Valencya bebas, Kuasa hukum: Masih ada tiga kasus lain
Elshinta
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Valencya bebas, Kuasa hukum: Masih ada tiga kasus lain
Sumber foto: Faizol Yuhri/elshinta.com.

Elshinta.com - Sambil menangis, Valencya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kasus hukum yang menimpanya. Pernyataan itu disampaikan Valencya pasca pembacaan vonis bebas, Kamis (2/12), di Pengadilan Negeri Karawang, Jawa Barat.

Seperti diketahui, nama Valencya viral lantaran ia dituntut satu tahun penjara gara-gara memarahi suaminya Chan Yung Chin yang mabuk.

Ucapan terima kasih juga diucapkan Valencya kepada para pemberi petisi #SaveValencya yang jumlahnya mencapai tujuh ribu lebih di situs Change.org.

"Tanpa bantuan masyarakat, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan menimpa saya. Tanpa masyarakat, saya bukan apa-apa," kata Valencya didampingi kuasa hukumnya di luar ruangan sidang.

Valencya juga menyinggung soal tiga kasus hukum yang masih ia jalani di luar kasus dugaan KDRT yang sudah divonis bebas.

"Ini bukan kasus saya satu-satunya, masih ada kasus lain. Maka berikutnya, saya menguasakan kuasa hukum saya ke 11 pengacara," kata Valencya.

Diketahui, masih ada tiga kasus lain yang sedang dijalani Valencya. Baik Valencya, maupun kuasa hukum Valencya yang baru Asep Agustian, tidak merinci kasus apa saja yang saat ini sedang menjerat kliennya.

Lebih dari itu, Valencya memberikan ultimatum kepada pihak-pihak yang diduga masih mencemarkan nama baiknya di media sosial. Ia mempertimbangkan bakal melaporkan pemilik akun bila tidak berhenti melakukan dugaan pencemaran nama baik.

"Sudah, sudah 20 tahun saya difitnah. Stop semua fitnah dan rekayasa," kata Valencya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Faizol Yuhri, Sabtu (4/12). 

Menurut pengakuan Valencya, ada beberapa orang yang masih berkata tidak benar terhadap dirinya di media sosial. Valencya mengenal salah satunya yang dulu pernah jadi karyawan di tokonya.

Sementara itu terpisah, kuasa hukum baru yang ditunjuk Valencya, Asep Agustian beserta 10 pengacara lainnya menyampaikan, bakal mengawal jalannya kasus lain yang menjerat Valencya.

"Maka pada saat ini kami sampaikan (kepada Chan) sudahilah persoalan ini. Semua jadi bubuk, jadi abu, untuk apa?" kata Asep yang juga Ketua DPC Peradi Karawang ini.

"Chan itu bukan orang Indonesia. Saya katakan sekali lagi, Chan itu bukan orang Indonesia. Chan tidak punya rasa terima kasih terhadap seorang istri yang jadi sponsor dia sehingga dia menjadi seorang WNI. Cobalah Chan menyadarkan diri. Jangan mencari persoalan, yang sudah, sudahilah," sambungnya.

Asep meminta Chan dan kuasa hukumnya agar membuktikan semua tuduhan kepada kliennya. Sebab, semua tuduhan harus berdasar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Heru Hidayat divonis nihil dan wajib bayar Rp12,643 triliun
Rabu, 19 Januari 2022 - 07:29 WIB
Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis nihil kepada Pres...
Unesa nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual
Rabu, 19 Januari 2022 - 06:47 WIB
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan dosen berinisial H selama setahun serta penundaan ...
19 Januari 2011: Gayus Tambunan divonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 300.000.000,00
Rabu, 19 Januari 2022 - 06:00 WIB
Hari ini 11 tahun lalu tepatnya 19 Januari 2011, Gayus Halomoan Partahanan Tambunan divonis 7 tahu...
Seorang ibu guru di Sampit ditangkap diduga mengedarkan narkoba
Selasa, 18 Januari 2022 - 23:01 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Kabupaten Kotawaringin Timur,Kalimantan Tengah, menangkap 10 orang did...
TNI AL Balikpapan amankan 47 ABK pelaku pencurian 31 ton batu bara
Selasa, 18 Januari 2022 - 21:15 WIB
Unsur Patroli Pangkalan TNI AL Balikpapan mengamankan 47 anak buah kapal (ABK) serta barang bukti de...
Polres Bogor tangkap residivis spesialis pencurian mobil pick-up
Selasa, 18 Januari 2022 - 19:45 WIB
Polres Bogor menangkap residivis spesialis pencurian mobil bak terbuka atau pick-up berinisial AB (4...
Mantan direktur keuangan Jasindo divonis empat tahun penjara
Selasa, 18 Januari 2022 - 16:34 WIB
Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia Persero (Jasindo) 2008-2016 Sholihah divo...
Polda - DJBC Sulut tingkatkan sinergitas cegah penyelundupan dan perdagangan ilegal
Selasa, 18 Januari 2022 - 14:56 WIB
Kapolda Sulut, Irjen Pol Mulyatno menerima kunjungan audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direk...
Ardhito jalani asesmen di BNNP
Selasa, 18 Januari 2022 - 14:21 WIB
Tersangka kasus penyalahgunaan narkotika, artis Ardhito Pramono, menjalani asesmen di Badan Narkoti...
Guru ngaji di Tarakan diduga cabuli lima murid laki-laki
Selasa, 18 Januari 2022 - 13:48 WIB
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tarakan, Kalimantan Utara, mengamankan seorang oknum guru mengaji...
InfodariAnda (IdA)