Peneliti: Perhatikan riwayat perjalanan dari negara lain selain Afrika
Elshinta
Rabu, 08 Desember 2021 - 18:57 WIB |
Peneliti: Perhatikan riwayat perjalanan dari negara lain selain Afrika
Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) berjalan di area kedatangan internasional setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/11/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.

Elshinta.com - Peneliti Kebijakan Publik dari Lembaga Swadaya Masyarakat The Prakarsa Eka Afrina Djamhari menekankan pemerintah perlu memperhatikan riwayat perjalanan seseorang yang berasal atau penah berpergian dari negara lain selain Afrika Selatan guna mencegah hadirnya varian Omicron di Indonesia.

“Ini tentang bagaimana komitmen pemerintah itu harusnya membatasi orang yang masuk atau keluar dari Indonesia. Itu yang terpenting untuk saat ini, karena penyebaran virus sangat cepat dan tidak kelihatan,” kata Eka saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Menanggapi pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, Eka menuturkan, meskipun pemerintah telah menyiapkan skema karantina selama beberapa minggu bagi orang yang datang dari luar negeri, Indonesia harus membaca situasi secara global guna memperkecil penularan baru dari COVID-19 terutama saat libur Natal dan Tahun Baru mendatang.

Menurutnya, virus merupakan hal yang memiliki sifat mampu menular dengan sangat cepat dan tak dapat terlihat oleh mata, sehingga bisa datang dari mana saja. Oleh sebab itu, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan untuk dapat mencegah varian Omicron masuk ke Tanah Air.

Hal itu dapat dilakukan dengan meminimalisir sekecil mungkin kedatangan orang yang berasal dari luar negeri ke Indonesia yang dimulai dari seluruh pintu masuk ke dalam negara, bukan memperkecil kemungkinan dari pintu antar wilayah.

“Pembatasan orang masuk ke Indonesia kalau bisa di perkecil sekecil mungkin. Jangan hanya menekankan soal negara Afrika saja. Sementara di Eropa sudah ditutup rapat, di Indonesia masih dibuka, itu cukup mengkhawatirkan,” tegas dia.

Eka turut mengatakan, hal tersebut dirasa perlu dilakukan mengingat proses tracing dan tracking yang dilakukan oleh pemerintah masih dapat dikatakan rendah. Sehingga bisa saja, potensi kasus positif COVID-19 jadi meningkat di awal bulan Januari tahun 2022 secara tiba-tiba.

Selain itu, dia juga berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan mobilitas yang dilakukan masyarakat dan pemberian vaksinasi di setiap daerah secara sama rata, yang dapat membantu menciptakan kekebalan kelompok pada masyarakat lebih cepat supaya tidak terkena varian-varian baru lainnya.

“Bisa saja di awal Januari itu bisa dilakukan tracing dan tracking angka kasusnya bisa tinggi. Karena mobilitas orang banyak ya apalagi kalau pintu dari luar negeri itu dibuka,” ucap dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Negara-negara di Asia diperkirakan lolos dari goncangan inflasi global
Kamis, 20 Januari 2022 - 14:10 WIB
Head of Macro Strategy Asia Manulife Investment Management Sue Thrinh memperkirakan negara-negara di...
Bersiap hadapi Omicron, Selandia Baru perketat pembatasan
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:32 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pembatasan akan diperketat jika ada penulara...
Valneva sebut studi awal tunjukkan vaksinnya efektif lawan Omicron
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:09 WIB
Perusahaan bioteknologi Prancis Valneva pada Rabu (19/1) mengatakan bahwa studi pendahuluan menunjuk...
Vietnam temukan kasus lokal pertama varian Omicron
Rabu, 19 Januari 2022 - 11:59 WIB
Vietnam telah menemukan kasus lokal pertama virus corona varian Omicron, demikian menurut media mili...
Bocah migran Venezuela tewas saat seberangi sungai Meksiko-AS
Rabu, 19 Januari 2022 - 11:04 WIB
Jasad seorang bocah perempuan yang diduga migran dari Venezuela ditemukan di sungai Rio Grande di pe...
Inggris larang iklan anak makan keju sambil menggantung terbalik
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:20 WIB
Badan pengatur periklanan Inggris telah melarang iklan TV yang memperlihatkan anak perempuan memakan...
UNICEF, Merck sepakati pemasokan 3 juta paket obat COVID-19
Rabu, 19 Januari 2022 - 07:35 WIB
Merck & Co Inc beserta perusahaan farmasi mitranya, Ridgeback Biotherapeutics pada Selasa mengatakan...
Dua orang tewas dan pulau-pulau di Tonga rusak parah
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:45 WIB
Pulau-pulau kecil di Tonga mengalami kerusakan parah akibat letusan gunung berapi dan tsunami, demik...
Kerusakan akibat tsunami di Tonga hambat pengiriman bantuan
Selasa, 18 Januari 2022 - 14:10 WIB
Penutupan bandara dan terputusnya jalur komunikasi menghambat upaya internasional untuk membantu Ton...
Thailand pertimbangkan pengabaian karantina bagi WNA yang sudah vaksin
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:55 WIB
Thailand sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan pengabaian karantina bagi warga negara asing (W...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI