Ratusan rumah warga OKU Sumsel diterjang banjir
Elshinta
Senin, 03 Januari 2022 - 21:11 WIB |
Ratusan rumah warga OKU Sumsel diterjang banjir
BPBD OKU mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Lubuk Batang, Senin. (ANTARA/Edo Purmana/21)

Elshinta.com - Ratusan rumah warga di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan diterjang banjir akibat intensitas curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (2/1) malam.

"Hujan dengan intensitas sangat lebat dengan durasi waktu cukup lama tadi malam menyebabkan bencana banjir," kata Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU), Gunalfi di Baturaja, Senin.

Dia menjelaskan, dalam musibah bencana alam tersebut tercatat sebanyak 100 rumah warga di Desa Gunung Merasa direndam banjir mencapai satu meter.

Air dengan ketinggian mencapai satu meter masuk ke permukiman penduduk hingga ratusan warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang aman guna mengantisipasi korban jiwa.

"Untuk korban jiwa tidak ada. Namun lebih dari 100 kepala keluarga dievakuasi mulai dari lansia hingga anak-anak," katanya.

Dalam proses evakuasi pihaknya mengerahkan puluhan personel menggunakan perahu karet dan peralatan lengkap lainnya untuk diangkut ke dataran tinggi.

Petugas dibantu relawan berjibaku menjemput warga yang terjebak banjir untuk diangkut ke tempat pengungsian sementara waktu sampai air mulai surut.

"Saat ini kondisi air sudah mulai surut dan sebagian warga sudah pulang ke rumah masing-masing," ujarnya.

Hanya saja meskipun banjir sudah surut, ia meminta agar masyarakat khususnya yang dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ogan untuk meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi bencana susulan karena diprediksi curah hujan tinggi masih terjadi selama beberapa hari ke depan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung Semeru masih alami beberapa kali letusan dan guguran
Sabtu, 28 Mei 2022 - 13:23 WIB
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut di Kabupaten Lumajang, Jawa T...
1.312 rumah warga terdampak banjir di Majene
Sabtu, 28 Mei 2022 - 06:45 WIB
Sebanyak 1.312 rumah milik warga di sembilan desa dan satu kelurahan di tiga kecamatan di Kabupaten ...
Guguran lava pijar meluncur tujuh kali dari Gunung Merapi
Jumat, 27 Mei 2022 - 11:29 WIB
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi ...
27 Mei 2006: Gempa M 5,9 guncang pagi hari di Yogyakarta
Jumat, 27 Mei 2022 - 06:00 WIB
27 Mei 2006, gempa kuat mengguncang Yogyakarta dan dirasakan sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa T...
Sahabat Ganjar gelar baksos korban terdampak rob Semarang
Kamis, 26 Mei 2022 - 19:05 WIB
Musibah banjir rob terjadi di beberapa kawasan pantai utara Semarang pada Senin (23/5) yang lalu. Ba...
BMKG prediksi banjir rob di sebagian Jawa berlangsung hingga 25 Mei
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:47 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pasang surut, kondisi banjir pesisi...
Mengapa Kaltara kian rawan banjir?
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:25 WIB
Banjir di Kalimantan Utara hakikatnya bukan perkara baru. Pasalnya kawasan pemukiman sejak ratusan ...
Banjir rob 2 meter lebih landa pesisir Kota Semarang
Selasa, 24 Mei 2022 - 00:07 WIB
Peristiwa banjir rob atau air pasang yang melimpas ke daratan dengan ketinggian 2 meter lebih meland...
BPBD: Banjir rob berdampak ke semua kecamatan di Banjarmasin
Senin, 23 Mei 2022 - 15:25 WIB
Banjir rob berdampak ke semua wilayah kecamatan di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, me...
BPBD Agam belum terima laporan soal kerusakan bangunan akibat gempa
Senin, 23 Mei 2022 - 13:24 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam di Provinsi Sumatera Barat sampai saat ini...
InfodariAnda (IdA)