Pakar mesin: Kendaraan keluaran lama bisa gunakan BBM RON tinggi
Elshinta
Minggu, 09 Januari 2022 - 13:25 WIB |
Pakar mesin: Kendaraan keluaran lama bisa gunakan BBM RON tinggi
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Pakar mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri menyatakan, seluruh kendaraan pada dasarnya bisa menggunakan bahan bakar dengan RON 92 ke atas sehingga masyarakat tak perlu ragu menggunakan BBM RON tinggi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.

"Jangan ragu-ragu. Sebab, bukan hanya keluaran terbaru yang bisa menggunakan BBM beroktan tinggi. Kendaraan yang diproduksi tahun 90-an ke bawah pun bisa,” katanya di Jakarta, Sabtu (8/1).

Menurut dia, pemakaian BBM dengan RON tinggi hanya membutuhkan dua syarat, yakni kompresi dan timing ignition yang keduanya bisa diatur pada mesin.

"Misal perbandingan kompresi harus naik, berarti silindernya harus dipotong agar lebih pendek. Jika timing ignition tidak cocok, hanya tinggal digeser,” jelas Tri.

​Dengan demikian, tambahnya, masyarakat pemilik mobil lama hanya perlu melakukan setting mesin kendaraannya dengan menggunakan cara tersebut.

Untuk melakukan setting hanya perlu dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer atau laptop, yaitu dengan melakukan scanner untuk mengetahui perubahan perbandingan kompresi.

"Untuk mengubah engine map tersebut, hanya dikenakan biaya Rp200 ribu,” katanya.

Tri menambahkan, memang sudah saatnya masyarakat beralih menggunakan BBM RON tinggi seperti seri Pertamax. Baik untuk kendaraan baru maupun kendaraan keluaran lama, pemakaian BBM RON tinggi memang memiliki keunggulan dibandingkan memakai BBM RON rendah.

“Bahan bakar beroktan tinggi akan membuat mesin lebih awet, tidak boros, dan pembakaran mesin tidak menimbulkan banyak polusi. Sebab kinerja mesin menjadi enteng, bisa dirasakan saat mengendarai kendaraan,” ujarnya.

Sebaliknya, imbuhnya, pemakaian BBM berkualitas rendah akan membuat performa mesin rendah, boros, dan membuat udara semakin tercemar. Bahkan, yang lebih fatal lagi, muncul kerak pada bagian mesin, akibat pembakaran yang tak sempurna.

"Jika masih mau dan layak digunakan, setiap 20 ribu kilometer, harus carbon cleaning. Berarti keluar biaya ekstra. Jika tidak dibersihkan, suatu saat pelatuk atau pistonnya bisa berkerak. Ini akan menyebabkan mesin rusak dan turun mesin (overhaul)," ujarTri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah Selasa pagi menguat 11 poin
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:27 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 11 poin
IHSG Selasa dibuka menguat 18,45 poin
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat 18,45 poin
Kantor PLN di Bali diterangi listrik PLTS atap
Senin, 23 Mei 2022 - 15:11 WIB
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali berkomitmen dalam penambahan kapasitas pembangkit berbas...
Ekspor CPO kembali dibolehkan, Polda Sumut perketat awasi distribusi minyak goreng
Senin, 23 Mei 2022 - 11:34 WIB
Polda Sumatera Utara akan memperketat pengawasan terhadap distribusi minyak goreng dan mewanti-wanti...
IHSG menguat seiring fokus pasar tertuju ke rapat Bank Indonesia
Senin, 23 Mei 2022 - 10:10 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (23/5) pagi menguat seiring...
Rupiah Senin pagi melemah tipis 2 poin
Senin, 23 Mei 2022 - 09:59 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah tipis 2 p...
IHSG Senin dibuka menguat 12,8 poin
Senin, 23 Mei 2022 - 09:47 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka menguat 12,8 poin
Gerbang Tami, jadi terobosan Sukoharjo cetak petani muda
Minggu, 22 Mei 2022 - 18:11 WIB
Dorong regenerasi petani, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mendeklarasikan petani milenia...
Wali Kota Magelang dukung munculnya wirausaha budidaya `tabulampot`
Minggu, 22 Mei 2022 - 17:07 WIB
Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz memberikan motivasi kepada peserta pelatihan berwirausaha b...
Layanan sertifikat energi baru terbarukan, solusi energi bersih dari PLN 
Minggu, 22 Mei 2022 - 16:55 WIB
Kesadaran para pelaku usaha dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) semakin meningkat. PT PLN...
InfodariAnda (IdA)