MemoRI 14 Desember
14 Desember 1947: Pesawat multirole bekas PD II yang tewaskan Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
14 Desember 1947: Pesawat multirole bekas PD II yang tewaskan Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma
Sumber foto: https://bit.ly/3DJ06D2/elshinta.com.

Elshinta.com - Pesawat multirole bermesin ganda buatan Avro, Inggris, yang dimiliki oleh Paul H Keegan, warga negara Australia dan bekas penerbang RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) pada Perang Dunia II ini, dijual ke Republik Indonesia pada Desember 1947, sekitar setahun sebelum pesawat Dakota RI-001 Seulawah lahir.

Dikutip dari berbagai sumber, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berada di bawah tekanan Belanda pada Agresi Militer I, Wakil Presiden Mohammad Hatta kemudian mencari cara agar NKRI bisa keluar dari blokade. Kala itu, diputuskan, tak ada jalan lain menembus blokade kecuali lewat jalur udara. Dari situlah, ide membeli pesawat muncul.

Dalam tempo dua bulan, sekira 14 kg perak dan emas hasil sumbangan masyarakat Minang, mulai dari anting, kalung, gelang bahkan cincin kawin telah berpindah tangan ke Panitia Pusat Pengumpul Emas yang dibentuk Bung Hatta. Emas perhiasan tersebut kemudian dilebur dan dijadikan emas batangan. Emas batangan inilah yang kemudian dijadikan alat beli pesawat Avro Anson pada awal Desember 1947. Diketahui, Keegan setuju Avro Anson miliknya dilepas seharga 12 kg emas.

Usai beralih ke tangan NKRI dengan diantar langsung oleh Keegan dari Songkhla, Thailand Selatan ke lapangan udara Gadut, Bukittinggi, pesawat dengan kecepatan maksimum mencapai 303 km per jam dan jarak tempuh hingga 1.200 km yang pertama kali terbang pada 24 Maret 1935 ini kemudian dinamakan (nomor registrasi) RI-003 dengan kode registrasi VH-BBY.

Pesawat Avro Anson RI-003, yang belum lama ini viral setelah diungkap oleh politisi berdarah Minang, Fadli Zon, ini kemudian balik mengantarkan Keegan ke Songkhala pada 9 Desember 1947, dengan dipimpin oleh Opsir Udara I Iswahyudi sebagai pilot dan Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma sebagai navigator. Pesawat yang diproduksi sebanyak 11 ribu unit ini diterbangkan dari Gadut menuju Songkhla dengan transit di Pekanbaru guna mengisi bahan bakar.

Selain mengantarkan Keegan pulang, misi Avro Anson RI-003 dan beberapa delegasi yang menyertainya ialah untuk melakukan penjajakan lebih jauh tentang kemungkinan pembelian senjata dan pesawat untuk kemudian memasukan barang Singapura ke daerah RI menembus blokade Belanda.

Pada 14 Desember 1947, sesudah menyelesaikan tugas di Bangkok, pesawat berkapasitas dua kru dan empat penumpang ini kembali berangkat menuju Singapura. Namun nahas, dalam perjalanan pulang, pesawat yang belum genap dua pekan dinikmati NKRI ini tiba-tiba terjebak dalam cuaca buruk di daerah Perak, Malaysia. Pesawat Avro Anson RI-003 akhirnya diketahui jatuh di Pantai Tanjung Hantu Perak, Malaysia.

Laporan pertama tentang kecelakaan diterima oleh polisi Lumut Malaysia, dari dua orang warga Tiongkok penebang kayu bernama Wong Fatt dan Wong Kwang pada sekitar pukul 16.30 tanggal 14 Desember 1947. Seorang petugas kepolisian berbangsa Inggris bernama Burras segera pergi ke tempat musibah. Baru pada pukul 18.00 ia tiba di lokasi kejadian. Ia tidak menemukan sesuatu, air sedang pasang naik.

Keesokan harinya, Kepala Polisi Lumut, bernama Che Wan dan seorang anggota polisi Inggris bernama Samson berangkat ke tempat kecelakaan dan tiba di tempat pukul 09.00.

Kepadanya kemudian dilaporkan tentang ditemukan sesosok jenazah yang mengapung beberapa ratus yards dari lokasi reruntuhan pesawat, yang oleh para nelayan setempat dibawa ke darat. Berdasarkan bukti yang ada dapat dipastikan bahwa jenazah ini adalah jenazah putra Madura, Halim Perdanakusuma. Sedangkan nasib pilot kelahiran Surabaya, Iswahyudi hingga saat ini jenazahnya tidak ditemukan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
30 April 2006: Wafatnya Pram, nyanyian bisu novelis yang melawan lewat tulisan
Sabtu, 30 April 2022 - 06:22 WIB
Minggu, 30 April 2006 dunia sastra Indonesia berduka. Setelah Sastrawan Pramoedya Ananta Toer mening...
29 April 2021: Tangki minyak sayur terguling di Pekalongan, warga berebut tumpahan
Jumat, 29 April 2022 - 06:18 WIB
Sebuah truk tangki minyak sayur nopol W 8465 UQ terguling di Jalan Pantura Sipait, Siwalan, Pekalong...
26 April 2013: Meninggalnya Ustad Jefri Al Buchori
Selasa, 26 April 2022 - 06:17 WIB
Pendakwah Ustaz Jefri Al Buchori yang akrab disapa Ustad Uje meninggal dunia akibat kecelakaan seped...
25 April 1950: Peristiwa Republik Maluku Selatan
Senin, 25 April 2022 - 06:18 WIB
Republik Maluku Selatan (RMS) adalah sebuah republik di Kepulauan Maluku yang diproklamasikan tangga...
24 April 1996: Peristiwa April Makassar berdarah, tiga mahasiswa tewas
Minggu, 24 April 2022 - 06:14 WIB
Hari ini 26 tahun lalu tepatnya 24 April 1996, terjadi peristiwa April Makassar Berdarah (Amarah).
21 April 1879: Lahirnya RA Kartini, Tokoh pelopor kebangkitan kaum wanita RI
Kamis, 21 April 2022 - 12:51 WIB
Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini di Indonesia. Pasalnya, tanggal tersebut merupakan...
15 April 2011: Bom bunuh diri di Masjid Polres Cirebon
Jumat, 15 April 2022 - 06:16 WIB
Sebuah ledakan dilaporkan terjadi saat warga tengah menjalankan ibadah shalat Jumat di Masjid At-Taq...
9 April 1966: Wafatnya Sutan Sjahrir, bung kecil yang berjiwa besar
Sabtu, 09 April 2022 - 06:11 WIB
Sutan Sjahrir, wafat pada 9 April 1966 di Zurich, Swiss. Bung Kecil sapaan akrabnya telah dua kali t...
3 April 1804: Kelahiran Sri Sultan Hamengkubuwana IV
Minggu, 03 April 2022 - 06:14 WIB
Tepat hari ini, 3 April pada tahun 1804, Sri Sultan Hamengkubuwana IV lahir dengan nama kecil Gusti ...
Basarnas lakukan pencarian remaja tersedot pusaran air di Sungai Deli
Senin, 07 Maret 2022 - 11:26 WIB
Petugas siaga radio dan komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan (Basarnas) Medan kembali m...
InfodariAnda (IdA)