Bupati Kudus: Tindak oknum pengeksploitasi air Muria
Elshinta
Selasa, 11 Januari 2022 - 11:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Bupati Kudus: Tindak oknum pengeksploitasi air Muria
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Bupati Kudus, Jawa  Tengah Hartopo akan menindak oknum pengeksploitasi air Muria. Pernyataan tersebut disampaikan Hartopo saat menerima audiensi aliansi masyarakat Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus yang berada di lereng Gunung Muria di Pendopo Kabupaten. Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah telah membuat aturan tegas untuk menindak oknum-oknum yang eksploitasi air Gunung Muria secara besar-besaran. Munculnya kembali aduan terkait eksploitasi tersebut direspon Bupati Kudus dengan serius. 

Sebelumnya beberapa tahun lalu juga pernah muncul permasalahan terkait eksploitasi air dari lereng Gunung Muria. Bahkan tim gabungan dikerahkan untuk melakukan razia terhadap truk tangki air yang melintas maupun lokasi sumber air yang dieksploitasi. "Kami tegaskan untuk menindak oknum yang mengeksploitasi air seperti sebelum-sebelumnya. Kami akan tertibkan dan mengawasi penggunaan air sesuai aturan yang berlaku," ungkap Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Adanya eksploitasi tersebut memang cukup dirasakan oleh  masyarakat setempat. Pasalnya, ketersediaan air di lereng Gunung Muria terus berkurang. Oleh sebab itu, Bupati mendorong pengembangan BUMDes untuk mengatur instalasi pipa air, sehingga pemanfaatan air untuk kebutuhan rumah tangga terpenuhi, tidak seperti sekarang banyak dikomersilkan.

"Kami mendorong agar desa mengembangkan BUMDes sehingga pipa air ditata dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat," imbuhnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DLHK sebut Sungai Bengkulu tercemar bakteri Escherichia Coli
Jumat, 20 Mei 2022 - 18:38 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa Sungai Bengkulu tela...
Tim KLHK tangani pembuangan limbah B3 di kawasan hutan Karawang
Kamis, 19 Mei 2022 - 15:40 WIB
Tim Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menangani pe...
Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:19 WIB
Warga Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah segera menut...
Pohon terbesar di dunia itu tumbuh di Agam
Senin, 16 Mei 2022 - 18:36 WIB
Sebatang pohon kayu medang (Litsea Sp) tumbuh terjaga di kawasan hutan rakyat di Jorong Ambacang, Na...
DLH Tanjungpinang catat pemudik produksi 315,27 ton sampah
Jumat, 13 Mei 2022 - 18:43 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mencatat para pemudik selam...
Danau Cirata dipenuhi sampah usai libur Lebaran
Senin, 09 Mei 2022 - 17:39 WIB
Objek wisata Waduk Cirata yang membentang di wilayah Cianjur, Purwakarta dan Bandung Barat dipenuhi ...
Tumpahan minyak bio solar cemari pinggir Pantai Hagu Lhokseumawe
Rabu, 27 April 2022 - 15:34 WIB
Masyarakat Desa Hagu Selatan mengeluh akibat adanya tumpahan minyak bio solar di pangkalan bongkar m...
Krisis iklim sebabkan jutaan anak Indonesia tanggung beban berat
Minggu, 24 April 2022 - 13:55 WIB
Laporan global organisasi `Save the Children` berjudul `Born into the Climate Crisis` menyebut krisi...
Warga pulau di Touna budi daya terumbu karang dari tempurung kelapa
Minggu, 17 April 2022 - 07:25 WIB
Warga Pulau Kabalutan di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Su...
DLH DKI kumpulkan 4,59 ton sampah dari Monas dan Senayan
Selasa, 12 April 2022 - 15:24 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan 13 meter kubik atau sekitar 4,59 ton sampah ...
InfodariAnda (IdA)