waisak kiri waisak kanan
Australia laporkan kematian Omicron pertama
Elshinta
Senin, 27 Desember 2021 - 22:41 WIB |
Australia laporkan kematian Omicron pertama
Pesawar Singapore Airlines tiba dari Singapura mendarat di terminal internasional Bandara Sydney, saat sejumlah negara memberi reaksi atas varian baru virus corona Omicron ditengah pandemi COVID-19, di Sydney, Australia, Selasa (30/11/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/RWA/djo

Elshinta.com - Pemerintah Australia telah melaporkan kematian pertama dari kasus COVID-19 varian Omicron pada Senin, di tengah peningkatan jumlah kasus harian terbesar, namun otoritas tak memberlakukan pembatasan baru dan mengatakan bahwa tingkat perawatan di rumah sakit tetap rendah.

Kematian pada pria berusia sekitar 80 tahun dengan penyakit bawaan itu menjadi catatan yang suram bagi negara tersebut. Australia telah membatalkan sejumlah langkah pembukaan kembali, yang telah direncanakan hampir dua tahun setelah karantina wilayah beberapa kali diberlakukan, akibat pewabahan baru.

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa varian Omicron lebih mudah menular namun tak seganas varian COVID-19 lainnya. Varian tersebut mulai menyebar di Australia saat negara itu baru saja mulai melonggarkan pembatasan pada kebanyakan perbatasan domestik dan memperbolehkan warga negaranya untuk kembali dari luar negeri tanpa harus menjalani karantina. Hal tersebut pun menyebabkan lonjakan angka kasus menjadi yang tertinggi selama pandemi.

Otoritas tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait kematian akibat varian Omicron itu, namun mengatakan bahwa pria tersebut tertular di fasilitas lansia dan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Sydney.

"Ini adalah kematian pertama yang diketahui di negara bagian New South Wales yang terkait dengan varian Omicron," kata epidemiolog NSW Health Christine Selvey dalam sebuah video yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Pria tersebut merupakan salah satu dari tujuh kematian akibat COVID-19 yang dilaporkan di Australia pada hari sebelumnya.

Negara tersebut mencatat 10.186 kasus baru di, menurut kalkulasi Reuters terhadap data negara bagian. Angka tersebut merupakan total yang melebihi 10.000 untuk pertama kalinya, dengan kebanyakan kasus baru terletak di New South Wales dan Victoria.

"Meskipun kita melihat angka yang meningkat... kami tidak melihat dampaknya terhadap sistem rumah sakit," kata pimpinan Queensland Annastacia Palaszczuk. Negara bagian itu melaporkan 784 kasus baru dengan empat orang yang dirawat di rumah sakit.

Dia pun membela kebijakan wajib tes di negara bagian yang ramah turis itu, meski terdapat laporan terkait waktu tunggu tes COVID selama enam jam bagi mereka yang berharap untuk memenuhi persyaratan perjalanan masa libur antar-negara bagian.

"Semua orang tahu bahwa saat mereka memesan tiket, jika mereka ingin datang ke sini mereka harus melakukan tes PCR," ujarnya.

Meski demikian, dia menambahkan bahwa Queensland tengah mempertimbangkan apakah harus melonggarkan persyaratan untuk pengunjung domestik. Tasmania, yang juga merupakan negara bagian yang populer di kalangan turis, juga tengah mempertimbangkan perubahan terhadap peraturan tes di perbatasan.

Di seluruh negara, peningkatan jumlah infeksi memberikan beban tambahan terhadap daya pengujian. Klinik tes SydPath telah mengkonfirmasi, pada satu hari sebelumnya, bahwa mereka memberikan informasi yang salah kepada 400 orang yang positif terinfeksi COVID, dan mengatakan bahwa mereka negatif dalam beberapa hari sebelum hari Natal. Pada Senin, mereka baru menyadari telah salah mengirim pesan dengan hasil tes yang salah kepada 995 orang lainnya.

Sejauh ini, otoritas Australia telah menolak untuk kembali memberlakukan penguncian di tengah jumlah kasus yang melonjak namun telah kembali memberlakukan beberapa kebijakan pembatasan.

Pada Senin, negara bagian New South Wales kembali mewajibkan masyarakatnya untuk melakukan check-in menggunakan kode yang dipindai saat memasuki fasilitas-fasilitas publik, sementara banyak negara bagian lain kembali memberlakukan wajib masker di area publik dalam ruangan.

Negara itu juga telah mempersempit masa penyuntikan booster vaksin dari enam bulan menjadi empat bulan, dan akan segera menjadi tiga bulan.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Raja Arab Saudi Salman pulang dari rumah sakit usai dirawat
Senin, 16 Mei 2022 - 12:31 WIB
Penjaga dua masjid suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pulang dari Rumah Sakit Khusus King Faisal...
Ekonomi China mendingin tajam pada April karena penguncian
Senin, 16 Mei 2022 - 12:07 WIB
Aktivitas ekonomi China mendingin tajam pada April karena perluasan penguncian COVID-19 berdampak be...
Perangi COVID-19, Kim perintahkan militer Korut amankan pasokan obat
Senin, 16 Mei 2022 - 10:01 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu pertemuan darurat politbiro dan memerintahkan militer untuk...
Omicron di Beijing meluas, RS darurat Shanghai ditutup
Minggu, 15 Mei 2022 - 14:58 WIB
Wabah COVID-19 varian Omicron di Beijing makin meluas, sedangkan 50 persen rumah sakit darurat di Sh...
13 wisatawan hilang di Gunung Changshan China
Sabtu, 14 Mei 2022 - 15:07 WIB
Sedikitnya 13 wisatawan hilang sejak Kamis (12/5) saat melakukan pendakian di Gunung Changshan, Prov...
Banyak perempuan di Korsel bekukan sel telurnya
Jumat, 13 Mei 2022 - 16:34 WIB
Banyak perempuan di Korea Selatan memilih membekukan sel telurnya dan tidak terburu-buru memiliki an...
Staf KBRI Beijing terdampak penguncian wilayah
Rabu, 11 Mei 2022 - 20:23 WIB
Beberapa staf Kedutaan Besar RI di Beijing terkena dampak penguncian wilayah di tengah meningkatnya ...
Jepang luncurkan rencana ekonomi Indo-Pasifik AS pada kunjungan Biden
Selasa, 10 Mei 2022 - 09:47 WIB
Kunjungan Presiden Joe Biden ke Jepang bulan ini diperkirakan bertepatan dengan peluncuran resmi str...
Beijing bebaskan sewa tempat usaha selama enam bulan
Selasa, 10 Mei 2022 - 06:23 WIB
Otoritas Distrik Chaoyang, Beijing, China, mengurangi atau membebaskan biaya tempat usaha bagi penye...
Militer China dikerahkan ke Selat Taiwan
Senin, 09 Mei 2022 - 14:09 WIB
Kekuatan militer China dikerahkan ke wilayah perairan dan udara di sekitar Selat Taiwan selama tiga ...
InfodariAnda (IdA)