Omicron punya gejala yang hanya muncul di malam hari
Elshinta
Senin, 03 Januari 2022 - 10:59 WIB |
Omicron punya gejala yang hanya muncul di malam hari
Ilustrasi

Elshinta.com - Varian COVID-19 Omicron dapat menyebabkan pasien mengalami gejala yang hanya terjadi pada malam hari. Seorang dokter di Inggris mengklaim varian baru ini menyebabkan beberapa orang yang terinfeksi banyak berkeringat di malam hari.

Dr. Amir Khan dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyebutkan, di antara lima pasien COVID-19 yang terinfeksi varian Omicron, salah satunya mengalami gejala menonjol karena hanya muncul pada malam hari.

Dia seperti dikutip dari Medical Daily, Senin mencatat, berkeringat di malam hari yang dialami pasien bisa menyebabkannya bangun dan berganti pakaian.

Ini bukan pertama kalinya para ahli mengamati keringat berlebih di malam hari pada pasien COVID-19. Pada Desember lalu, sekelompok peneliti juga mencatat sebanyak 114 orang dari 212 peserta studi melaporkan banyak berkeringat sementara 102 dari mereka melaporkan berkeringat pada malam hari saat memerangi virus.

Sementara itu, penelitian berbeda yang diterbitkan Rumah Sakit Guizhou University beberapa waktu lalu menunjukkan keringat malam bisa menjadi gejala pertama pneumonia COVID-19.

Namun, laporan ilmiah itu tidak didukung bukti yang luas sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung apa yang peneliti temukan. Meski demikian, beberapa ahli medis sejak itu mengakui keringat malam sebagai salah satu gejala infeksi COVID-19.

“Ini penting, dan penting bagi kita untuk tetap waspada terhadap gejala-gejala ini. Jika kita ingin melacak Omicron dan melacaknya di seluruh dunia, kita harus bisa menguji orang-orang dengan gejala ini,” kata Dr. Khan seperti dikutip dari New York Post.

Dibandingkan dengan varian Delta, Omicron dikatakan hanya menyebabkan COVID-19 bergejala ringan seperti tenggorokan gatal, nyeri otot ringan, kelelahan ekstrem, batuk kering dan keringat malam.

Hal senada diungkapkan Dr. Angelique Coetzee, dokter Afrika Selatan yang pertama kali membunyikan alarm pada varian Omicron. Dia mengatakan, sebagian besar pasien Omicron menunjukkan gejala yang sangat ringan dari infeksi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hepatitis akut sebabkan kerusakan hati yang parah
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:31 WIB
Siaran PersSaat Indonesia mulai bernapas lega dengan menurunnya tren kasus Covid-19, penyakit bar...
Psikolog: Tetap prokes atasi cemas di tengah pelonggaran masker
Selasa, 24 Mei 2022 - 08:27 WIB
Psikolog Mega Tala Harimukthi menyarankan orang-orang yang masih khawatir dengan dirinya sendiri di ...
Pria dengan masalah kesuburan berisiko terkena kanker payudara
Senin, 23 Mei 2022 - 19:21 WIB
Penelitian terbaru menemukan bahwa pria yang tidak subur kemungkinan dua kali lebih beresiko terkena...
Ini fase-fase penyakit hepatitis akut berat
Senin, 23 Mei 2022 - 17:34 WIB
Guru Besar yang juga merupakan Dokter Spesialis Anak Sub Spesialis Gastro-Hepatologi FKUI–RSCM, Pr...
Dokter ini bantu pahami sisi gelap diri dalam `Merawat Luka Batin`
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:55 WIB
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Jiemi dr. Jiemi Ardian Sp.KJ memberikan kiat bagi orang-orang t...
Masih perlukah tes COVID-19 untuk kurangi penularan kasus saat ini?
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:07 WIB
Bagi sebagian orang, menjalani tes usap di hidung atau tenggorokan (swab test) untuk menguji COVID-1...
Seberapa efektifkah `powder sunscreen`?
Sabtu, 21 Mei 2022 - 11:35 WIB
Sebagian besar orang lebih mengenal sunscreen atau tabir surya dalam bentuk losyen atau spray.
Dokter: Obesitas dapat memicu gangguan siklus haid
Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:51 WIB
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Siloam Mampang dr. Joan Meutia Sari Sp.OG m...
Berapa banyak urine yang dapat ditampung kandung kemih yang sehat?
Sabtu, 21 Mei 2022 - 08:01 WIB
Kandung kemih manusia dapat menampung cukup banyak cairan yakni sekitar 2,3 cangkir atau 500 ml untu...
Pentingnya ukur tekanan darah secara rutin sebelum muncul keluhan
Sabtu, 21 Mei 2022 - 00:11 WIB
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Hipertensi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular I...
InfodariAnda (IdA)