 ton sampah
Jumat, 13 Mei 2022 - 18:43 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mencatat para pemudik selam...
Danau Cirata dipenuhi sampah usai libur Lebaran
Senin, 09 Mei 2022 - 17:39 WIB
Objek wisata Waduk Cirata yang membentang di wilayah Cianjur, Purwakarta dan Bandung Barat dipenuhi ...
Tumpahan minyak bio solar cemari pinggir Pantai Hagu Lhokseumawe
Rabu, 27 April 2022 - 15:34 WIB
Masyarakat Desa Hagu Selatan mengeluh akibat adanya tumpahan minyak bio solar di pangkalan bongkar m...
Krisis iklim sebabkan jutaan anak Indonesia tanggung beban berat
Minggu, 24 April 2022 - 13:55 WIB
Laporan global organisasi `Save the Children` berjudul `Born into the Climate Crisis` menyebut krisi...
Warga pulau di Touna budi daya terumbu karang dari tempurung kelapa
Minggu, 17 April 2022 - 07:25 WIB
Warga Pulau Kabalutan di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Su...
DLH DKI kumpulkan 4,59 ton sampah dari Monas dan Senayan
Selasa, 12 April 2022 - 15:24 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan 13 meter kubik atau sekitar 4,59 ton sampah ...
Pertamina tanggulangi tumpahan minyak di perairan Ternate
Jumat, 08 April 2022 - 10:50 WIB
Area Manager Communication, Relations & CSR Papua, Maluku, Maluku Utara (Malut)  Edi Mangun  menya...
Walhi desak Pemkab Bandung buat perda penyelamatan kawasan konservasi
Minggu, 03 April 2022 - 15:24 WIB
Ketua Dewan Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan mengatakan, desakan terhadap kawasan dan lahan di Kabup...
InfodariAnda (IdA)