Polisi periksa intensif oknum dosen Unsri yang diduga pelaku pelecehan
Elshinta
Senin, 06 Desember 2021 - 14:24 WIB |
Polisi periksa intensif oknum dosen Unsri yang diduga pelaku pelecehan
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap oknum dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sriwijaya (FKIP Unsri) yang diduga melakukan pelecehan seksual secara fisik kepada mahasiswinya.

Kepala Subdit 4 Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel Komisaris Polisi Masnoni di Palembang, Senin mengatakan, oknum dosen FKIP Unsri yang berinisial A (34) itu telah memenuhi pemanggilan penyidik yang kedua kalinya sesuai agenda.

"Terlapor A tiba di Mapolda sekitar pukul 09.00 WIB didampingi penasihat hukumnya. Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa secara intensif," kata dia.

A diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

Menurut Masnoni, oknum dosen terlapor itu dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelecehan seksual yang dia lakukan terhadap korban berinisial DR yaitu mahasiswinya sendiri. Sementara ini yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi.

"Tidak menutup kemungkinan status terlapor berubah. Tapi masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik, tunggu saja prosesnya," ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya keterangan dari oknum dosen terlapor tersebut sangat dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyelidikan.

Lantaran penyidik sudah mengumpulkan keterangan dari saksi yakni rekan korban dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Unsri dan seorang tukang ojek langganan korban DR.

Bahkan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Laboratorium Sejarah FKIP Unsri, kampus Indralaya, Ogan Ilir pada Rabu (1/12).

Hasil dari oleh TKP tersebut diketahui ada beberapa adegan yang menunjukkan oknum dosen terlapor melakukan pelecehan seksual secara fisik terhadap korban di dalam laboratorium tersebut.

Sementara itu, penasihat hukum terlapor, Darmawan mengatakan, A telah mengakui adanya peristiwa tersebut. "Klien kami sudah mengakui peristiwa ini ada, dan sudah mendapatkan hukuman dari pihak kampus," ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, oknum dosen tersebut sudah mendapatkan hukuman dari rektorat Unsri,, diantaranya berupa pencabutan sertifikasi dosennya, empat tahun tidak ada kenaikan pangkat dan pencabutan jabatan strukturalnya di FKIP, katanya.

Kendati demikian Ia mengharapkan, penyidik dapat mempertimbangkan sikap kooperatif yang dilakukan oleh kliennya itu.

Ia mengatakan, sebelum perkara ini ditangani pihak kepolisian antara pelapor dan klienya sudah dipertemukan atau dimediasi oleh pihak kampus.

"Tentu atas hal itu kami mengharapkan dipertimbangkan oleh penyidik," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tanah Longsor terjadi di kawasan pelabuhan Tenau Kupang
Kamis, 20 Januari 2022 - 18:19 WIB
Tanah longsor terjadi di kawasan Pelabuhan Tenau, Kupang dan merusak salah satu bagian dari kantor s...
Ribuan rumah di tiga kecamatan di Karawang masih terendam banjir
Kamis, 20 Januari 2022 - 17:07 WIB
Sedikitnya ribuan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat masih terendam air sampa...
Puluhan pipa air bersih PDAM Ende terbawa arus banjir
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:54 WIB
Sebanyak 37 batang pipa jaringan air bersih milik PDAM Ende, Nusa Tenggara Timur hanyut terbawa banj...
Banjir di jalan poros Makassar-Maros hambat arus lalu lintas
Rabu, 19 Januari 2022 - 20:09 WIB
Banjir setinggi lutut orang dewasa di jalan poros Kota Makassar-Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, m...
Genangan meluas hingga ke jalan raya di Kecamatan Benda, Kota Tangerang
Rabu, 19 Januari 2022 - 09:47 WIB
Genangan yang terjadi akibat luapan air dari saluran di bawah Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakart...
 Satu dari dua tersangka penganiayaan di Ranotongkor diamankan petugas
Selasa, 18 Januari 2022 - 16:22 WIB
Salah satu tersangka tindak pidana penganiayaan yang dilakukan bersama-sama terhadap korban, lelaki ...
Satu orang meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Probolinggo
Selasa, 18 Januari 2022 - 13:14 WIB
Seorang warga atas nama Sunijar (60) ditemukan meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yan...
Sejumlah desa di Pasuruan terendam banjir
Selasa, 18 Januari 2022 - 13:07 WIB
Sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terendam banjir akibat luapan Sungai Rejoso dan sung...
Rumah Bupati Jember terendam banjir akibat luapan Sungai Kalijompo
Selasa, 18 Januari 2022 - 07:47 WIB
Rumah Bupati Jember Hendy Siswanto bersama puluhan rumah warga di Kampung Ledok, Kelurahan Jember Ki...
BPBD Banten catat 225 desa di Banten terdampak gempa
Senin, 17 Januari 2022 - 15:11 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat hingga Senin (17/1) pukul 09.00 ...
InfodariAnda (IdA)