Warga Gang Wahab Lumajang terancam longsor Sungai Kaliasem
Elshinta
Rabu, 05 Januari 2022 - 15:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Warga Gang Wahab Lumajang terancam longsor Sungai Kaliasem
Sumber foto: Efendi Murdiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Longsor Sungai Kaliasem, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang terus mengikis tebing dan mengancam keselamatan masyarakat Gang Wahab Kelurahan Rogotrunan Kecamatan dan Kabupaten Lumajang Jawa Timur dan sekitarnya. Bahaya yang bisa menjadi bencana nasional itu agar pemerintah segera prioritaskan penanganan. Lakukan pencegahan sebelum menelan banyak korban karena itu telah lama dikeluhkan masyarakat.

Hal ini disampaikan anggota Komisi E DPR Provensi Jawa Timur, Hari Putri Lestari di lokasi longsor bersama masyarakat setempat seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Rabu (5/1). 

DPR Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan dalam pertemuan singkat dengan warga Gang Wahab juga mengingatkan supaya meningkatkan waspada, mengingat curah hujan dari prakiraan BMKG masih tinggi dalam beberapa minggu kedepan. 

"Prakiraan BMKG debit air naik 20 persen sampai 70 persen dari pada musim-musim tahun lalu", kata alumni Unair Surabaya.

Salah satu warga Gang Wahab Kelurahan Rogotrunan Adisty Eka Nuriyasari mengatakan, dirinya telah menghadap langsung Bupati Lumajang Thoriqul Haq namun belum ada langkah penyelamatan ancaman bahaya Sungai Kaliasem.

"Saya temui pak Thoriq (Bupati Lumajang-red) sekalian, ini dapur saya sudah lurus dengan tebing sungai," ucapnya.

Sementara ini warga melakukan penanganan mandiri dengan memasang sak diisi batu dan pasir di aliran air sungai, agar air yang cukup deras tidak menghantam tebing lemah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung Semeru masih alami beberapa kali letusan dan guguran
Sabtu, 28 Mei 2022 - 13:23 WIB
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut di Kabupaten Lumajang, Jawa T...
1.312 rumah warga terdampak banjir di Majene
Sabtu, 28 Mei 2022 - 06:45 WIB
Sebanyak 1.312 rumah milik warga di sembilan desa dan satu kelurahan di tiga kecamatan di Kabupaten ...
Guguran lava pijar meluncur tujuh kali dari Gunung Merapi
Jumat, 27 Mei 2022 - 11:29 WIB
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi ...
27 Mei 2006: Gempa M 5,9 guncang pagi hari di Yogyakarta
Jumat, 27 Mei 2022 - 06:00 WIB
27 Mei 2006, gempa kuat mengguncang Yogyakarta dan dirasakan sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa T...
Sahabat Ganjar gelar baksos korban terdampak rob Semarang
Kamis, 26 Mei 2022 - 19:05 WIB
Musibah banjir rob terjadi di beberapa kawasan pantai utara Semarang pada Senin (23/5) yang lalu. Ba...
BMKG prediksi banjir rob di sebagian Jawa berlangsung hingga 25 Mei
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:47 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pasang surut, kondisi banjir pesisi...
Mengapa Kaltara kian rawan banjir?
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:25 WIB
Banjir di Kalimantan Utara hakikatnya bukan perkara baru. Pasalnya kawasan pemukiman sejak ratusan ...
Banjir rob 2 meter lebih landa pesisir Kota Semarang
Selasa, 24 Mei 2022 - 00:07 WIB
Peristiwa banjir rob atau air pasang yang melimpas ke daratan dengan ketinggian 2 meter lebih meland...
BPBD: Banjir rob berdampak ke semua kecamatan di Banjarmasin
Senin, 23 Mei 2022 - 15:25 WIB
Banjir rob berdampak ke semua wilayah kecamatan di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, me...
BPBD Agam belum terima laporan soal kerusakan bangunan akibat gempa
Senin, 23 Mei 2022 - 13:24 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam di Provinsi Sumatera Barat sampai saat ini...
InfodariAnda (IdA)