waisak kiri waisak kanan
Australia akan buka lagi ekonomi meski kasus COVID melonjak
Elshinta
Senin, 03 Januari 2022 - 15:15 WIB |
Australia akan buka lagi ekonomi meski kasus COVID melonjak
Arsip - Warga antre dengan mobil untuk menjalani tes PCR di sebuah klinik di North Ryde saat varian Omicron COVID-19 terus menyebar di Sydney, Australia, 29 Desember 2021. (AAP Image/Mick Tsikas via Reuters)

Elshinta.com - Pemerintah Australia mengatakan dampak lebih ringan dari varian Omicron membuat negara itu dapat melanjutkan rencana membuka kembali perekonomian, bahkan saat COVID mencapai rekor dengan lebih dari 37.000 kasus baru dan angka rawat inap meningkat.

Rekor jumlah kasus harian dilaporkan pada Senin di sejumlah negara bagian di Australia, yaitu Victoria, Queensland, Australia Selatan, Tasmania, dan Wilayah Ibu Kota Australia.

New South Wales melaporkan 20.794 kasus COVID-19 pada Senin --lebih tinggi dari angka pada Minggu (2/1) tetapi di bawah rekor harian 22.577 pada Sabtu (1/1)-- dengan jumlah pengujian yang lebih rendah selama liburan akhir pekan Tahun Baru.

Total kasus harian secara nasional pada Senin mencapai rekor dengan lebih dari 37.150 kasus,melebihi 35.327 kasus yang dicatat pada Sabtu (1/1). Australia Barat dan wilayah federal Australia, Northern Territory, belum menyampaikan laporannya.

"Kita harus berhenti memikirkan jumlah kasus dan mulai berpikir tentang penyakit serius, hidup berdampingan dengan virus, mengelola kesehatan kita sendiri dan memastikan bahwa kita memantau gejala-gejalanya sambil menjaga perekonomian kita tetap berjalan," kata Perdana Menteri Scott Morrison kepada Channel Seven.

Jumlah pasien rawat inap naik menjadi 1.204 orang di negara bagian New South Wales pada Senin, atau naik lebih dari 10 persen dari jumlah kasus pada Minggu (2/1) dan lebih dari tiga kali lipat dari angka kasus pada Hari Natal.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menyampaikan masukan kepada pemerintah bahwa varian Omicron lebih mudah menular tetapi juga lebih ringan gejalanya dibanding varian lain, sehingga mengurangi risiko bagi orang-orang dan sistem kesehatan.

Ketua Dewan Asosiasi Medis Australia di New South Wales Michael Bonning mengatakan peningkatan signifikan jumlah pasien rawat inap, periode puncak liburan dan jumlah petugas kesehatan yang terpapar COVID memberi tekanan pada kapasitas layanan kesehatan di negara bagian itu.

"Dengan periode Natal dan dengan pekerja rumah sakit yang dirumahkan karena status kontak dekat mereka (dengan penderita COVID) .... kami melihat kondisi ini menyulitkan staf, terutama di bagian-bagian sangat penting di rumah sakit," kata Bonning kepada media ABC Television.

Pada akhir Desember 2021, pemerintah Australia mengubah panduan tentang waktu yang tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan tes PCR gratis. Pemerintah lalu menyerukan penggunaan tes cepat antigen yang lebih banyak untuk mengurangi tekanan pada layanan pengujian.

Namun, tes cepat antigen kekurangan pasokan alat, dan Morrison mengatakan pemerintah tidak akan menanggung biaya untuk individu yang melakukan tes mandiri yang menurutnya akan menghabiskan 15 dolar Australia (sekitar Rp155 ribu) untuk sekali tes.

"Kita berada di tahap lain dari pandemi ini sekarang, di mana kita tidak bisa terus menerus menggratiskan semuanya," kata Morrison.

Australia melaporkan delapan kematian akibat COVID pada Senin, sehingga total korban jiwa akibat COVID selama pandemi di negara itu menjadi lebih dari 2.260 orang.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Raja Arab Saudi Salman pulang dari rumah sakit usai dirawat
Senin, 16 Mei 2022 - 12:31 WIB
Penjaga dua masjid suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pulang dari Rumah Sakit Khusus King Faisal...
Ekonomi China mendingin tajam pada April karena penguncian
Senin, 16 Mei 2022 - 12:07 WIB
Aktivitas ekonomi China mendingin tajam pada April karena perluasan penguncian COVID-19 berdampak be...
Perangi COVID-19, Kim perintahkan militer Korut amankan pasokan obat
Senin, 16 Mei 2022 - 10:01 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu pertemuan darurat politbiro dan memerintahkan militer untuk...
Omicron di Beijing meluas, RS darurat Shanghai ditutup
Minggu, 15 Mei 2022 - 14:58 WIB
Wabah COVID-19 varian Omicron di Beijing makin meluas, sedangkan 50 persen rumah sakit darurat di Sh...
13 wisatawan hilang di Gunung Changshan China
Sabtu, 14 Mei 2022 - 15:07 WIB
Sedikitnya 13 wisatawan hilang sejak Kamis (12/5) saat melakukan pendakian di Gunung Changshan, Prov...
Banyak perempuan di Korsel bekukan sel telurnya
Jumat, 13 Mei 2022 - 16:34 WIB
Banyak perempuan di Korea Selatan memilih membekukan sel telurnya dan tidak terburu-buru memiliki an...
Staf KBRI Beijing terdampak penguncian wilayah
Rabu, 11 Mei 2022 - 20:23 WIB
Beberapa staf Kedutaan Besar RI di Beijing terkena dampak penguncian wilayah di tengah meningkatnya ...
Jepang luncurkan rencana ekonomi Indo-Pasifik AS pada kunjungan Biden
Selasa, 10 Mei 2022 - 09:47 WIB
Kunjungan Presiden Joe Biden ke Jepang bulan ini diperkirakan bertepatan dengan peluncuran resmi str...
Beijing bebaskan sewa tempat usaha selama enam bulan
Selasa, 10 Mei 2022 - 06:23 WIB
Otoritas Distrik Chaoyang, Beijing, China, mengurangi atau membebaskan biaya tempat usaha bagi penye...
Militer China dikerahkan ke Selat Taiwan
Senin, 09 Mei 2022 - 14:09 WIB
Kekuatan militer China dikerahkan ke wilayah perairan dan udara di sekitar Selat Taiwan selama tiga ...
InfodariAnda (IdA)