Palembang target 2023 bebas dari perilaku BABS
Elshinta
Selasa, 21 Desember 2021 - 10:42 WIB |
Palembang target 2023 bebas dari perilaku BABS
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fenty Aprina mendampingi ketua TP-PKK Palembang dalam deklarasi bebas SBS 2023 (ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21)

Elshinta.com - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menargetkan tahun 2023 kota ini terbebas dari kebiasaan minor masyarakat yang masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fenty Aprina di Palembang, Selasa, mengatakan, untuk menghentikan kebiasaan minor masyarakat itu pihaknya menerapkan pendekatan perilaku higienis Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan pemberdayaan masyarakat.

"Pendekatan ini dilakukan secara bertahap. Tentu tidak mudah merubah pola hidup masyarakat," kata dia.

Menurut dia, kendati demikian pihaknya optimis selama dua tahun ke depan target tersebut dapat tercapai.

Apalagi, lanjutnya, setelah mendapatkan komitmen bersama untuk mengentaskan SBS dari semua pihak meliputi organisasi perangkat daerah (OPD) lintas sektor, camat, lurah, dan tokoh masyarakat.

"Komitmen yang dideklarasikan bersama itu tentu menjadi modal penting untuk menciptakan Palembang sehat meski tak mudah tapi tetap optimistis," ujarnya.

Adapun pihaknya mencatat dari 107 kelurahan di Kota Palembang ada sekitar ratusan kepala keluarga yang tersebar di 46 Kelurahan masih melakukan BABS. Sebagian besar warga yang melakukan BABS itu bermukim di wilayah perairan rawa atau tepian sungai.

"Maka ketika kotoran itu dibuang ke air akan mengalirkan penyakit, berimplikasi juga pada sakit seperti diare dan tifus di wilayah sekitar. Maka itulah menjadi penting kerja sama ini demi Palembang sehat," tambahnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:19 WIB
Warga Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah segera menut...
Pohon terbesar di dunia itu tumbuh di Agam
Senin, 16 Mei 2022 - 18:36 WIB
Sebatang pohon kayu medang (Litsea Sp) tumbuh terjaga di kawasan hutan rakyat di Jorong Ambacang, Na...
DLH Tanjungpinang catat pemudik produksi 315,27 ton sampah
Jumat, 13 Mei 2022 - 18:43 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mencatat para pemudik selam...
Danau Cirata dipenuhi sampah usai libur Lebaran
Senin, 09 Mei 2022 - 17:39 WIB
Objek wisata Waduk Cirata yang membentang di wilayah Cianjur, Purwakarta dan Bandung Barat dipenuhi ...
Tumpahan minyak bio solar cemari pinggir Pantai Hagu Lhokseumawe
Rabu, 27 April 2022 - 15:34 WIB
Masyarakat Desa Hagu Selatan mengeluh akibat adanya tumpahan minyak bio solar di pangkalan bongkar m...
Krisis iklim sebabkan jutaan anak Indonesia tanggung beban berat
Minggu, 24 April 2022 - 13:55 WIB
Laporan global organisasi `Save the Children` berjudul `Born into the Climate Crisis` menyebut krisi...
Warga pulau di Touna budi daya terumbu karang dari tempurung kelapa
Minggu, 17 April 2022 - 07:25 WIB
Warga Pulau Kabalutan di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Su...
DLH DKI kumpulkan 4,59 ton sampah dari Monas dan Senayan
Selasa, 12 April 2022 - 15:24 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan 13 meter kubik atau sekitar 4,59 ton sampah ...
Pertamina tanggulangi tumpahan minyak di perairan Ternate
Jumat, 08 April 2022 - 10:50 WIB
Area Manager Communication, Relations & CSR Papua, Maluku, Maluku Utara (Malut)  Edi Mangun  menya...
Walhi desak Pemkab Bandung buat perda penyelamatan kawasan konservasi
Minggu, 03 April 2022 - 15:24 WIB
Ketua Dewan Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan mengatakan, desakan terhadap kawasan dan lahan di Kabup...
InfodariAnda (IdA)