Waspada ISPA menyerang saat musim hujan
Elshinta
Kamis, 09 Desember 2021 - 09:11 WIB |
Waspada ISPA menyerang saat musim hujan
Ilustrasi infeksi saluran pernapasan (ANTARA/Shutterstock/EA March)

Elshinta.com - Penyakit yang terkait dengan sistem pernapasan disebut banyak terjadi saat musim hujan tiba.

Para pakar kesehatan memperingatkan, peningkatan jumlah partikel air di udara membuat orang berisiko dua kali lipat terkena berbagai infeksi yang ditularkan melalui udara.

Hal ini disebabkan kandungan air yang tinggi di udara memungkinkan berbagai mikroorganisme berbahaya berkembang biak lebih cepat daripada di iklim yang lebih hangat dan lebih kering. Salah satu penyakit yang sering terjadi di musim hujan adalah terkait dengan sistem pernapasan.

Berdasarkan penyakit yang dialami pengguna di platform Good Doctor (GD) yang berkonsultasi dengan dokter dalam jangka waktu selama akhir Oktober hingga minggu kedua November 2021, angka yang dilacak secara internal oleh tim medis internal khususnya tentang Tren Diagnosis yang meningkat menunjukkan bahwa kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendominasi kategori telekonsultasi.

dr. Adhiatma Gunawan, Head of Medical PT Good Doctor Technology Indonesia pun memperingatkan bahwa tren yang mengkhawatirkan ini akan terus meningkat jika tindakan pencegahan kesehatan tidak dilakukan untuk meningkatkan kekebalan seseorang selama periode musim hujan.

Tren Diagnosis menunjukkan peningkatan ISPA sebesar 1—2 persen setiap minggunya dan diprediksi akan meningkat menjadi 10 persen pada minggu-minggu berikutnya.

ISPA sendiri adalah infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan dapat menular ke orang lain. Bagian tubuh yang terkena dapat berupa hidung, sinus, faring, dan laring.

Gejala yang mungkin dirasakan antara lain pilek, bersin, batuk, dan hidung tersumbat.

"Risiko ISPA akan meningkat pada orang yang sistem kekebalannya lemah," ujar dr. Adhiatma dalam siaran resminya dikutip pada Kamis.

Anak-anak dan orangtua termasuk dalam kelompok dengan daya tahan tubuh yang rendah. Sistem imun pada anak-anak belum terbentuk sempurna, sedangkan pada lansia sistem imunnya mulai mengalami penurunan.

Virus penyebab penyakit ini bisa bertahan hidup di udara dan benda mati. Kondisi tersebut pun menyebabkan penyebaran penyakit ISPA mudah berkembang biak.

Sementara itu, dr. RA. Adaninggar, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Good Doctor memberikan beberapa tips untuk menghadapi musim hujan agar tidak mudah terserang penyakit.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pola hidup sehat yang meliputi kesehatan fisik dan mental dengan memastikan mengkonsumsi nutrisi yang baik.
Apabila tidak dapat memenuhi kebutuhan harian yang diharuskan, maka bisa menambahkan suplemen.

"Lalu olahraga, lakukan aktivitas fisik secara rutin supaya kebugaran terjaga," ujar dr. Adaninggar.

Setidaknya ada lima jenis olahraga yang bisa dilakukan di rumah saat musim hujan yakni peregangan fisik, aerobik, yoga, angkat beban dan latihan kalistenik.

Cukup tidur juga berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental. Orang yang kurang tidur akan lebih mudah marah, cemas dan stres.

Manajemen stres juga harus dikelola dengan baik. Jangan lupa untuk menyediakan waktu bagi diri sendiri, sebab sangat penting menyeimbangkan urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Terakhir adalah protokol kesehatan tetap harus dilakukan karena saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli: Kekurangan cairan dapat terlihat dari kesehatan kulit
Minggu, 16 Januari 2022 - 06:01 WIB
Ahli nutrisi dari Herbalife Nutrition Aria Novitasari mengatakan kekurangan cairan dalam tubuh atau ...
Mitos tentang inhaler bagi penderita asma
Jumat, 14 Januari 2022 - 16:47 WIB
Para penderita asma tentu tidak asing dengan inhaler, bahkan sebagian besar selalu menyimpannya di d...
Dokter: Kebersihan gigi dan mulut cegah risiko komplikasi penyakit
Jumat, 14 Januari 2022 - 11:27 WIB
Kebersihan gigi dan mulut selain menjadi refleksi kesehatan tubuh secara umum ternyata juga sangat b...
Shahnaz Haque bilang jangan takut pada pengobatan kanker ovarium
Kamis, 13 Januari 2022 - 22:07 WIB
Selebritas sekaligus Duta Peduli Kanker Ovarium, Shahnaz Haque mengajak para perempuan tidak takut p...
Penderita diabetes wajib kontrol asupan gula untuk cegah kebutaan
Kamis, 13 Januari 2022 - 20:07 WIB
Penderita diabetes melitus diwajibkan mengontrol asupan gula yang masuk ke dalam tubuh demi mencegah...
Kanker ovarium stadium awal tak bergejala tapi bisa diidentifikasi
Kamis, 13 Januari 2022 - 19:19 WIB
Kanker ovarium tak memunculkan gejala pada stadium awal, sehingga salah satu upaya demi menemukan ka...
Mengenal perbedaan antara intoleransi laktosa dan alergi susu sapi
Kamis, 13 Januari 2022 - 15:00 WIB
Ahli gizi dr. Arif Sabta Aji, S.Gz mengatakan kondisi intoleransi laktosa tidak bisa disamakan denga...
Pakar: Perempuan merokok disebabkan oleh kesehatan mental tak stabil
Rabu, 12 Januari 2022 - 23:15 WIB
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan bahwa banyaknya per...
Pemerintah minta masyarakat bijak bermobilitas tekan kasus Omicron
Rabu, 12 Januari 2022 - 21:39 WIB
Pemerinah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat bijak bermobilitas, term...
Membuat otak rileks jelang ujian itu penting
Rabu, 12 Januari 2022 - 08:59 WIB
Membuat otak rileks sebelum ujian menjadi saran dari psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwi...
InfodariAnda (IdA)