ESDM: Awan panas guguran adalah ancaman khas di Gunung Semeru
Elshinta
Minggu, 05 Desember 2021 - 19:22 WIB |
ESDM: Awan panas guguran adalah ancaman khas di Gunung Semeru
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa awan panas guguran adalah ancaman khas dari Gunung Semeru yang terletak di wilayah Malang dan Lumajang, Jawa Timur.

"Awan panas guguran ini merupakan karakteristik ancaman khas dari Gunung Semeru, yakni berupa awan panas yang berasal dari ujung aliran lava pada bagian lereng gunung," kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Minggu (5/12).

Ia menjelaskan letusan Gunung Semeru umumnya bertipe vulkanian dan strombolian berupa penghancuran kubah atau lidah lava, serta pembentukan kubah lava atau lidah lava baru.

"Penghancuran kubah atau lidah lava ini lantas mengakibatkan pembentukan awan panas guguran di Gunung Semeru," katanya,

Dikemukakannya bahwa endapan awan panas guguran terdiri dari material bebatuan yang memiliki suhu berkisar 800 sampai 900 derajat Celcius yang bergerak ke arah lereng tenggara Gunung Semeru.

Jika terjadi hujan, kata dia, endapan awan panas guguran ini dapat menyebabkan banjir lahar dingin pada sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.

Potensi ancaman bahaya lainnya dari erupsi Gunung Semeru, kata dia, berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

Berdasarkan pemantauan Badan Geologi, aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1 dan 4 Desember 2021 merupakan aktivitas permukaan (erupsi sekunder) dan hasil analisis data kegempaan tidak menunjukkan adanya kenaikan jumlah dan jenis gempa yang berasosiasi dengan suplai magma atau batuan segar ke permukaan.

Pada 1 Desember 2021 terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1.700 meter dari puncak atau 700 meter dari ujung aliran lava dengan arah luncuran ke tenggara.

Setelah kejadian awan panas guguran terjadi guguran lava dengan jarak dan arah luncur tidak teramati.

Pada 4 Desember 2021 mulai pukul 13.30 WIB terekam getaran banjir, kemudian pada pukul 14.50 WIB teramati awan panas guguran dengan jarak luncur empat kilometer dari puncak atau dua kilometer dari ujung aliran lava ke arah tenggara (Besuk Kobokan).

"Kami akan terus memperbarui data kondisi terakhir pemantauan Gunung Semeru dengan tujuan agar masyarakat dapat memperoleh informasi akurat," demikian Eko Budi Lelono.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BPBD Garut: Tidak ada korban jiwa akibat puting beliung di Leles
Selasa, 25 Januari 2022 - 12:18 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyatakan bahwa bencana angi...
Gempa 4,6 magnitudo guncang Lombok
Selasa, 25 Januari 2022 - 07:39 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyataka1qn, gempa bumi berkekuatan 4,6 magnitu...
22 Januari 2019: Banjir menerjang Sulawesi Selatan
Sabtu, 22 Januari 2022 - 06:00 WIB
Banjir menerjang Provinsi Sulawesi Selatan. Banjir disebabkan oleh hujan deras. Setidaknya 79 orang...
BPBD: 239 rumah di lima kecamatan di Jember terdampak banjir bandang
Jumat, 21 Januari 2022 - 23:31 WIB
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan sebanyak 239 ru...
Regangan tektonik Selat Sunda dapat tingkatkan potensi letusan Krakatau
Jumat, 21 Januari 2022 - 19:47 WIB
Pakar kegempaan Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano mengatakan wilayah Selat Sunda mengal...
 Rusak rumah warga, 8 remaja terduga pelaku diamankan petugas
Jumat, 21 Januari 2022 - 18:23 WIB
Tim Tarsius Presisi Polres Bitung mengamankan terduga pelaku penyerangan serta perusakan sebuah ruma...
Banjir akibat luapan Sungai Turi surut, warga kembali beraktivitas
Jumat, 21 Januari 2022 - 17:13 WIB
Banjir akibat luapan air Sungai Turi yang menggenangi Desa Laksamana, Kecamatan Pakuhaji dan merenda...
Gempa bumi di Pandeglang berdampak pada 30 kecamatan
Jumat, 21 Januari 2022 - 17:06 WIB
Gempa bumi berkekuatan 6,6 yang terjadi, Jumat (14/1), di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten berd...
Ratusan warga korban banjir luapan Sungai Turi enggan dievakuasi
Jumat, 21 Januari 2022 - 14:04 WIB
Sebanyak 300 KK di Desa Laksana Pakuhaji yang merupakan korban banjir luapan Sungai Turi  tidak mau...
Tanah Longsor terjadi di kawasan pelabuhan Tenau Kupang
Kamis, 20 Januari 2022 - 18:19 WIB
Tanah longsor terjadi di kawasan Pelabuhan Tenau, Kupang dan merusak salah satu bagian dari kantor s...
InfodariAnda (IdA)