Isa kiri Isa kanan
Tingkatkan respon cepat, Polrestabes Surabaya luncurkan pengaduan via WhatsApp
Elshinta
Senin, 20 Desember 2021 - 17:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Tingkatkan respon cepat, Polrestabes Surabaya luncurkan pengaduan via WhatsApp
Sumber foto: Wisnu Wardhana/elshinta.com.

Elshinta.com - Untuk meningkatkan respon cepat pelayanan  masyarakat dan meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, Kapolrestabes Surabaya membuat layanan pengaduan online berbasis aplikasi WhatsApp.

"Kami  harapkan dengan program layanan ini dapat secepat mungkin merespon keluhan dan informasi gangguan kamtibmas di kota pahlawan," ujar Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Wisnu Wardhana, Senin (20/12).

Alumni Akpol 96 ini menyebutkan jika kebijakan tersebut sesuai dengan arahan pimpinan dan juga penting baginya untuk selalu hadir dalam setiap dinamika masyarakat selama 24 jam penuh.

"Prinsipnya, untuk menampung segala bentuk keluhan, informasi yang mengarah pada gangguan kamtibmas di Surabaya," kataYusep.

Menurut inisiator E Tilang ini, dirinya memilih aplikasi WhatsApp agar mudah diakses masyarakat karena mayoritas masyarakat yang memiliki handpone menggunakan aplikasi WhatsApp. Itulah yang kemudian dipilih untuk efektifitas aduan masyarakat.

Mantan Dir Reskrimsus Polda Jatim ini mengatakan, jika ada kejadian menonjol, masyarakat dapat langsung menghubungi nomor 081133370075 melalui pesan WhatsApp guna melaporkannya.

"Tujuannya jelas, kecepatan, kemudahan pelayanan masyarakat. Ada juga misal komplain terhadap pelayanan pasti kami tindaklanjuti. Setiap laporan yang bakal masuk melalui pesan WhatsApp itu akan direkapitulasi oleh admin dan dilaporkan kepada Kapolrestabes Surabaya langsung untuk segera ditindaklanjuti," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bagaimana Sistem HR Software dapat membantu Departemen HR?
Selasa, 24 Mei 2022 - 16:00 WIB
Sistem HR software (HRM) dapat membantu departemen HR mengelola dan memanfaatkan Sumber Daya Manusia...
Mantan Eksekutif menyesal jual WhatsApp ke Mark Zuckeberg
Jumat, 06 Mei 2022 - 15:24 WIB
Salah satu mantan petinggi di aplikasi pesan instan WhatsApp, Neeraj Arora, menyampaikan rasa sesaln...
Google Maps versi beta, bisa simpan mode transportasi favorit
Jumat, 06 Mei 2022 - 13:35 WIB
Google Maps sedang menguji fitur menyimpan mode transportasi yang disukai di aplikasi versi beta.
Pembelian Twitter oleh Elon Musk akan ditinjau oleh FTC AS
Jumat, 06 Mei 2022 - 11:46 WIB
Elon Musk akan ditinjau dengan UU Antimonopoli karena akuisisi Twitter.
Tiongkok memperketat pengawasan siaran langsung di medsos
Senin, 18 April 2022 - 15:04 WIB
Lembaga pengawas internet di Tiongkok mulai mengadakan kampanye untuk membersihkan`kekacauan` pada s...
Elon Musk buka `polling` ubah kantor Twitter jadi rumah bagi tunawisma
Senin, 11 April 2022 - 11:14 WIB
Setelah menyandang gelar sebagai pemilik saham terbesar Twitter, Elon Musk, kembali melakukan hal ny...
Snapchat hadirkan filter khusus ajak pengguna belajar bahasa isyarat
Minggu, 10 April 2022 - 17:36 WIB
Snapchat menghadirkan filter unik yang juga mengandung konten edukasi karena dari sini pengguna bisa...
Twitter konfirmasi soal tombol edit
Rabu, 06 April 2022 - 14:56 WIB
Twitter rupanya tidak bercanda ketika mengumumkan sedang membuat tombol edit bertepatan dengan April...
Peran Superapp dorong ekonomi digital, khususnya di industri pariwisata
Minggu, 03 April 2022 - 15:13 WIB
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menggelar diskusi Power Talk untuk membahas peran superapp dala...
YouTube akhirnya rilis fitur `picture-in-picture` di iOS
Kamis, 31 Maret 2022 - 12:07 WIB
YouTube akhirnya merilis fitur `picture-in-picture` secara khusus untuk pengguna iOS tepatnya untuk ...
InfodariAnda (IdA)