MUI desak UNHCR segera selesaikan persoalan pengungsi di Indonesia
Elshinta
Kamis, 30 Desember 2021 - 11:30 WIB |
MUI desak UNHCR segera selesaikan persoalan pengungsi di Indonesia
Pengungsi Afghanistan menanyakan keadlian dan proses pemukiman kembali dalam wakti 36 bulan saat reli di depan kantor Badan Pengungsi PBB UNHCR di Jakarta, Indonesia, Senin (15/11/2021). (REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)

Elshinta.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim mendesak United Nations High Commisioner For Refugees (UNHCR) segera menyelesaikan persoalan para pengungsi yang sudah lama terkatung-katung di Indonesia.

“Desakan UNHCR kepada pemerintah Indonesia sebetulnya tidak perlu dilakukan. Ini mengesankan bahwa pemerintah dan bangsa Indonesia tidak peduli kepada masalah-masalah kemanusiaan. Yang justru harus dilakukan oleh UNHCR saat ini ialah segera menyelesaikan para pengungsi Afghanistan yang sudah lama terkatung-katung di Indonesia,” ujar Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan problem utama belum terselesaikan oleh UNHCR yakni  membiarkan para pengungsi yang sudah ada di Indonesia dalam ketidakpastian.

“Mereka memiliki hak hidup yang wajar dan karena itu hak-hak dasar mereka harus segera dipenuhi dengan cara segera mengirimkan ke negara-negara pemberi suaka politik. Membiarkan para pengungsi berlama-lama dalam ketidakpastian, sama saja membiarkan hak-hak hidup hidup dan martabat mereka terlanggar. Dan ini sama saja membunuh mereka secara perlahan-lahan; membunuh harapan dan masa depan mereka,” kata dia.

Selama UNHCR tidak menunjukkan keseriusannya dalam menyelesaikan soal pengungsi ini, maka akan datang gelombang pengungsi baru masuk ke perairan Indonesia, termasuk Rohingya, kata dia.

“Kuat kesan bahwa UNHCR sangat lamban menyelesaikan soal pengungsi Afghanistan ini. Dan sekarang, Indonesia diminta untuk menerima beban dengan pengungsi Rohingnya. Harusnya UNHCR jangan membebani pemerintah dan bangsa Indonesia dengan mendesak-desak agar pemerintah Indonesia segera menerima pengungsi Rohingnya,” kata Sudarnoto.

Ini sikap yang tidak etis, lanjut dia, apalagi jelas UNHCR telah membiarkan pengungsi Afghanistan dalam keadaan sengsara di Indonesia.

Ia mengatakan pemerintah dan bangsa Indonesia akan memberikan bantuan melalui program kemanusiaan khususnya kepada para pengungsi.

“Komitmen bangsa Indonesia terhadap kemanusiaan tidak pernah diragukan dan selama ini telah ditunjukkan menangani berbagai masalah kemanusiaan antara lain tragedi kemanusiaan yang menimpa bangsa dan rakyat Palestina sebagai akibat genosida Israel. Baik pemerintah maupun kekuatan-kekuatan civil society termasuk ormas-ormas Islam, banyak lembaga filantropi dan para tokoh agama telah secara konkret memberikan perhatian kuat untuk program kemanusiaan ini. Hal yang sama juga ditunjukkan untuk para pengungsi Vietnam di Pulau Galang beberapa puluh tahun yang silam. Bahkan juga kepada pengungsi Afghanistan,” kata dia.

Para pengungsi Afghanistan ini, lanjut dia, ditampung untuk sementara di beberapa wilayah Indonesia. Dan selama dalam penampungan ini, masyarakat Indonesia memperlakukan dengan baik dan memberikan bantuan untuk berbagai keperluan hidup sehari-hari.

“Meskipun demikian, UNHCR juga harus tunjukkan sikap yang bertanggung jawab dan profesional di mata bangsa Indonesia. Jangan lepas tangan, ini tidak etis membebani Indonesia,” kata dia.

Sudarnoto mengatakan UNHCR harus berhasil meyakinkan negara-negara pemberi suaka politik agar segera membuka diri dan menerima para pengungsi. Ini adalah langkah produktif dan bisa menjadi solusi bersama bagi UNHCR, Indonesia, negara pemberi suaka politik dan pengungsi.

“Kebuntuan selama ini ada di UNHCR dan ini harus segera dijebol. Karena itu perbincangan diplomatik harus segera dilakukan lebih intensif dan penuh kepastian sehingga dalam waktu dekat ada langkah-lagkah konkret terukur untuk penyelesaian urusan pengungsi ini,” kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menhub bertemu dengan pimpinan ICAO dan Boeing
Kamis, 19 Mei 2022 - 06:01 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertemu dengan Presiden International Civil Aviation ...
ASEAN-Tiongkok perkuat kerja sama pencegahan penyakit zoonotik
Minggu, 15 Mei 2022 - 15:45 WIB
Menteri Kesehatan se-ASEAN memperkuat hubungan kerja sama dengan Tiongkok dalam upaya pencegahan pen...
Menhan Prabowo kagum pada kekuatan militer Vietnam
Sabtu, 14 Mei 2022 - 12:11 WIB
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengaku kagum dengan kepada kekuatan militer Vietnam yang dit...
Sosial media KBRI Kuala Lumpur dipalsukan
Selasa, 10 Mei 2022 - 23:19 WIB
Sejumlah oknum memalsukan sosial media Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dengan ...
Indonesia ajak ASEAN bersama kelola gambut berkelanjutan
Rabu, 04 Mei 2022 - 18:23 WIB
Indonesia mengajak negara-negara di Asia Tenggara bekerja sama erat dalam pengelolaan gambut berkela...
Filipina berencana beri Myanmar 5 juta vaksin Sputnik V
Selasa, 03 Mei 2022 - 09:01 WIB
Filipina sedang mempertimbangkan untuk menyumbangkan lima juta dosis vaksin COVID Sputnik V yang ham...
Warga Indonesia di Bangkok laksanakan shalat Idul Fitri 1443 H
Selasa, 03 Mei 2022 - 07:31 WIB
Masyarakat Muslim Indonesia di Bangkok berbondong-bondong memasuki kompleks KBRI Bangkok untuk melak...
Warga Malaysia jalani hukuman mati di Singapura
Rabu, 27 April 2022 - 20:47 WIB
Seorang tahanan warganegara Malaysia di Singapura, Nagaenthran a/l K Dharmalingam telah menjalani hu...
Filipina mulai luncurkan program `booster` COVID-19 kedua
Senin, 25 April 2022 - 17:18 WIB
Filipina pada Senin mulai meluncurkan program booster COVID-19 kedua bagi orang dewasa penderita g...
WNI mulai mudik dari Kuala Lumpur
Minggu, 24 April 2022 - 16:57 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia, mulai mudik ke tanah a...
InfodariAnda (IdA)