Asia dalam suasana hati-hati saat Omicron menyebar, jelang data IHK AS
Elshinta
Senin, 06 Desember 2021 - 09:55 WIB |
Asia dalam suasana hati-hati saat Omicron menyebar, jelang data IHK AS
Pejalan kaki melintas di depan layar elektronik pergerakan Indeks Nikkei di Bursa Efek Tokyo, Jepang. ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/am.

Elshinta.com - Pasar saham Asia memulai pekan ini dengan suasana hati-hati pada perdagangan Senin pagi, karena Omicron muncul di lebih banyak negara dan investor menghadapi penantian selama seminggu untuk angka inflasi utama AS yang dapat menentukan arah suku bunga.

Laporan pekerjaan AS yang beragam tidak banyak menggoyahkan ekspektasi pasar tentang pengetatan yang lebih agresif oleh Federal Reserve, dan laporan harga konsumen yang akan dirilis pada Jumat (10/11) kemungkinan akan mendorong tapering lebih awal.

Omicron tetap menjadi perhatian karena variannya menyebar ke sekitar sepertiga negara bagian AS, meskipun ada laporan dari Afrika Selatan bahwa kasus di sana memiliki gejala ringan.

Awal perdagangan berlangsung lesu dengan indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun tipis 0,2 persen. Indeks Nikkei Jepang turun 0,7 persen, bahkan ketika pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonominya terkait rekor paket stimulus 490 miliar dolar AS.

Wall Street bersiap untuk reli setelah penurunan Jumat lalu (3/12), dengan indeks berjangka S&P 500 menguat 0,4 persen dan indeks berjangka Nasdaq naik 0,1 persen.

Sementara data penggajian (payrolls) utama AS telah mengecewakan pada November, survei rumah tangga jauh lebih kuat dengan lompatan 1,1 juta dalam pekerjaan membawa pengangguran turun menjadi 4,2 persen.

"Kami pikir The Fed akan melihat ekonomi lebih dekat dengan pekerjaan penuh daripada yang diperkirakan sebelumnya," kata ekonom Barclays Michael Gapen.

"Oleh karena itu, kami memperkirakan tapering yang dipercepat pada pertemuan Desember, diikuti oleh kenaikan suku bunga pertama pada Maret. Kami terus memperkirakan tiga kenaikan 25 basis poin pada tahun 2022."

Pasar berjangka hampir sepenuhnya memperkirakan untuk kenaikan (suku bunga) menjadi 0,25 persen pada Mei dan 0,5 persen pada November.

Prospek hawkish adalah salah satu alasan kepala strategi investasi BofA Michael Hartnett bearish pada ekuitas untuk tahun 2022, memperkirakan "kejutan suku bunga" dan pengetatan kondisi keuangan.

Dia menyukai aset-aset riil, real estat, komoditas, volatilitas, uang tunai dan pasar negara berkembang, sementara obligasi, kredit, dan ekuitas dapat mengalami kesulitan.

Untuk saat ini, imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek didorong lebih tinggi tetapi yang lebih lama telah menguat karena investor bertaruh bahwa kenaikan (suku bunga) yang lebih awal akan berarti pertumbuhan ekonomi dan inflasi lebih lambat dari waktu ke waktu dan puncak yang lebih rendah untuk suku bunga Fed.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS sepuluh tahun turun hampir 13 basis poin minggu lalu dan terakhir di 1,38 persen, menyusutkan selisih selama dua tahun ke yang terkecil tahun ini.

Kenaikan suku bunga jangka pendek telah membantu menopang dolar AS, terutama terhadap mata uang yang dipengaruhi pertumbuhan yang dipandang rentan terhadap penyebaran varian Omicron.

Dolar AS mencapai puncak 13-bulan terhadap dolar Australia dan Selandia Baru, tetapi indeksnya relatif stabil pada mata uang utama di 96,214.

Euro bertahan di 1,1303 dolar AS dan di atas level terendah baru-baru ini di 1,1184 dolar AS, sementara dolar melemah terhadap mata uang safe haven yen menjadi 112,94 yen.

Bitcoin kehilangan seperlima dari nilainya pada Sabtu (4/12) karena aksi ambil untung dan kekhawatiran ekonomi makro memicu penjualan senilai hampir satu miliar dolar di seluruh mata uang kripto.

Bitcoin bertahan di 49.436 dolar AS, setelah mencapai serendah 41.967 dolar AS selama akhir pekan.

Dalam komoditas, emas mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang tetapi telah diperdagangkan menyamping selama beberapa bulan di kisaran 1.720/1.870 dolar AS. Senin pagi, stabil di 1.783 dolar AS per ounce.

Harga minyak jauh lebih fluktuatif karena kendala pasokan berperang dengan kekhawatiran tentang permintaan saat Omicron menyebar. Akhir-akhir ini harga turun dengan Brent dan minyak mentah AS jatuh selama enam minggu berturut-turut.

Pada Senin pasar mencoba bangkit dengan Brent naik 1,29 dolar AS menjadi 71,17 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS naik 1,30 dolar AS menjadi 67,56 dolar AS per barel.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus kematian akibat COVID-19 di Australia meningkat
Senin, 24 Januari 2022 - 13:48 WIB
 Australia mencatat peningkatan kasus kematian akibat COVID-19 pada Senin (24/1) ketika varian Omic...
Studi Israel: Vaksin ke-4 COVID tingkatkan daya tahan lansia 3x lipat
Senin, 24 Januari 2022 - 08:59 WIB
Dosis ke-4 vaksin COVID-19 yang diberikan kepada lansia di Israel meningkatkan daya tahan mereka tig...
Mahathir sudah bisa berinteraksi dengan keluarga
Minggu, 23 Januari 2022 - 22:11 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (96) yang saat ini masih dirawat di Institut Jantun...
Indonesia jadi importir terbesar kurma dari Mesir
Minggu, 23 Januari 2022 - 18:35 WIB
Indonesia mendapat apresiasi sebagai importir terbesar kurma dari Mesir, yang ditandai dengan peneri...
 Dubes Heri Akhmadi resmi lantik Konsul Kehormatan RI untuk Nagoya, Jepang
Sabtu, 22 Januari 2022 - 17:12 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi melantik Sugimoto Hideo sebagai K...
Gempa 6,2 magnitudo guncang Alaska
Sabtu, 22 Januari 2022 - 15:24 WIB
Gempa dengan magnitudo 6,2 mengguncang selatan Unalaska di Alaska pada Jumat (21/1), menurut Pusat G...
WHO imbau penggunaan vaksin Pfizer untuk anak 5-11 tahun diperluas
Sabtu, 22 Januari 2022 - 12:59 WIB
Panel penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (21/1) mengimbau agar penggunaan dosis r...
Sekjen PBB kutuk serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Yaman
Sabtu, 22 Januari 2022 - 12:23 WIB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan udara oleh k...
Brazil setujui vaksin Coronavac untuk usia 6-17 tahun
Jumat, 21 Januari 2022 - 11:03 WIB
Otoritas kesehatan Brazil Anvisa pada Kamis (20/1) menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 Cor...
Brazil pertimbangkan tutup Telegram jelang pemilu
Jumat, 21 Januari 2022 - 10:52 WIB
Otoritas elektoral TSE Brazil sedang mempertimbangkan untuk melarang aplikasi perpesanan Telegram me...
InfodariAnda (IdA)