MemoRI 09 Desember
9 Desember 1947: Tragedi pembantaian Rawagede
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
9 Desember 1947: Tragedi pembantaian Rawagede
Sumber foto: https://bit.ly/3rBIC9n/elshinta.com.

Elshinta.com - Pembantaian penduduk di Kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda menewaskan 431 orang terjadi pada 9 Desember 1947.

Peristiwa disebut sebagai pembantaian Rawagede ini terjadi agresi militer pertama Belanda.

Awalnya, tentara colonial menyerbu Bekasi, ribuan rakyat mengungsi ke arah Karawang. Pertempuran kemudian berkobar di daerah antara Karawang dan Bekasi, mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dari kalangan sipil.

Pada tanggal 4 Oktober 1948, tentara Belanda melancarkan pembersihan. Dalam peristiwa ini 35 orang penduduk Rawagede dibunuh tanpa alasan jelas.

Desa Rawagede sekarang memang sudah tidak ada lagi dan berganti dengan nama Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang. Meski sekarang Desa Rawagede sudah tidak ada dan berganti nama menjadi Balongsari, namun kenangan pahit tentang tragedi Rawagede ini menyisakan trauma tersendiri bagi warga desanya, khususnya pada beberapa saksi mata yang terlibat langsung atas tragedi tersebut.

Sebenarnya isu Tragedi ini sempat mencuat pada tahun 1991, dimana kala itu Sukarman anak dari salah satu korban pembantian yang bernama Sukardi, seorang pejuang yang lolos dari tragedi pembantaian Rawagede, menulis buku yang berjudul ‘Riwayat Singkat Makam Pahlawan Rawagede’.

Tapi sayangnya buku ini kurang mendapatkan apresiasi serius dikalangan masyarakat maupun pemerintah Indonesia, dan hanya menarik perhatian para veteran termasuk Pangdam Siliwangi saat itu, Mayjen TNI Tayo Tarmadi. Mayjen TNI Tayo Tarmadi kemudian memprakarsai pendirian Yayasan Rawagede dan mengumpulkan kuburan para korban dalam satu lokasi dan mendirikan monumen Rawagede.

Ironisnya, di Belanda buku itu cukup menyedot perhatian akademisi, politisi dan wartawan hingga kemudian dicetak ulang. Masyarakat Belanda begitu terhenyak membaca kisah pembantaian yang ditulis di buku itu, karena yang mereka tahu Indonesia pada waktu itu adalah bagian dari Kerajaan Hindia Belanda sehingga tidak ada penjajahan apalagi pembantaian.

Hingga pada akhirnya, isu Tragedi Rawagede ini kembali mencuat dan menarik perhatian, hingga kemudian keluarga korban pembantaian Rawagede mengajukan gugatan kepada pengadilan Belanda.

Akhirnya perjuangan keluarga korban Tragedi Rawagede membuahkan hasil, pada 14 September 2011, Pengadilan Den Haag memenangkan gugatan para keluaraga korban tragedi rawagede, dan menyatakan pemerintah Belanda harus bertanggung jawab dan membayar kompensasi bagi para korban dan keluarga tragedi Rawagede. (Sumber: https://bit.ly/3rG69WI)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
1 Januari 2002: Bom pergantian tahun baru
Sabtu, 01 Januari 2022 - 06:00 WIB
Selasa (1/1) sekitar pukul 03.30 WIB, ledakan bom terjadi di depan Rumah Makan Ayam Bulungan, Studio...
25 Desember 1945: Pertempuran Kapten Muslihat
Sabtu, 25 Desember 2021 - 06:25 WIB
Pejuang RI dari kesatuan Kompi IV Batalyon II Tentara Keamanan Rakyat Rakyat (TKR) yang dipimpin Kap...
24 Desember 2000: Bom meledak di sejumlah gereja di Indonesia
Jumat, 24 Desember 2021 - 06:20 WIB
24 Desember 2000, merupakan sejarah kelam malam natal yang terjadi di Indonesia. Pasalnya pada waktu...
20 Desember 1945: Otto Iskandar Dinata tewas oleh Laskar Hitam
Senin, 20 Desember 2021 - 06:21 WIB
Raden Otto Iskandardinata meninggal dunia pada 20 Desember 1945. Salah satu pahlawan nasional ini wa...
18 Desember 1771: Puputan Bayu rakyat Blambangan
Sabtu, 18 Desember 2021 - 06:12 WIB
Pada 18 Desember 1771, Perang Bayu atau Perang Puputan Bayu meletus di Banyuwangi, sebagai usaha ter...
17 Desember 1934: Wafatnya HOS Cokraminoto
Jumat, 17 Desember 2021 - 06:10 WIB
Pemimpin organisasi pertama di Indonesia, Sarekat Islam (SI), Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto (...
14 Desember 1947: Pesawat multirole bekas PD II yang tewaskan Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma
Selasa, 14 Desember 2021 - 06:12 WIB
Pesawat multirole bermesin ganda buatan Avro, Inggris, yang dimiliki oleh Paul H Keegan, warga negar...
12 Desember 1945: Pasukan Sudirman lancarkan serangan ke Ambarawa
Minggu, 12 Desember 2021 - 06:25 WIB
Tentara Sekutu dan NICA mendarat di Semarang untuk mengurus interniran dan tentara Jepang di Jawa Te...
9 Desember 1947: Tragedi pembantaian Rawagede
Kamis, 09 Desember 2021 - 06:16 WIB
Pembantaian penduduk di Kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat)...
7 Desember 2020: Penembakan Enam Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek
Selasa, 07 Desember 2021 - 06:12 WIB
Sekitar enam anggota Laskar Pembela Islam (LPI) tewas saat sedang mengawal Muhammad Rizieq Shihab. K...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI