Peneliti: Perkecil kesenjangan produktivitas beras seluruh Indonesia
Elshinta
Minggu, 05 Desember 2021 - 21:44 WIB |
Peneliti: Perkecil kesenjangan produktivitas beras seluruh Indonesia
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan menginginkan adanya kebijakan yang efektif guna memperkecil kesenjangan produktivitas beras di seluruh Indonesia, terutama antara lahan pertanian di Jawa dan luar Jawa.

“Produksi beras memang mengalami peningkatan. Tetapi, sekitar 53 persen produksi beras nasional berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Masih terdapat kesenjangan yang besar antara produksi di Jawa dan Luar Jawa yang produksinya rata-rata di bawah satu juta ton," kata Indra Setiawan dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (5/12).

Ia mengungkapkan, Produktivitas beras di luar Jawa memang lebih kecil yaitu 4,58 ton per hektare, dibanding dengan di Jawa yang mencapai 5,64 ton per hektare, padahal 50 persen lahan pertanian padi berada di luar Jawa.

Selain itu, ujar dia terdapat tren penurunan luas lahan pertanian dari tahun ke tahun. BPS memperkirakan penurunan luas lahan sebanyak 141,95 ribu hektare atau turun sebesar 1,14 persen.

Penurunan tersebut, laniutnya, terjadi seiring konversi lahan akibat aktivitas pembangunan. Hal ini dinilai semakin memperlihatkan urgensi peningkatan produktivitas melalui optimalisasi lahan.

Indra menyatakan, intensifikasi lahan juga merupakan salah satu praktik pertanian yang berkelanjutan yang dapat memastikan bahwa produksi tanaman pangan tidak mengancam serta merusak lingkungan.

"Peningkatan produktivitas padi melalui intensifikasi juga diperlukan untuk menjawab kebutuhan pangan penduduk Indonesia yang jumlahnya semakin meningkat. Intensifikasi juga merupakan jawaban atas tantangan keterbatasan lahan," paparnya.

Ia berpendapat, rendahnya produktivitas padi nasional dapat berdampak pada harga beras di Indonesia yang masih lebih mahal dari harga internasional. Menurut PIHPS, harga rata-rata beras Indonesia pada 2020 di pedagang besar sebesar Rp 10.473/kg. Sementara Bank Dunia mencatat harga beras di tingkat internasional sebesar Rp 6.886/kg.

Hal ini, masih menurut dia, salah satunya karena biaya produksi beras di Indonesia lebih tinggi dari negara lain, seperti Vietnam yang biaya produksinya tiga kali lebih rendah.

Biaya produksi dinilai bisa ditekan dengan penggunaan teknologi pertanian yang efisien. "Intensifikasi yang mendorong penggunaan teknologi pertanian tentu akan menjadi kesempatan untuk menurunkan biaya produksi. Penggunaan teknologi pertanian akan meningkatkan efisiensi baik sebelum maupun setelah panen," ungkap Indra.

Untuk meratakan produktivitas, penelitian CIPS merekomendasikan perbaikan akses irigasi, penggunaan pupuk kimia yang berimbang, dan penggunaan teknologi pertanian modern untuk memaksimalkan potensi lahan.

Selain itu, lanjutnya, penggunaan bibit unggul juga perlu didorong dan intensifikasi lahan juga hendaknya dilakukan di wilayah yang tingkat produktivitasnya lebih rendah daripada wilayah lain di Indonesia.

BPS belum lama ini memperkirakan produksi beras pada 2021 sebesar 55,27 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 1,14 persen dari tahun 2020. Peningkatan produksi ini harus diikuti dengan metode produksi yang efisien untuk menurunkan kehilangan padi pasca panen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemendag buka `hotline` pantau penerapan minyak goreng satu harga
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:56 WIB
Kementerian Perdagangan membuka layanan hotline untuk memantau penerapan minyak goreng satu harga ...
Menkop: Perhelatan G20 potensi untungkan sektor UMKM Rp1,7 triliun
Kamis, 20 Januari 2022 - 11:24 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan penyelenggaraan G20 yang dimulai 1 Desember 2021 ...
Dinas Sosial Tangerang siapkan logistik bantu warga terdampak banjir
Kamis, 20 Januari 2022 - 10:05 WIB
Dinas Sosial Kota Tangerang, Banten menyiapkan logistik bagi masyarakat di wilayah yang terdampak ba...
Rupiah Kamis pagi menguat 22 poin
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:21 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi menguat 22 poin
Program Bersih-Bersih BUMN harus berlanjut
Rabu, 19 Januari 2022 - 18:45 WIB
Kementerian BUMN di era Menteri Erick Thohir sejak 2020 lalu meluncurkan slogan AKHLAK sebagai nilai...
Asosiasi yakini `fintech` makin tingkatkan akses keuangan masyarakat
Rabu, 19 Januari 2022 - 17:51 WIB
Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah meyakini teknologi fi...
Kementerian ESDM beri kompensasi Pertamina atas penghapusan Premium
Rabu, 19 Januari 2022 - 16:29 WIB
Kementerian ESDM akan memberikan kompensasi atas penjualan bahan bakar minyak jenis Pertalite yang d...
Toko ritel modern Palembang jual minyak goreng Rp14.000 per liter
Rabu, 19 Januari 2022 - 12:43 WIB
Sejumlah toko ritel modern di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mulai menjual minyak goreng kemasan ...
Rupiah Rabu pagi melemah 27 poin
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:09 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi,...
IHSG Rabu dibuka melemah 4,23 poin
Rabu, 19 Januari 2022 - 09:58 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, dibuka melemah 4,23 poin
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI