WHO: Sejauh ini belum ada kematian akibat Omicron
Elshinta
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:11 WIB |
WHO: Sejauh ini belum ada kematian akibat Omicron
Ilustrasi - Jarum suntik medis dan botol terlihat di depan teks Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 di latar belakang. (ANTARA/REUTERS/SOPA Images/Pavlo Gonchar/aa.)

Elshinta.com - Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (3/12) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan mengenai kematian akibat COVID-19 varian Omicron.

WHO  menekankan bahwa varian Delta masih menjadi fokus dalam memerangi pandemi.

Christian Lindmeier saat konferensi pers mengatakan kepada wartawan bahwa WHO masih mengumpulkan bukti tentang varian baru yang ditemukan di Afrika Selatan pada 11 November dan dinamai Omicron sekitar sepekan yang lalu.

"Kami belum menerima laporan kematian terkait Omicron," kata Lindmeier.

"Jangan lupa juga bahwa varian dominan saat ini masih Delta. Omicron mungkin sedang populer dan kami mungkin akan sampai ke titik di mana (Omicron) mengambil alih sebagai varian dominan."

Lindmeier menuturkan bahwa dunia perlu melindungi diri terhadap varian Delta.

Semenjak COVID-19 pertama kali ditemukan hampir dua tahun silam, WHO telah mengonfirmasi hampir 263 juta kasus dan 5,22 juta lebih kematian secara global.

"Semakin banyak negara yang terus memburu dan terus memeriksa orang-orang dan secara khusus mencari varian Omicron, kami juga akan menemukan lebih banyak kasus dan informasi dan, semoga tidak, juga kemungkinan kematian," katanya.

Setelah varian Omicron terdeteksi di Botswana dan Afrika Selatan, sejumlah negara di Eropa dan Amerika Utara pekan lalu menerapkan pembatasan perjalanan terhadap negara-negara di kawasan Afrika selatan dan bahkan melarang penerbangan.

Langkah itu menuai kecaman dari para pejabat di PBB, WHO, agen perjalanan internasional dan asosiasi pekerja.

"Daripada melihat penutupan perbatasan, pembatasan dan sebagainya, jauh lebih baik untuk mempersiapkan negara anda, sistem kesehatan anda atas kemungkinan kasus yang muncul", katanya.

"Kami cukup yakin bahwa varian Omicron ini akan meluas. Delta juga berasal dari suatu tempat. Dan kini kami mempunyai (Delta) itu sebagai varian dominan di lebih dari 90 persen dunia."

Sumber: Anadolu

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kopi petani lokal tampil di gelaran Expo 2020 Dubai
Rabu, 26 Januari 2022 - 23:15 WIB
Kopi petani Indonesia tampil di Paviliun Indonesia pada gelaran Expo 2020 Dubai di minggu ke-17, di ...
Inggris tak kesampingkan sanksi terhadap Putin
Rabu, 26 Januari 2022 - 15:43 WIB
Inggris tidak mengesampingkan sanksi terhadap pemimpin Kremlin Vladimir Putin secara pribadi jika Ru...
AS kirimkan rudal-rudal Javelin ke Ukraina
Rabu, 26 Januari 2022 - 13:46 WIB
Sebuah pesawat Amerika Serikat yang membawa rudal-rudal antitank jenis Javelin, peluncur dan berbaga...
Arab Saudi dan Thailand sepakat pulihkan hubungan diplomatik
Rabu, 26 Januari 2022 - 13:11 WIB
Pemerintah Arab Saudi dan Thailand pada Selasa (25/1) sepakat memulihkan hubungan diplomatik, setela...
IMF pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2022 jadi 4,4 persen
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:15 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (25/1/2022) memproyeksikan ekonomi global akan tumbuh 4...
Produksi baja global tumbuh 3,7 persen pada 2021 meski China melemah
Rabu, 26 Januari 2022 - 09:51 WIB
Produksi baja mentah global meningkat 3,7 persen tahun lalu menjadi 1,95 miliar ton, data Asosiasi B...
Pfizer-BioNTech luncurkan uji coba vaksin COVID-19 khusus Omicron
Rabu, 26 Januari 2022 - 06:01 WIB
Pfizer Inc dan BioNTech SE memulai uji klinis vaksin yang dirancang khusus untuk memerangi virus cor...
Jepang perluas pembatasan COVID-19 ketat ke 18 daerah
Selasa, 25 Januari 2022 - 15:26 WIB
Panel penasehat pemerintah Jepang akan menyetujui perluasan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat ke ...
Pasokan gas Iran terganggu, perusahaan Turki hentikan produksi
Selasa, 25 Januari 2022 - 14:48 WIB
Beberapa perusahaan manufaktur Turki sementara menghentikan produksi setelah Iran pekan lalu menghen...
Mahasiswa di Jerman lepaskan tembakan sebelum bunuh diri
Selasa, 25 Januari 2022 - 14:01 WIB
Seorang mahasiswa, berusia 18 tahun, jurusan biologi melepaskan tembakan di ruang kuliah di Universi...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI