16 korban luka bakar akibat awan panas Semeru dirawat di RSUD Pasirian

Elshinta
Senin, 06 Desember 2021 - 11:48 WIB |
16 korban luka bakar akibat awan panas Semeru dirawat di RSUD Pasirian
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 16 korban luka bakar akibat guguran awan panas Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian.

"Bahkan, ada korban yang alami luka bakar sampai 80 persen. Karena itu, ini sedang kami perhatikan secara khusus untuk korban-korban ini yang terbakar," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (6/12).

Menurut Muhadjir, korban luka bakar 80 persen yang diklasifikasikan sebagai pasien kritis di RSUD Pasirian berjumlah enam orang.

Dia mengatakan pemerintah sedang fokus menyelamatkan korban letusan Gunung Semeru. "Sesuai arahan Bapak Presiden, setiap ada bencana seperti ini yang diprioritaskan adalah keselamatan korban, terutama mereka yang cedera, yang kesakitan itu harus betul-betul mendapatkan perawatan maksimal," katanya.

Muhadjir mengatakan korban cedera akibat letusan Gunung Semeru di RSUD Pasirian tidak hanya yang mengalami luka bakar parah, ada pula korban cedera yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Menko PMK telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengirimkan bantuan peralatan bagi kebutuhan korban. "Kondisi luka bakar separah itu, korban tidak bisa dibawa ke RS yang representatif dan lokasinya cukup jauh," katanya.

Kemenkes diminta mengutus dokter spesialis dan dokter subspesialis untuk menangani korban dari kalangan bedah plastik, perawat yang sudah pengalaman merawat pasien luka bakar.

"Tadi saya sudah meminta Pak Menkes untuk segera mengirimkan bantuan-bantuan itu," katanya.

Menko Muhadjir mengatakan pemerintah juga menangani korban pengungsi secara maksimal. Penyediaan tempat pengungsian yang layak, kebutuhan logistik dan dapur umum sudah dibuka oleh BNPB bersama Kemensos, dan pemerintah daerah.

"Untuk mereka yang masih yang ditampung di kantor kelurahan, itu saya minta dipindahkan ke sekolah. Karena kalau di sekolah kan lebih tertutup di ruang-ruang kelas," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
11 Agustus 2021: Angin puting beliung terjang pemukiman warga di Kutai Kartanegara
Kamis, 11 Agustus 2022 - 06:19 WIB

11 Agustus 2021: Angin puting beliung terjang pemukiman warga di Kutai Kartanegara

Angin puting beliung menerjang Desa Tanjung Berukang di Kecamatan Sepatin, Kutai Kartanegara Provins...
Kapolda Sumut pantau TKP kebakaran hutan dari udara
Selasa, 09 Agustus 2022 - 14:57 WIB

Kapolda Sumut pantau TKP kebakaran hutan dari udara

Kapolda Sumut Irjen Pol. R. Z. Panca Putra S berangkat menuju Samosir untuk meninjau lokasi kebakar...
9 Agustus 2021: Banjir bandang di Cigudeg Bogor, puluhan keluarga mengungsi
Selasa, 09 Agustus 2022 - 06:11 WIB

9 Agustus 2021: Banjir bandang di Cigudeg Bogor, puluhan keluarga mengungsi

Sebanyak 40 keluarga mengungsi akibat banjir bandang yang merendam Cigudeg, Bogor, Jawa Barat. Banji...
8 Agustus 2020: Erupsi Gunung Sinabung, tiga kecamatan terdampak abu vulkanik
Senin, 08 Agustus 2022 - 06:20 WIB

8 Agustus 2020: Erupsi Gunung Sinabung, tiga kecamatan terdampak abu vulkanik

Gunung Sinabung dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (dpl) mengalami erupsi pada Sab...
6 Agustus 2021: Empat desa di Seram dilanda banjir
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 06:19 WIB

6 Agustus 2021: Empat desa di Seram dilanda banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur melaporkan sebanyak 193 jiwa...
5 Agustus 2018: Gempa M 7,0 guncang NTB, ratusan orang tewas
Jumat, 05 Agustus 2022 - 06:18 WIB

5 Agustus 2018: Gempa M 7,0 guncang NTB, ratusan orang tewas

Gempa bumi yang mulanya disebut berskala M 6,8, kemudian dimutakhirkan menjadi M 7,0, mengguncang Lo...
4 Agustus 2021: Angin puting beliung hantam wilayah Panjang Bandarlampung
Kamis, 04 Agustus 2022 - 06:06 WIB

4 Agustus 2021: Angin puting beliung hantam wilayah Panjang Bandarlampung

Warga Panjang, Bandarlampung dikejutkan dengan angin puting beliung pada Rabu 4 Agustus 2021, sekita...
Bencana yang kompleks, BAPENA PPNI Lumajang ajak pentahelix bersinergi 
Rabu, 03 Agustus 2022 - 14:47 WIB

Bencana yang kompleks, BAPENA PPNI Lumajang ajak pentahelix bersinergi 

Ancaman bencana yang kompleks di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur seperti gempa bumi, stunami, erupsi,...
Gempa bumi bermagnitudo 5,6 guncang Aceh Jaya
Minggu, 31 Juli 2022 - 12:15 WIB

Gempa bumi bermagnitudo 5,6 guncang Aceh Jaya

Gempa bumi bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh pada Ahad sekitar pukul 1...
132 rumah warga di Maluku Tengah terendam banjir
Jumat, 29 Juli 2022 - 23:59 WIB

132 rumah warga di Maluku Tengah terendam banjir

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Maluku Tengah dalam dua hari terakhir menyebabkan seban...

InfodariAnda (IdA)