Wali Kota Jayapura minta warga peduli lingkungan dan tidak rusak hutan
Elshinta
Jumat, 07 Januari 2022 - 15:35 WIB |
Wali Kota Jayapura minta warga peduli lingkungan dan tidak rusak hutan
Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano usai meninjau Kali Anafri di kawasan Ajendam XVII Cendrawasih Jayapura, Jumat (7/1/2022). (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) meminta warga agar peduli terhadap lingkungan dan tidak merusak hutan.

Bencana alam tanah longsor dan banjir disebabkan ulah manusia yang terus merusak dan merambah hutan serta membangun rumah di lereng gunung.

Dari hasil pantauan di beberapa lokasi yang terjadi banjir dan longsor itu selain disebabkan curah hujan tinggi juga terjadi penyempitan di kali atau sungai kecil akibat pembangunan serta tertumpuk sedimen hingga meluap dan menggenangi pemukiman penduduk, kata Wali Kota BTM kepada Antara, Jumat.

Saat ini jumlah penduduk Kota Jayapura terus bertambah hingga banyak yang memilih membangun di lereng gunung dan daerah resapan air yang sebetulnya tidak diizinkan untuk dibangun, namun tetap membangun dengan izin dari masyarakat adat.

Beberapa lokasi banjir memang sudah menjadi langganan yang diperparah kali penuh dengan sedimen baik yang hanyut dari hutan maupun faktor lainnya.

Karena itu pihaknya berharap agar masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi.

Waka Polresta Jayapura Kota AKBP Suprapto secara terpisah mengatakan tujuh korban meninggal akibat longsor yang terjadi, Jumat dini hari, di empat wilayahnya yakni tiga orang di Nirwana, dua orang di Bhayangkara, serta di APO Bengkel dan Klofkam masing-masing satu orang.

Saat ini korban sudah dievakuasi, namun belum semua diketahui identitasnya, kata AKBP Suprapto.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:19 WIB
Warga Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah segera menut...
Pohon terbesar di dunia itu tumbuh di Agam
Senin, 16 Mei 2022 - 18:36 WIB
Sebatang pohon kayu medang (Litsea Sp) tumbuh terjaga di kawasan hutan rakyat di Jorong Ambacang, Na...
DLH Tanjungpinang catat pemudik produksi 315,27 ton sampah
Jumat, 13 Mei 2022 - 18:43 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mencatat para pemudik selam...
Danau Cirata dipenuhi sampah usai libur Lebaran
Senin, 09 Mei 2022 - 17:39 WIB
Objek wisata Waduk Cirata yang membentang di wilayah Cianjur, Purwakarta dan Bandung Barat dipenuhi ...
Tumpahan minyak bio solar cemari pinggir Pantai Hagu Lhokseumawe
Rabu, 27 April 2022 - 15:34 WIB
Masyarakat Desa Hagu Selatan mengeluh akibat adanya tumpahan minyak bio solar di pangkalan bongkar m...
Krisis iklim sebabkan jutaan anak Indonesia tanggung beban berat
Minggu, 24 April 2022 - 13:55 WIB
Laporan global organisasi `Save the Children` berjudul `Born into the Climate Crisis` menyebut krisi...
Warga pulau di Touna budi daya terumbu karang dari tempurung kelapa
Minggu, 17 April 2022 - 07:25 WIB
Warga Pulau Kabalutan di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Su...
DLH DKI kumpulkan 4,59 ton sampah dari Monas dan Senayan
Selasa, 12 April 2022 - 15:24 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan 13 meter kubik atau sekitar 4,59 ton sampah ...
Pertamina tanggulangi tumpahan minyak di perairan Ternate
Jumat, 08 April 2022 - 10:50 WIB
Area Manager Communication, Relations & CSR Papua, Maluku, Maluku Utara (Malut)  Edi Mangun  menya...
Walhi desak Pemkab Bandung buat perda penyelamatan kawasan konservasi
Minggu, 03 April 2022 - 15:24 WIB
Ketua Dewan Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan mengatakan, desakan terhadap kawasan dan lahan di Kabup...
InfodariAnda (IdA)