Jaga lingkungan, FPDIP DPRD DKI minta penyelenggara Formula E tidak tebang pohon seperti di Monas
Elshinta
Rabu, 29 Desember 2021 - 19:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Jaga lingkungan, FPDIP DPRD DKI minta penyelenggara Formula E tidak tebang pohon seperti di Monas
Foto: Wartakota

Elshinta.com - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mempertanyakan nasib 191 pohon yang ditebang untuk proyek revitalisasi sisi selatan Monumen Nasional (Monas), Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada akhir 2019 lalu.

Partai peraih kursi terbanyak di Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat ini menilai, keberadaan pohon itu sangat berharga, tidak hanya untuk penghijauan tetapi menjadi saksi sejarah karena ditanam oleh zaman Presiden RI pertama Soekarno.

"Hingga kini nasib 191 pohon bersejarah yang ditebang dengan menelan anggaran APBD sebesar Rp 71 miliar tersebut tidak dapat diketahui keberadaannya," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono dalam rilis tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Rabu (29/12).

Gembong mengungkapkan, pada tahun 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji bakal mengganti dengan pohon yang baru sebanyak 573 pohon.

Namun, Gembong mempertanyakan lokasi pengganti dari pohon-pohon itu, karena Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta tidak membukanya kepada publik.

"Meski diganti pohon baru, keberadaannya dinilai tidak dapat menggantikan 191 pohon bersejarah, yang sudah ada sejak puluhan tahun silam," katanya.

Dia menyatakan, sampai sekarang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga belum memberi penjelasan kepada publik tujuan revitalisasi Monas, hingga harus mengorbankan 191 pohon yang memiliki nilai sejarah.

Bahkan pohon-pohon itu ditanam oleh para diplomat dari negara sahabat sebagai simbol perhatian kepada kepedulian lingkungan hidup yang kian hari semakin rusak.

"Kini simbol tersebut tidak dapat serta merta digantikan oleh sesuatu yang tidak punya makna setara dengan simbol yang telah hilang," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gembong juga meminta kepada Pemprov DKI agar tidak mengulang kesalahan yang sama di Kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Hal ini menyusul penetapan Ancol sebagai lokasi sirkuit Formula E.

"Kami meminta kepada pihak penyelenggara agar tidak melakukan kesalahan yang sama dengan Monas, yaitu melakukan pembangunan sembarangan tanpa memperhatikan lingkungan di wilayah tersebut," ungkapnya.

Gembong menyatakan, sejak awal Fraksi PDI Perjuangan tetap konsisten meminta transparansi anggaran terkait penyelengaraan Formula E yang telah menghabiskan dana Rp 560 Miliar.

Pihaknya juga meminta revisi studi kelayakan penyelenggaraan Formula E dengan mitigasi pencegahan Covid-19 yang rencananya digelar di Ancol pada 4 Juni 2022 mendatang.

"Sampai sekarang kami belum membaca, bahkan menerima studi kelayakan Formula E yang baru dari Jakpro selaku penyelenggara acara. Berdasarkan rekomendasi dari LHP BPK, harusnya Jakpro memperbarui studi kelayakannya," kata Gembong.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perindah kampung, Satgas Yonif 126/KC ajak masyarakat kerja bakti bersama
Jumat, 27 Mei 2022 - 16:11 WIB
Sebagai upaya menata lingkungan menjadi rapi dan bersih, Satgas Yonif 126/KC Pos Bompay mengajak war...
Penanaman 10 juta pohon aksi nyata revolusi mental pencegahan bencana
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:44 WIB
Beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Indonesia kebanyakan didominasi oleh bencana hidrometeo...
Forkopimda Aceh Tengah akan datakan konsesi getah pinus
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:26 WIB
Forkopimda Kabupaten Aceh Tengah mulai serius membahas penegakan hukum terhadap pemanfaatan dan peng...
Kali Cipanggilingan Subang dipenuhi sampah diduga buangan  TPA dan `home industry`
Senin, 23 Mei 2022 - 12:35 WIB
Warga Gg  Cendrawasih Rw 02 Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat kaget dengan pem...
LKM bantu kurangi tingkat kekumuhan Kota Magelang
Minggu, 22 Mei 2022 - 20:34 WIB
Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang tersebar di kelurahan-kelurahan memiliki peran penting ter...
Bunga bangkai tumbuh di perkarangan rumah warga Pesisir Jambi
Minggu, 22 Mei 2022 - 16:13 WIB
Bunga Raflesia atau dikenal dengan bunga bangkai tumbuh di halaman rumah warga pesisir tepatnya RT 0...
DLHK sebut Sungai Bengkulu tercemar bakteri Escherichia Coli
Jumat, 20 Mei 2022 - 18:38 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa Sungai Bengkulu tela...
Tim KLHK tangani pembuangan limbah B3 di kawasan hutan Karawang
Kamis, 19 Mei 2022 - 15:40 WIB
Tim Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menangani pe...
Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:19 WIB
Warga Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah segera menut...
Pohon terbesar di dunia itu tumbuh di Agam
Senin, 16 Mei 2022 - 18:36 WIB
Sebatang pohon kayu medang (Litsea Sp) tumbuh terjaga di kawasan hutan rakyat di Jorong Ambacang, Na...
InfodariAnda (IdA)