Kasus masih proses di pengadilan, KPMH sebut seruan Rizieq tak pantas
Elshinta
Minggu, 05 Desember 2021 - 18:18 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kasus masih proses di pengadilan, KPMH sebut seruan Rizieq tak pantas
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Habib Muannas Alaidid memberikan respon terkait dengan seruan Rizieq Shihab untuk menggelar doa dzikir pada 7 Desember mendatang.

Di dalam seruannya, Rizieq meminta pengelola masjid, mushola sampai lembaga pendidikan islam serta perkumpulan jamaah mendoakan bagi 6 laskar pengawal yang meninggal pada tahun lalu dalam Tragedi KM 50 Jalan Tol Jakarta - Cikampek. 

Selain mendoakan 6 laskar, Rizieq juga menyerukan doa dan dzikir untuk keselamatan negeri, serta doa untuk kehancuran bagi semua pihak yang terlibat dalam pembunuhan Tragedi KM 50.

Menurut Muannas, seruan Rizieq tersebut sangat tidak pantas. Apalagi kasus tersebut masih berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Saya menilai seruan Rizieq itu sangat tidak pantas selalu dibungkus dengan agama, kali ini modusnya doa, dalam doa dan bermunajat itu ada kebaikan bukan sebaliknya," kata Muannas dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Minggu (5/12).

Menurut Muannas, seharusnya Rizieq sadar dan introspeksi diri, khususnya di dalam peristiwa KM 50, seharusnya insiden kejar-kejaran hingga saling serang antara pengawal Rizieq dan Polisi tersebut tidak sampai terjadi.

"Seandainya dia hadir dan penuhi panggilan polisi kesatu dan dua sejak awal dalam Kasus Protokol Kesehatan yang sudah dinyatakan terbukti bersalah, bisa saja dipastikan itu tidak akan pernah terjadi," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para perwira Polri yang terlibat di dalam kejar-kejaran itu sudah mendapatkan perintah pengintaian, karena Rizieq tidak kunjung memenuhi panggilan Polisi, ditambah ada seruan pengepungan Mapolda Metro Jaya oleh simpatisan FPI, maka sudah wajar ketika ada anggota Kepolisian melalukan pengintaian tersebut.

"Bayangkan Rizieq membiarkan ada ancaman pendukungnya saat itu bakal mengepung Polda Metro Jaya dan akan membuat kericuhan dan tindakan anarkis," imbuhnya. "Belum lagi petugas sempat dicegat dan dihalangi datang hanya karena membawa surat panggilan di tempat kediaman rizieq di Petamburan," imbuhnya.

Muannas Alaidid yang juga Kuasa Hukum 2 (dua) Anggota Polri Ipda Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan tersebut menegaskan, bahwa tidak ada pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh kliennya itu. Mereka hanya menjalankan tugasnya dan berupaya membela diri dari ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh para pengawal Rizieq tersebut saat akan ditangkap.

"6 Laskar tersebut memang akhirnya harus ditangkap karena kedapatan membawa sajam bahkan senpi untuk melawan aparat saat terjadi bentrok ditengah jalan termasuk setelah diamankan pun di rest area KM 50 sat dibawa mereka masih berupaya merebut senjata petugas, walau awalnya aparat hanya melakukan pembuntutan," paparnya.

Muannas justru mempertanyakan kembali kepada Rizieq, apakah memang para laskar dipersenjatai dengan senjata tajam dan senjata api. Karena faktanya ditemukan barang bukti tersebut dari tangan para laskar yang akhirnya tewas itu.

"Jadi jelas Laskar itu dipersenjatai," ucapnya.

Persoalan kepemilikan senjata api ini pun masuk di dalam laporan Komnas HAM. Bagi Muannas, posisi ini sudah betul bahwa para aparat kepolisian tersebut melakukan pembelaan diri dari ancaman serangan orang lain. 

"Cerita ini bagi saya sudah clear, ada hasil investigasinya dari Komnas HAM dan semua juga sudah terungkap di persidangan dalam kasus pidananya di PN Jaksel yang masih berjalan," tandasnya.

Terakhir, Muannas juga mengharapkan kepada masyarakat khususnya umat aislam agar tidak mudah terhasut dan terprovokasi dan menyerahkan peristiwa KM 50 diselesaikan menurut hukum, 

"Apapun putusannya (PN Jaksel) nanti kita hormati, namun demikian bagi saya sudah sepantasnya 2 anggota polri itu sesuai fakta hukum yang ada wajib untuk dibebaskan, jangan mengkriminalisasi mereka yang jelas-jelas sedang bertugas untuk negara dan yang terpenting negara tidak boleh kalah dari premanisme," pungkasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Beberapa warga Makassar kesulitan dapatkan minyak goreng satu harga
Selasa, 25 Januari 2022 - 20:36 WIB
Warga Makassar, Sulawesi Selatan mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng satu harga di toko ecer...
Menteri PPPA RI apresiasi penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Manado
Selasa, 25 Januari 2022 - 20:25 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang D...
Cegah korupsi, AS bantu RI US$ 9,9 juta melalui program USAID
Selasa, 25 Januari 2022 - 19:46 WIB
Pada 24 Januari, Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengumumkan pro...
Menteri ESDM dorong pengembangan BBM sawit agar bisa mandiri energi
Selasa, 25 Januari 2022 - 19:27 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendorong pengembangan bahan bakar minya...
Luhut sambut kerja sama strategis RI-Singapura di Leaders` Retreat
Selasa, 25 Januari 2022 - 19:03 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyambut kerja...
 Menteri Johnny: Presidensi G20, momentum kembangkan transformasi digital inklusif
Selasa, 25 Januari 2022 - 17:54 WIB
Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengembangkan transformasi digital i...
 Perkuat komunikasi publik Presidensi G20, Pemerintah akan bentuk tim juru bicara
Selasa, 25 Januari 2022 - 17:36 WIB
Menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo untuk memperkuat komunikasi publik penyelenggaraan Pr...
BMKG: Tinggi gelombang laut selatan Jabar-DIY capai empat meter
Selasa, 25 Januari 2022 - 17:01 WIB
Tinggi gelombang laut di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi m...
Ekspor kepiting bakau Belitung ke Singapura meningkat
Selasa, 25 Januari 2022 - 16:34 WIB
Ekspor kepiting bakau dari Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ke Singapura meni...
Rekind-BRIN sinergi kembangkan lisensi teknologi Merah Putih
Selasa, 25 Januari 2022 - 16:23 WIB
PT Rekayasa Industri (Rekind) Persero bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat bekerj...
InfodariAnda (IdA)