Isa kiri Isa kanan
Studi: Sputnik V lebih tangguh lawan Omicron daripada Pfizer, Moderna
Elshinta
Sabtu, 18 Desember 2021 - 13:35 WIB |
Studi: Sputnik V lebih tangguh lawan Omicron daripada Pfizer, Moderna
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Vaksin Sputnik V asal Rusia lebih tangguh dalam aktivitas menetralkan virus COVID-19 varian Omicron dibandingkan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, berdasarkan studi yang dilakukan oleh The Gamaleya Center  bersama The Russian Direct Investment Fund (RDIF).

Hasil penelitian itu menunjukkan Sputnik V hanya berkurang tiga hingga tujuh kali dalam aktivitas menetralkan virus Omicron dibandingkan dengan Pfizer-BioNTech, yang berkurang 41 kali, dan Moderna 49-84 kali.

“Sejauh ini, Sputnik V menunjukkan hasil terbaik dalam menetralisasi virus Omicron jika dibandingkan dengan vaksin lain,” kata Presiden Direktur RDIF Kirill Dmitriev dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual dari Rusia, Jumat (17/11) malam.

Penelitian itu menggunakan serum dengan periode lebih dari enam bulan setelah vaksinasi sebagai indikator perlindungan Sputnik V yang lebih lama dibandingkan dengan periode vaksin lain yang lebih singkat, yakni Pfizer-BioNTech 12-27 hari dan Moderna 28 hari.

Selain itu, Sputnik V memunculkan respons sel T yang kuat dan tahan lama, dan karena 80 persen epitop dalam lonjakan protein tidak terpengaruh oleh mutasi pada varian Omicron.

Karena itu, Sputnik V diharapkan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit parah yang disebabkan Omicron.

Kekebalan sel T yang tahan lama dari Sputnik V berkontribusi pada kemanjuran 80 persen terhadap Delta pada bulan ke-6 hingga ke-8 dibandingkan dengan efikasi vaksin mRNA tertentu, yang kurang dari 29 persen yang setelah enam bulan.

Penelitian Swedia di jurnal The Lancet menunjukkan bahwa efikasi vaksin Pfizer dalam melawan varian Delta menurun 47 persen setelah empat bulan, 29 persen setelah enam bulan, dan 23 persen setelah tujuh bulan.

Sementara itu, penelitian baru-baru ini di Amerika Serikat terhadap penduduk kelompok usia 65 tahun juga menunjukkan penurunan dalam efektivitas vaksin mRNA dalam melawan varian Delta setelah bulan ke-4 dan kembali menurun 20 persen setelah bulan ke-5 dan ke-7.

“Hasil ini membawa kabar gembira untuk dunia bahwa Sputnik V dapat berkontribusi dalam melawan varian Omicron,” ujar Dmitriev.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indonesia - Swiss perpanjang perjanjian perdagangan dan investasi
Rabu, 25 Mei 2022 - 19:33 WIB
Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Swiss Head of...
COVID tak kunjung reda, Beijing jatuhkan sanksi dan penjara
Rabu, 25 Mei 2022 - 14:02 WIB
Gelombang terbaru COVID-19 yang sudah berlangsung lebih dari sebulan di Beijing tanpa ada tanda-tand...
Korban tewas gedung ambruk di Iran bertambah jadi 10
Selasa, 24 Mei 2022 - 16:08 WIB
Korban tewas dalam peristiwa gedung runtuh di kota Abadan, Iran telah mencapai 10 orang, sementara k...
Rusia akan pertimbangkan bangun kembali hubungan dengan Barat
Selasa, 24 Mei 2022 - 14:08 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan Moskow akan mempertimbangkan tawaran dari Barat u...
WHO: tidak ada bukti virus cacar monyet telah bermutasi
Selasa, 24 Mei 2022 - 13:35 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak mempunyai bukti bahwa virus cacar monyet tel...
Presiden Ukraina bersedia bertemu Putin untuk akhiri perang
Selasa, 24 Mei 2022 - 13:10 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Presiden Vladimir Putin adalah satu-satunya pejabat ...
WHO tegaskan tidak perlu vaksinasi cacar monyet secara massal
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:36 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada kebutuhan mendesak untuk vaksinasi cacar monye...
Uni Eropa izinkan vaksin Vaxzevria sebagai `booster` COVID-19
Senin, 23 Mei 2022 - 21:07 WIB
Produsen obat AstraZeneca pada Senin mengatakan bahwa vaksin COVID-19 buatannya, Vaxzevria, diizinka...
Produsen obat usulkan tanggapan cepat pandemi bagi negara miskin
Senin, 23 Mei 2022 - 14:30 WIB
Para produsen obat global melobi negara-negara kaya untuk mendanai mekanisme pasokan yang akan secar...
Anthony Albanese dilantik menjadi PM Australia
Senin, 23 Mei 2022 - 13:35 WIB
Pemimpin Partai Buruh, Anthony Albanese, pada Senin dilantik sebagai perdana menteri ke-31 Australia...
InfodariAnda (IdA)