KLHK: Karhutla masih jadi potensi permasalahan lingkungan yang besar
Elshinta
Senin, 27 Desember 2021 - 14:37 WIB |
KLHK: Karhutla masih jadi potensi permasalahan lingkungan yang besar
Tangkapan layar Dirjen Gakkum LHK KLHK Rasio Ridho Sani dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021, di Jakarta, Senin (27/12/2021) (FOTO ANTARA/Prisca Triferna)

Elshinta.com - Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani mengatakan potensi permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan yang masih menjadi perhatian besar adalah kebakaran hutan dan lahan yang disusul pencemaran lingkungan.

"Persoalan-persoalan yang masih menjadi perhatian besar masyarakat dan kami lihat juga adalah kebakaran hutan dan lahan, ini masih menjadi tantangan bagi kita," katanya dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021, yang diikuti virtual di Jakarta, Senin.

Dari data Ditjen Gakkum LHK KLHK, yang dikumpulkan dari pengawasan, sistem monitoring dan pengaduan masyarakat, dalam rentang 2015-2021 terdapat total 8.152 potensi permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan.

Kebakaran hutan dan lahan memiliki jumlah terbesar dengan total 2.118 potensi, disusul pencemaran lingkungan 1.641 dan perambahan kawasan hutan dengan 1.295 potensi.

Lokasi dari potensi permasalahan itu juga tersebar di berbagai titik di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan terdapat tren naik turun baik dari berbagai kasus yang ada dalam rentang tersebut, salah satunya karena faktor dari pada dinamika masyarakat dan persoalan yang menjadi perhatian warga di lokasi masing-masing.

Hal itu karena data potensi tersebut dibuat juga berdasarkan laporan dari masyarakat.

Dia memberi contoh potensi kasus terkait peredaran tumbuhan dan satwa liar yang mengalami penurunan pada 2021 meski sempat menyentuh 167 pada 2020 dan 150 pada 2019. Hal itu bisa terjadi karena operasi yang dilakukan oleh KLHK atau berkurangnya ruang-ruang melakukan kejahatan.

"Ini yang sedang terus kami dalami karena untuk kepentingan langkah-langkah strategi penegakan hukum yang kami lakukan," demikian Rasio Ridho Sani .

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penanaman 10 juta pohon aksi nyata revolusi mental pencegahan bencana
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:44 WIB
Beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Indonesia kebanyakan didominasi oleh bencana hidrometeo...
Forkopimda Aceh Tengah akan datakan konsesi getah pinus
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:26 WIB
Forkopimda Kabupaten Aceh Tengah mulai serius membahas penegakan hukum terhadap pemanfaatan dan peng...
Kali Cipanggilingan Subang dipenuhi sampah diduga buangan  TPA dan `home industry`
Senin, 23 Mei 2022 - 12:35 WIB
Warga Gg  Cendrawasih Rw 02 Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat kaget dengan pem...
LKM bantu kurangi tingkat kekumuhan Kota Magelang
Minggu, 22 Mei 2022 - 20:34 WIB
Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang tersebar di kelurahan-kelurahan memiliki peran penting ter...
Bunga bangkai tumbuh di perkarangan rumah warga Pesisir Jambi
Minggu, 22 Mei 2022 - 16:13 WIB
Bunga Raflesia atau dikenal dengan bunga bangkai tumbuh di halaman rumah warga pesisir tepatnya RT 0...
DLHK sebut Sungai Bengkulu tercemar bakteri Escherichia Coli
Jumat, 20 Mei 2022 - 18:38 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa Sungai Bengkulu tela...
Tim KLHK tangani pembuangan limbah B3 di kawasan hutan Karawang
Kamis, 19 Mei 2022 - 15:40 WIB
Tim Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menangani pe...
Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:19 WIB
Warga Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah segera menut...
Pohon terbesar di dunia itu tumbuh di Agam
Senin, 16 Mei 2022 - 18:36 WIB
Sebatang pohon kayu medang (Litsea Sp) tumbuh terjaga di kawasan hutan rakyat di Jorong Ambacang, Na...
DLH Tanjungpinang catat pemudik produksi 315,27 ton sampah
Jumat, 13 Mei 2022 - 18:43 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mencatat para pemudik selam...
InfodariAnda (IdA)