Perkembangan literasi harus diperhatikan untuk capai masyarakat informasi
Elshinta
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Perkembangan literasi harus diperhatikan untuk capai masyarakat informasi
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Banyak kalangan termasuk para ahli komunikasi meyakini bahwa peradaban masa depan adalah masyarakat informasi (information society), yaitu peradaban di mana informasi antarmanusia sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Di sisi lain, kemudahan ini membuat masyarakat gamang dalam memilih informasi mana yang dapat dipercaya, atau siapa sumber yang layak dikutip.

"Maka itu, perkembangan literasi patut diperhatikan karena dengan kemampuan tersebut masyarakat tidak mudah terpapar hoaks," terang Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando ketika menghadiri kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Kota Tasikmalaya, Sabtu, (4/12). 

Terlebih di masa pandemi, dimana lanjut Kepala Perpusnas, keberadaan perpustakaan telah jelas  membantu masyarakat untuk mandiri dengan kehadiran kelas-kelas keterampilan dan ruang berlatih sehingga mereka menjadi berdaya guna secara ekonomi dan kesejahteraan.
Perpustakaan tidak melihat status sosial orang yang ingin mendapatkan manfaatnya. Perpustakaan adalah bangku pendidikan yang sangat demokratis bagi siapapun termasuk bagi yang putus sekolah. 

Mengomentari maraknya penilaian budaya baca, Syarif Bando menandaskan persoalan yang terjadi adalah kurangnya bahan bacaan, bukan pada budaya bacanya. Sekedar informasi, rasio buku dengan penduduk Indonesia 1:90, artinya 1 buku ditunggui 90 orang.

"Ini masalah yang mesti disolusikan bersama karena UNESCO menetapkan standar rasio buku satu berbanding tiga buku baru yang harus dibaca orang tiap tahun, " urai Syarif Bando. 

Senada dengan Kepala Perpusnas, anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah juga menegaskan lembaga perpustakaan bukan hanya untuk pelaku pendidikan formal tetapi juga non formal. Undang undang menetapkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

"Nah, disinilah peran perpustakaan memainkan peran memajukan literasi pada konteks tatanan non formal, seperti keluarga dan masyarakat," ucap Ferdiansyah. 

Ferdiansyah juga menyarankan Perpusnas bisa melakukan sejumlah kajian atau diskusi yang mengupas korelasi  UU Perpustakaan dengan UU yang terkait perpustakaan, seperti UU Perbukuan, UU Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR), UU Kemajuan Budaya, dan sebagainya. 

"Hasilnya, secara kuantitatif dan kualitatif dipublikasikan untuk diketahui. Artinya, masyarakat jangan sekedar dikampanyekan wujudkan sadar membaca saja," kata Ferdiansyah. 

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Komputer (STMIK) DCI Kota Tasikmalaya, Aneu Yulianeu mengatakan selain literasi dasar, di era disrupsi saat ini literasi data juga amat penting untuk dipahami. 

"Sebagai bentuk literasi baru, literasi data adalah soal kemampuan menggunakan dan menganalisis data. Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman agar selalu melindungi memberikan data-data penting, apalagi data pribadi yang rentan disalahgunakan dan bisa berakibat kerugian," kata Aneu. 

Literasi sebagai komponen esensial dalam pembangunan SDM manusia yang berkarakter harus digerakkan oleh semua pihak. Tidak bisa parsial. 

"Kalau gerakan ini tidak bisa lakukan secara bersama, sulit untuk menciptakan penguatan akselerasi ataupun terobosan program, " terang pegiat literasi dari Jawa Barat Nero Taopik Abdillah

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perpusnas dan Duta Baca Indonesia sinergi kolaborasi membumikan literasi
Selasa, 18 Januari 2022 - 17:05 WIB
Seringkali ranah publik mendebatkan hasil riset/kajian yang dilakukan dunia internasional yang menya...
Anak usia SD di Kota Medan mulai divaksin
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:25 WIB
Badan Intelijen Negara Daerah Sumatera Utara (Binda Sumut) turut berkolaborasi dalam mensukseskan pr...
Mendikbudristek pantau efektivitas PTM 100 persen di Kota Bandung
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:06 WIB
Untuk melihat efektivitas dan evaluasi lainnya terkait PTM 100 persen, Menteri Pendidikan, Kebudayaa...
Kemendikbudristek sosialisasikan kurikulum prototipe di Banten
Sabtu, 15 Januari 2022 - 10:55 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mensosialisasikan kurik...
Ketahui daftar mata pelajaran yang akan diperhitungkan di SNMPTN 2022
Jumat, 14 Januari 2022 - 09:05 WIB
Sebentar lagi tahun ajaran baru akan dimulai, artinya pendaftaran seleksi mahasiswa baru akan segera...
Tinjau PTM di sekolah, Plt Wali Kota Bandung ingatkan siswa patuhi prokes
Rabu, 12 Januari 2022 - 11:06 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau sejumlah sekolah untuk memantau pelak...
Disdik Bandung akan tingkatkan jumlah sekolah gelar PTM
Rabu, 12 Januari 2022 - 10:07 WIB
Setelah 330 sekolah di Kota Bandung, Jawa Barat dapat menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 ...
Pemprov Jatim siap kolaborasi dengan perguruan tinggi
Selasa, 11 Januari 2022 - 13:35 WIB
Pandemi  Covid 19 telah membuat percepatan perguruan tinggi untuk berubah meskipun telah disiapkan ...
Pandemi, sekolah di Kota Malang tetap terapkan PTM 100 persen
Senin, 10 Januari 2022 - 16:45 WIB
Sekolah di Kota Malang, Jawa Timur mulai menerapkan pembembelajaran tatap muka (PTM) secara serentak...
Orang tua dukung PTM 100 persen
Senin, 10 Januari 2022 - 15:35 WIB
Dari depan pagar SDN 029 Cilengkrang Bandung, Prita Puspita melihat anaknya yang sedang berbaris ant...
InfodariAnda (IdA)