Kemendikbudristek: Sekolah gunakan QR Code pantau penyebaran COVID-19
Elshinta
Senin, 03 Januari 2022 - 20:11 WIB |
Kemendikbudristek: Sekolah gunakan QR Code pantau penyebaran COVID-19
Tangkapan layar Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti PhD, dalam webinar penyesuaian kebijakan pelaksanaan PTM Terbatas 2022 yang dipantau di Jakarta, Senin (3/1/2022). ANTARA/Indriani

Elshinta.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong penggunaan teknologi seperti Quick Response Code (QR Code) dalam memantau perkembangan pandemi di klaster pendidikan.

“Kami mendorong penggunaan teknologi untuk memantau perkembangan pandemi di masing-masing satuan pendidikan. Sebagai contoh kita sudah punya Quick Response Code (QR Code) di masing-masing sekolah,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti PhD, dalam webnar penyesuaian kebijakan pelaksanaan PTM Terbatas 2022 yang dipantau di Jakarta, Senin.

Jika sekolah belum memiliki QR Code, Suharti meminta masing-masing sekolah untuk menghubungi dinas pendidikan. Pihaknya sudah menyiapkan masing-masing sekolah memiliki QR Code.

Dengan demikian, maka sekolah akan tahu jika ada warga sekolah yang sudah divaksinasi dan yang belum mendapatkan vaksinasi. Bahkan jika misalnya ada yang terinfeksi COVID-19, maka akan diberikan notifikasi ke sekolah dan pada dinas supaya dilakukan pemantauan lebih lanjut.

“Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka yang terinfeksi atau mereka yang memiliki kontak erat bisa mendapatkan perawatan dari satuan kesehatan terdekat,” terang dia.

Dia berharap dengan perubahan tersebut, dapat memastikan bahwa siswa, guru maupun tenaga kependidikan bahkan keluarga dapat terlindungi lebih baik lagi.

Pembelajaran tatap muka yang dilakukan secara terbatas, semata-mata dilakukan demi kebaikan warga sekolah. Pelaksanaan pendidikan jarak jauh yang sebelumnya diselenggarakan, lanjut dia, telah memberikan tekanan yang cukup besar tidak hanya pada siswa tetapi juga orang tua dan guru.

Bahkan studi yang dilakukan oleh Bank Dunia juga menunjukkan bahwa terjadi penurunan kemampuan siswa selama periode kemarin mencapai 0,8 tahun hingga 1,3 tahun pembelajaran. Ini sangat besar sekali, dengan pandemi yang belum juga dua tahun tapi penurunan kemampuan siswa lebih dari satu tahun.

Selain itu juga, terjadi kesenjangan pembelajaran antara anak-anak dari kelompok keluarga kaya dengan keluarga miskin yang semakin terlihat kesenjangannya. Bagi anak dari keluarga mampu, pembelajaran di rumah mungkin dilakukan karena dapat mengakses sumber daya dengan baik dan orang tuanya rata-rata berpendidikan serta mampu melakukan bimbingan pada anak.

Sementara bagi keluarga yang tidak mampu, memiliki keterbatasan dalam mengakses sumber daya dan juga umumnya orang tuanya tidak cukup memiliki pendidikan, sehingga tidak bisa memberikan bimbingan yang baik pada anak-anaknya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sekolah di Salatiga tetap bermasker
Sabtu, 28 Mei 2022 - 17:24 WIB
Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Jawa Tengah tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes)  dengan pe...
367 guru di Kudus diangkat jadi PPPK
Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:25 WIB
Bupati Kudus Jawa Tengah H.M. Hartopo memberikan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PP...
Diwisuda, Putra Panglima TNI raih gelar ganda dari UGM dan University of Melbourne 
Jumat, 27 Mei 2022 - 14:45 WIB
Panglima TNI Jendral Andika Perkasa bangga atas keberhasilan putranya yang berhasil menyelesaikan pe...
 Mahasiswa yang ditangkap Densus 88 ternyata mahasiswa Universitas Brawijaya
Jumat, 27 Mei 2022 - 14:25 WIB
Universitas Brawijaya Malang membenarkan IA yang ditangkap Densus 88 di Kota Malang pada Senin (23/5...
Kemendikbudristek terbitkan 27 SK pembukaan prodi D-2 Jalur Cepat
Rabu, 25 Mei 2022 - 19:15 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerbitkan sebanyak 27 ...
Toleransi di UB masuk kategori sedang 
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:16 WIB
Semua pengambil kebijakan di Universitas Brawija Malang harus segera mengambil langkah cepat untuk ...
Satgas Yonif 126/KC bangun karakter anak-anak di perbatasan Papua
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:34 WIB
Satgas Yonif 126/KC Pos Tatakra mengajarakan pendidikan karakter kepada anak-anak SD Inpres Fafinimb...
Polsek Muara Satu amankan UTBK di Kampus Unimal
Senin, 23 Mei 2022 - 11:15 WIB
Polsek Muara satu melakukan kawal ujian Terbuka Berbasis Komputer (UTBK) di Kampus Unimal Bukit Inda...
ITN Malang siap jadi universitas
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:06 WIB
Universitas di Kota Malang, Jawa Timur bakal bertambah, salah satunya yang tengah dilakukan Institut...
Prof Widodo terpilih jadi Rektor UB Periode 2022-2027
Sabtu, 21 Mei 2022 - 19:35 WIB
Untuk kali pertama dalam sejarah pemilihan rektor UB berhasil memilih rektor melalui musyawarah untu...
InfodariAnda (IdA)