Duterte tak akan minta maaf atas kematian dalam perang antinarkoba
Elshinta
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:57 WIB |
Duterte tak akan minta maaf atas kematian dalam perang antinarkoba
Arsip - Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Davao City, Filipina, September 2018. (Reuters/Lean Daval Jr.)

Elshinta.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa (4/1) mengatakan bahwa dia tidak akan pernah meminta maaf atas kematian para tersangka pengguna dan pengedar narkoba yang terbunuh dalam operasi polisi yang memerangi narkoba.

Kematian dalam operasi antinarkoba itu telah membuat khawatir kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Lebih dari 6.200 tersangka pengguna dan pengedar narkoba tewas dalam operasi antinarkotika di Filipina sejak Duterte menjabat pada Juni 2016 hingga November 2021, menurut data pemerintah.

"Saya tidak akan, tidak akan pernah meminta maaf atas kematian itu," kata Duterte dalam pidato nasional mingguannya.

"Bunuh saya, penjarakan saya, saya tidak akan pernah meminta maaf," ujarnya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para kritikus mengatakan penegak hukum telah mengeksekusi para tersangka kasus narkoba.

Namun, pihak kepolisian Filipina mengatakan para tersangka yang terbunuh adalah mereka yang bersenjata dan dengan keras menolak penangkapan.

Duterte, dalam pidato nasional pertamanya pada 2022, bersumpah untuk melindungi para penegak hukum yang melakukan tugas mereka, dan memberitahu mereka untuk melawan saat nyawa mereka dalam bahaya.

Duterte (76 tahun) memenangkan kursi kepresidenan Filipina dengan selisih jauh pada 2016 dengan janji untuk upaya-upaya antikorupsi, penegakan hukum dan ketertiban.

Dia secara konstitusional dilarang mencalonkan diri kembali pada pemilihan tahun depan. Namun, para analis mengatakan seorang sekutu dari Duterte yang terpilih dapat melindunginya dari tindakan hukum apa pun atas program antinarkotikanya.

Para hakim Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) pada September 2021 menyetujui penyelidikan formal terhadap aksi perang Duterte melawan narkoba.

Akan tetapi, ICC menangguhkan penyelidikan pada November menyusul permintaan pemerintah Filipina yang mengatakan akan melaksanakan penyelidikannya sendiri.

Duterte secara sepihak membatalkan keanggotaan ICC Filipina pada Maret 2018 atau sebulan setelah jaksa ICC mengatakan bahwa pemeriksaan pendahuluan atas upaya perang melawan narkoba di Filipina sedang berlangsung.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menhub bertemu dengan pimpinan ICAO dan Boeing
Kamis, 19 Mei 2022 - 06:01 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertemu dengan Presiden International Civil Aviation ...
ASEAN-Tiongkok perkuat kerja sama pencegahan penyakit zoonotik
Minggu, 15 Mei 2022 - 15:45 WIB
Menteri Kesehatan se-ASEAN memperkuat hubungan kerja sama dengan Tiongkok dalam upaya pencegahan pen...
Menhan Prabowo kagum pada kekuatan militer Vietnam
Sabtu, 14 Mei 2022 - 12:11 WIB
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengaku kagum dengan kepada kekuatan militer Vietnam yang dit...
Sosial media KBRI Kuala Lumpur dipalsukan
Selasa, 10 Mei 2022 - 23:19 WIB
Sejumlah oknum memalsukan sosial media Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dengan ...
Indonesia ajak ASEAN bersama kelola gambut berkelanjutan
Rabu, 04 Mei 2022 - 18:23 WIB
Indonesia mengajak negara-negara di Asia Tenggara bekerja sama erat dalam pengelolaan gambut berkela...
Filipina berencana beri Myanmar 5 juta vaksin Sputnik V
Selasa, 03 Mei 2022 - 09:01 WIB
Filipina sedang mempertimbangkan untuk menyumbangkan lima juta dosis vaksin COVID Sputnik V yang ham...
Warga Indonesia di Bangkok laksanakan shalat Idul Fitri 1443 H
Selasa, 03 Mei 2022 - 07:31 WIB
Masyarakat Muslim Indonesia di Bangkok berbondong-bondong memasuki kompleks KBRI Bangkok untuk melak...
Warga Malaysia jalani hukuman mati di Singapura
Rabu, 27 April 2022 - 20:47 WIB
Seorang tahanan warganegara Malaysia di Singapura, Nagaenthran a/l K Dharmalingam telah menjalani hu...
Filipina mulai luncurkan program `booster` COVID-19 kedua
Senin, 25 April 2022 - 17:18 WIB
Filipina pada Senin mulai meluncurkan program booster COVID-19 kedua bagi orang dewasa penderita g...
WNI mulai mudik dari Kuala Lumpur
Minggu, 24 April 2022 - 16:57 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia, mulai mudik ke tanah a...
InfodariAnda (IdA)